Selamat bergabung di blog kami

This is default featured post 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Tampilkan postingan dengan label Intel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Intel. Tampilkan semua postingan

2.Prosesor Xeon berbasis arsitektur mikro NetBurst
Prosesor yang menggunakan arsitektur mikro NetBurst ini memiliki nama resmi Xeon (Intel Xeon), bukan Pentium 4 Xeon. Hal ini diutarakan karena masih ada kalangan tertentu yang menyebutnya dengan nama Pentium 4 Xeon. Mungkin penyebutan tersebut rancu dengan nama resmi prosesor pendahulunya, yaitu Pentium II Xeon dan Pentium III Xeon.
Prosesor Intel Xeon tersebut, ada yang termasuk prosesor 32 bit (Intel Xeon 32 bit), ada pula yang termasuk 64 bit (Intel Xeon 64 bit). Contoh untuk Intel Xeon 32 bit adalah prosesor Intel Xeon dengan nama sandi Foster, Prestonia, dan Gallatin. Sedangkan contoh untuk prosesor Intel Xeon 64 bit adalah prosesor Intel Xeon dengan nama sandi Nocona, Irwindale, Cranford, dan Potomac.
Berdasar konfigurasinya, prosesor Xeon ini dapat dibagi menjadi dua golongan, yaitu prosesor Xeon UP/DP dan prosesor Xeon MP. Masing-masing golongan ini mempunyai varian yang cukup banyak yang akan dibahas satu persatu. UP adalah kependekan dari Uniprocessor, DP kependekan dari Dualprocessor, sedangkan MP kependekan dari Multiprocessor.
Prosesor Xeon UP/DP mempunyai 12 varian. Varian-varian tersebut beragam dalam fitur dan teknologi prosesnya (teknik fabrikasinya). Sebagian varian merupakan prosesor single core, sebagian yang lain merupakan prosesor dual core.
Prosesor Xeon MP mempunyai 6 varian yang juga beragam dalam fitur dan teknologi prosesnya. Sebagian varian juga merupakan prosesor single core, dan sebagian lainnya merupakan prosesor dual core.

2.1.Xeon UP/DP versi Single Core
a.Prosesor Xeon UP/DP bernama sandi Foster
Prosesor Xeon bernama sandi Foster adalah prosesor 32 bit, single core, yang diproduksi dengan teknik fabrikasi 180 nm. Prosesor ini menggunakan dudukan prosesor tipe soket OLGA 603 (Organic Lan Grid Array 603), memiliki core voltage 1.75 volt, FSB 400 MHz, L2 Cache 256 KB, frekuensi (clock speed) prosesor 1400 MHz hingga 2000 MHz, diperlengkapi dengan dukungan teknologi MMX, SSE dan SSE2. Pertama kali diluncurkan ke pasaran pada tanggal 21 Mei 2001.
Prosesor Xeon dengan nama sandi Foster ini adalah prosesor berbasis mikroarsitektur NetBurst pertama yang diproduksi oleh Intel. Idealnya prosesor ini harus dipasangkan dengan memori Rambus RDRAM. Intel menyebut prosesor Xeon Foster dengan nama Intel Xeon DP karena hanya dapat digunakan dalam sistem SMP berjumlah dua prosesor saja. Sayangnya pada saat awal rilisnya, prosesor ini ditawarkan dengan harga yang mahal, apalagi harus dipasangkan dengan memori Rambus RDRAM yang harganya juga mahal. Akibatnya, pada saat itu, prosesor ini kurang diminati. Konsumen lebih banyak tertarik pada prosesor Pentium III Xeon (Cascade 2 MB) yang dipasangkan dengan SDRAM (Synchronous Dynamic Random Access Memory) atau Athlon MP yang dipasangkan dengan DDR-SDRAM (Double Data Rate Synchronous Dynamic Random Access Memory PC-2100) yang harganya lebih murah dan secara keseluruhan mampu menggungguli prosesor Xeon Foster.
Rincian beberapa varian prosesor Xeon UP/DP bernama sandi Foster disajikan pada tabel berikut:


b.Prosesor Xeon UP/DP bernama sandi Prestonia (standart voltage)
Prosesor Xeon bernama sandi Prestonia adalah prosesor single core, 32 bit yang diproduksi dengan teknik fabrikasi 130 nm (sama seperti Intel Pentium 4 Nortwood yang juga diproduksi dengan teknologi manufaktur 130 nm). Prosesor ini menggunakan dudukan prosesor tipe soket 603 atau soket 604, memiliki core voltage 1.45 volt hingga 1.525 volt, FSB 400 MHz (100 MHZ, quad-pumped) atau 533 MHz (133 MHz, quad-pumped), L2 Cache 512 KB, frekuensi (clock speed) prosesor 1800 MHz hingga 3066 MHz, diperlengkapi dengan dukungan teknologi MMX, SSE dan SSE2 dan Hyper-Threading. Pertama kali diluncurkan ke pasaran pada tanggal 25 Februari 2002.
Untuk mendukung prosesor yang ber-FSB 400 MHz, Intel juga merilis chipset motherboard baru yang dikenal dengan sebutan E7500. Sedangkan untuk mendukung prosesor yang ber-FSB 533 MHz, Intel merilis chipset E7501 untuk server dan E7505 untuk workstation. Keduanya ini kompatibel jika dipasangkan dengan memori DDR-SDRAM dual-channel. Prosesor Prestonia hanya dapat digunakan dalam konfigurasi SMP dua prosesor saja.
Kinerja prosesor Prestonia ini jauh lebih baik dibandingkan Intel Pentium III Xeon maupun Intel Xeon Foster, bahkan juga lebih baik dibandingkan AMD Athlon MP yang menjadi pesaingnya pada saat itu. Hal ini yang mengakibatkan prosesor Intel Xeon Prestonia banyak dilirik dan digunakan dibanyak server, sehingga laku di pasaran.
Rincian beberapa varian prosesor Xeon UP/DP bernama sandi Prestonia (standart voltage) disajikan pada tabel berikut:

c.Prosesor Xeon UP/DP bernama sandi Prestonia (low voltage)
Prosesor Xeon bernama sandi Prestonia versi low voltage adalah prosesor single core, 32 bit, yang diproduksi dengan teknik fabrikasi 130 nm. Prosesor ini memiliki core voltage 1.17 volt hingga 1.27 volt (lebih rendah dibandingkan prosesor Prestonia pendahulunya, yaitu versi standart voltage). Dudukan prosesor yang digunakan adalah tipe soket 604, FSB 400 MHz (100 MHz, quad-pumped) atau 533 MHz (133 MHz, quad-pumped), L2 Cache 512 KB, frekuensi (clock speed) prosesor 1600 MHz hingga 2400 MHz, diperlengkapi dengan dukungan teknologi MMX, SSE dan SSE2 dan Hyper-Threading.
Untuk membedakan dengan prosesor Prestonia versi standart voltage, maka pada nomor model prosesor Prestonia versi low voltage ditambahkan identitas LV yang merupakan kependekan dari low voltage.Prosesor ini dirilis pertama kali pada bulan September 2003. Rincian beberapa varian prosesornya dapat dilihat pada tabel berikut:

d.Prosesor Xeon UP/DP bernama sandi Gallatin
Prosesor Xeon bernama sandi Gallatin adalah prosesor single core yang diproduksi dengan teknik fabrikasi 130 nm. Prosesor ini menggunakan dudukan prosesor tipe soket 604, memiliki core voltage 1.525 volt, FSB 533 MHz, L2 Cache 512 KB dengan L3 Cache 1024 KB atau 2048 KB, frekuensi (clock speed) prosesor 2400 MHz hingga 3200 MHz, diperlengkapi dengan dukungan teknologi MMX, SSE dan SSE2 dan Hyper-Threading. Pertama kali diluncurkan ke pasaran pada bulan Maret 2003. Rincian beberapa varian prosesornya dapat dilihat pada tabel berikut:

e.Prosesor Xeon UP/DP bernama sandi Nocona (standart voltage)
Prosesor Xeon bernama sandi Nocona adalah prosesor 64 bit, single core, yang diproduksi dengan teknik fabrikasi 90 nm. Prosesor ini menggunakan dudukan prosesor tipe soket 604, memiliki core voltage 1.287/1.4 Volt dengan TDP 103 Watt, FSB 800 MHz, L2 Cache 1024 KB, frekuensi (clock speed) prosesor 2800 MHz hingga 3600 MHz, diperlengkapi dengan dukungan teknologi MMX, SSE, SSE2, SSE3, Hyper-Threading dan EM64T atau Intel 64 (implementasi instruksi x86-64 milik Intel). Pertama kali diluncurkan ke pasaran pada tanggal 28 Juni 2004.
Nocona adalah prosesor 64 bit versi pertama yang berbasis mikroarsitektur NetBurst yang diproduksi oleh Intel. Prosesor ini didukung oleh chipset buatan Intel, yaitu E7520 dan E7530 untuk server, serta chipset E7525 untuk workstation, yang semuanya juga menawarkan dukungan terhadap bus PCI Express, memori DDR2-SDRAM, dan Serial ATA.
Prosesor ini diketahui lebih lambat dibandingkan prosesor pesaingnya, yaitu AMD Opteron, walaupun dalam beberapa situasi memang lebih cepat berkat dukungan teknologi Intel Hyper-Theading yang ada padanya. Rincian beberapa varian prosesornya dapat dilihat pada tabel berikut:

f.Prosesor Xeon UP/DP bernama sandi Nocona (low voltage)
Prosesor Xeon bernama sandi Nocona adalah prosesor 64 bit, single core, yang diproduksi dengan teknik fabrikasi 90 nm. Prosesor ini memiliki core voltage 1.2 Volt (lebih rendah dibandingkan prosesor Nocona pendahulunya, yaitu versi standart voltage). Dudukan prosesor yang digunakan adalah tipe soket 604, FSB 800, L2 Cache 1024 KB, frekuensi (clock speed) 2800 MHz, diperlengkapi dengan dukungan teknologi MMX, SSE, SSE2, SSE3, Hyper-Threading dan Intel 64 (implementasi intel x86-64). Untuk membedakan dengan prosesor Nocona versi standart voltage, maka pada nomor model prosesor Nocona versi low voltage ditambahkan identitas LV yang merupakan kependekan dari low voltage. Rincian selengkapnya dapat dilihat pada tabel berikut:

g.Prosesor Xeon UP/DP bernama sandi Irwindale (standart voltage)
Prosesor Xeon bernama sandi Irwindale adalah prosesor 64 bit, single core, yang diproduksi dengan teknik fabrikasi 90 nm. Prosesor ini memiliki core voltage 1.25/1.388 Volt. Dudukan prosesor yang digunakan adalah tipe soket 604, FSB 800, L2 Cache 2048 KB, frekuensi (clock speed) 2800 MHz hingga 3800 MHz, TDP 110 Watt, diperlengkapi dengan dukungan teknologi MMX, SSE, SSE2, SSE3, Hyper-Threading, EIST, Intel 64 (implementasi intel x86-64) dan XD bit (implementasi NX bit). Pertama kali diluncurkan ke pasaran pada tanggal 14 Februari 2005. Rincian selengkapnya dapat dilihat pada tabel berikut:

h.Prosesor Xeon UP/DP bernama sandi Irwindale (medium voltage)
Sama seperti prosesor pendahulunya, prosesor Xeon bernama sandi Irwindale versi medium voltage ini adalah prosesor 64 bit, single core, yang diproduksi dengan teknik fabrikasi 90 nm. Prosesor ini memiliki core voltage 1.05/1.388 Volt. Dudukan prosesor yang digunakan adalah tipe soket 604, FSB 800, L2 Cache 2048 KB, frekuensi (clock speed) 3200 MHz dengan TDP yang lebih rendah, yaitu 90 Watt, diperlengkapi dengan dukungan teknologi MMX, SSE, SSE2, SSE3, Hyper-Threading, EIST, Intel 64 (implementasi intel x86-64) dan XD bit (implementasi NX bit). Rincian selanjutnya dapat dilihat pada tabel berikut:

i.Prosesor Xeon UP/DP bernama sandi Irwindale (low voltage)
Prosesor Xeon bernama sandi Irwindale versi low voltage ini termasuk prosesor 64 bit, single core, yang diproduksi dengan teknik fabrikasi 90 nm. Prosesor ini memiliki core voltage 1.05/1.20 Volt dengan TDP 55 Watt (lebih rendah dari versi Irwindale sebelumnya). Dudukan prosesor yang digunakan tetap soket 604, frekuensi (clock speed) 3000 MHz, diperlengkapi dengan dukungan teknologi MMX, SSE, SSE2, SSE3, Hyper-Threading, EIST, Intel 64 (implementasi intel x86-64) dan XD bit (implementasi NX bit). Fitur-fitur yang lainnya tidak banyak berbeda dengan versi sebelumnya. Rincian selanjutnya disajikan pada tabel berikut:

2.2.Xeon UP/DP versi Dual Core
Prosesor Xeon UP/DP versi Dual Core yang berbasis arsitektur mikro NetBurst meliputi prosesor-prosesor bernama sandi Paxville DP, Demsey, dan Demsey versi medium voltage.

a.Prosesor Xeon UP/DP bernama sandi Paxville DP
Prosesor Xeon bernama sandi Paxville DP adalah prosesor 64 bit, dual core, yang diproduksi dengan teknik fabrikasi 90 nm. Prosesor ini menggunakan dudukan prosesor tipe soket 604, memiliki core voltage 1.287/1.412 Volt dengan TDP 135 Watt, FSB 800 MHz (200 MHz, quad pumped), frekuensi (clock speed) prosesor 2800 MHz, diperlengkapi dengan dukungan teknologi MMX, SSE, SSE2, SSE3, Hyper-Threading, Intel 64 (implementasi intel x86-64) dan XD bit (implementasi NX bit).
Prosesor Xeon bernama sandi Paxville DP merupakan versi dual core dari prosesor Intel Xeon Irwindale. Prosesor Paxville DP hanya dapat beroperasi dalam konfigurasi maksimum 2 prosesor.
Rincian fitur selengkapnya disajikan pada tabel berikut.

b.Prosesor Xeon UP/DP bernama sandi Demsey
Prosesor Xeon bernama sandi Demsey adalah prosesor 64 bit, dual core, yang diproduksi dengan teknik fabrikasi 65 nm. Chip silicon (core-nya) berukuran 2 x 81 mm2. Prosesor ini menggunakan dudukan prosesor tipe LGA 771 (disebut juga soket J), memiliki core voltage 1.25 Volt hingga 1.4 Volt dengan TDP 95 Watt hingga 130 Watt, FSB 667 MHz (133 MHz, quad pumped) atau 1066 MHz, frekuensi (clock speed) prosesor 2667 MHz hingga 3733 MHz, diperlengkapi dengan dukungan teknologi MMX, SSE, SSE2, SSE3, Hyper-Threading, Intel 64 (implementasi intel x86-64), Virtualization Technology dan XD bit (implementasi NX bit). Sebagian model prosesor juga diperlengkapi fitur Intel’s server EIST.
Soket LGA 771 (soket J) yang digunakan prosesor Demsey saat itu adalah jenis soket baru yang dipakai untuk menggantikan jenis soket sebelumnya, yaitu soket 603/604.
Prosesor Intel Xeon Demsey sering juga disebut dengan istilah Intel Xeon seri 5000. Kalau diperhatikan dengan seksama, prosesor ini memang memiliki kode angka mulai 5030 hingga 5080. Prosesor Demsey yang berbasis mikroarsitektur NetBurst ini sebenarnya identik dengan prosesor desktop Pentium D Presler yang kemudian diberi dukungan multiprosesor.
Seluruh prosesor Demsey mendukung konfigurasi dual prosesor. Rincian varian-variannya disajikan pada tabel berikut.

c.Prosesor Xeon UP/DP bernama sandi Demsey (medium voltage)
Prosesor Demsey versi medium voltage memiliki voltase lebih rendah dari pada versi pendahulunya, yaitu 1.075 Volt hingga 1.350 Volt. Prosesor ini termasuk prosesor 64 bit, dual core, yang diproduksi dengan teknik fabrikasi 65 nm. Chip silicon (core-nya) berukuran 2 x 81 mm2. Prosesor ini menggunakan dudukan prosesor tipe LGA 771, ber-FSB 1066 MHz, frekuensi (clock speed) prosesor 3200 MHz, diperlengkapi dengan dukungan teknologi MMX, SSE, SSE2, SSE3, Hyper-Threading, Intel 64 (implementasi intel x86-64), Virtualization Technology dan XD bit (implementasi NX bit). Prosesor Demsey mendukung konfigurasi dual prosesor. Fitur-fitur lainnya dapat dilihat pada tabel berikut:

2.3.Xeon MP versi single core
Prosesor Xeon MP versi single core terdapat 4 varian, yaitu prosesor bernama sandi Foster MP, Gallatin, Cranford dan Potomac. Semuanya berbasis arsitektur mikro NetBurst. Prosesor-prosesor ini diproduksi antara tahun 2002 hingga 2005.

a.Prosesor Xeon MP bernama sandi Foster MP
Prosesor Xeon bernama sandi Foster MP diproduksi dengan teknik fabrikasi 180 nm, tergolong prosesor single core, 32 bit, menggunakan dudukan prosesor tipe soket 603, memiliki core voltage 1.75 Volt dengan TDP 48 Watt hingga 72 Watt, FSB 400 MHz, frekuensi (clock speed) prosesor 1400 MHz hingga 1600 MHz, diperlengkapi dengan dukungan teknologi MMX, SSE, SSE2 dan Hyper-Threading. Prosesor ini dikonfigurasikan agar dapat beroperasi pada modus lebih dari dua prosesor. Idealnya dipasangkan dengan memori Rambus RDRAM, sama persis seperti prosesor Intel Xeon DP Foster pendahulunya.
Berdasar informasi yang pernah diterima penulis, disebutkan bahwa kinerja prosesor Foster MP ini masih berada dibelakang prosesor Intel Pentium III Xeon Cascade 2 MP atau Athlon MP yang sistemnya secara keseluruhan justru harganya lebih murah.
Varian prosesor Xeon MP bernama sandi Foster MP disajikan pada tabel berikut:

b.Prosesor Xeon MP bernama sandi Gallatin
Prosesor Xeon Gallatin menggunakan tipe soket dan FSB yang sama dengan prosesor Foster MP, yaitu soket 603 dan FSB 400 MHz. Prosesor Xeon Gallatin diproduksi dengan teknik fabrikasi 130 nm, tergolong prosesor single core, 32 bit, memiliki core voltage 1.475 Volt hingga 1.5 Volt dengan TDP 48 Watt hingga 85 Watt, frekuensi (clock speed) prosesor 1500 MHz hingga 3000 MHz, diperlengkapi dengan dukungan teknologi MMX, SSE, SSE2 dan Hyper-Threading.
Prosesor Gallatin dibuat berdasarkan prosesor Prestonia, dan memiliki kinerja yang jauh lebih baik dibandingkan prosesor Foster MP. Varian-varian prosesor Xeon Gallatin disajikan pada tabel berikut:

c.Prosesor Xeon MP bernama sandi Cranford
Prosesor Xeon Cranford diproduksi dengan teknik fabrikasi 90 nm, merupakan prosesor 64 bit, single core, yang menggunakan dudukan prosesor tipe soket 604, memiliki core voltage 1.25/1.388 Volt dengan TDP 110 Watt, FSB 667 MHz, frekuensi (clock speed) prosesor 3166 MHz hingga 3667 MHz, diperlengkapi dengan dukungan teknologi MMX, SSE, SSE2, SSE3, Hyper-Threading, Intel 64 (implementasi intel x86-64) dan XD bit (implementasi NX bit). Prosesor Xeon Cranford dibuat berbasiskan inti prosesor Nocona. Pertama kali dirilis pada tanggal 29 Maret 2005. Data selengkapnya disajikan pada tabel berikut:

d.Prosesor Xeon MP bernama sandi Potomac
Prosesor Xeon Potomac diproduksi dengan teknik fabrikasi 90 nm, merupakan prosesor 64 bit, single core, yang menggunakan dudukan prosesor tipe soket 604, memiliki core voltage 1.25/1.388 Volt dengan TDP 129 Watt, FSB 667 MHz, frekuensi (clock speed) prosesor 2833 MHz hingga 3333 MHz, diperlengkapi dengan dukungan teknologi MMX, SSE, SSE2, SSE3, Hyper-Threading, Intel 64 (implementasi intel x86-64) dan XD bit (implementasi NX bit). Prosesor Xeon Potomac diproduksi berbasiskan inti prosesor Irwindale. Pertama kali dirilis pada tanggal 29 Maret 2005, bersamaan dengan prosesor Xeon Cranford. Varian-variannya disajikan pada tabel berikut:

2.4.Xeon MP versi dual core
Prosesor Xeon MP versi dual core terdapat 2 varian, yaitu prosesor bernama sandi Paxville MP dan Tulsa. Semuanya berbasis arsitektur mikro NetBurst. Prosesor-prosesor ini diproduksi berkisar tahun 2005 hingga 2007.

a.Prosesor Xeon MP bernama sandi Paxville MP
Prosesor Xeon Paxville MP diproduksi dengan teknik fabrikasi 90 nm, merupakan prosesor 64 bit, dual core, yang menggunakan dudukan prosesor tipe soket 604, memiliki core voltage 1.262/1.412 Volt dengan TDP 165 Watt, FSB 667 MHz (133 MHz, quad pumped) hingga 800 MHz (200 MHz, quad pumped), frekuensi (clock speed) prosesor 2667 MHz hingga 3000 MHz, diperlengkapi dengan dukungan teknologi MMX, SSE, SSE2, SSE3, Hyper-Threading, Intel 64 (implementasi intel x86-64), Virtualization Technology dan XD bit (implementasi NX bit). Sebagian prosesor dilengkapi pula dengan dukungan teknologi Intel’s Server EIST.
Prosesor Xeon Paxville MP adalah versi multiprosesor dari Paxville DP. Intel sering menyebut Prosesor Xeon Paxville MP ini dengan sebutan Xeon seri 7000. Pertama kali dirilis pada bulan Desember 2005.
Terdapat 2 varian prosesor Xeon Paxville MP yang diproduksi oleh Intel, yakni prosesor yang memiliki L2 Cache 2048 KB (1024 KB tiap inti), dan prosesor yang memiliki L2 Cache 4096 KB (2048 KB tiap inti). Berikut ini disajikan daftar varian-variannya.

b.Prosesor Xeon MP bernama sandi Tulsa
Prosesor Xeon Tulsa diproduksi dengan teknik fabrikasi 65 nm, merupakan prosesor 64 bit, dual core, yang menggunakan dudukan prosesor tipe soket 604, memiliki FSB 667 MHz hingga 800 MHz, TDP 95 Watt hingga 150 Watt, frekuensi (clock speed) prosesor 2600 MHz hingga 3500 MHz, diperlengkapi dengan dukungan teknologi MMX, SSE, SSE2, SSE3, Hyper-Threading, Intel 64 (implementasi intel x86-64), Virtualization Technology dan XD bit (implementasi NX bit). Chip silikon prosesor Xeon Tulsa berukuran 435 mm2. Sebagian prosesor dilengkapi pula dengan dukungan teknologi Intel’s Server EIST. Prosesor Xeon Tulsa pertama kali dirilis pada tanggal 27 Agustus 2006.
Prosesor Tulsa adalah penerus prosesor Paxville MP. Terdapat 2 jenis prosesor Tulsa, yaitu N dan M. Jenis N memiliki FSB 667 (133 MHz, quad pumped), sedangkan jenis M berjalan pada FSB 800 (200 MHz, quad pumped).
Seluruh varian prosesornya mendukung konfigurasi quad-prosesor maupun octo-processor. Berikut ini disajikan daftar varian-variannya.

Mikroarsitektur Nehalem merupakan platform desain baru yang memiliki banyak perbedaan dan perubahan-perubahan dari mikroarsitektur Inlel Core. Pelaksanaan overclocking terhadap prosesor berbasis mikroarsitektur Nehalem tentulah memerlukan pendekatan atau prosedur yang sedikit berbeda dari prosesor generasi sebelumnyayang masih berbasis pada mikroarsitektur Inlel Core.
Secara umum overclocking terhadap prosesor yang menggunakan sistem LGA775 dapat dilakukan dengan cara meningkatkan nilai frekuensi busnya. Namun, khusus untuk prosesor Extreme Edition, overclocking juga dapat dilakukan dengan cara meningkatkan nilai multiplier (pengali) frekuensi busnya, karena multiplier ini biasanya tidak dikunci oleh perusahaan pembuatnya (unlocked multiplier). Overclocking terhadap memori juga dapat dilakukan dengan cara meningkatkan nilai frekuensi memorinya. Overclocking terhadap prosesor dilakukan secara terpisah dengan overclocking terhadap memori. Hal ini dapat terjadi karena letak memory controller memang terpisah dari prosesor. Memory controller tersebut berada di dalam chipset northbridge. Itulah sebabnya overclocking keduanya dapat dilakukan secara independen (terpisah).
Teknik overclocking pada prosesor berbasis mikroarsitektur Nehalem, misalnya Intel Core i7 yang menggunakan platform LGA 1366, agak berbeda. Hal ini dikarenakan prosesor tersebut dilengkapi memory controller yang terintegrasi di dalamnya serta seri interface baru (QPI) yang terkoneksi ke chipset (IO Hub). Seperti telah dijelaskan sebelumnya bahwa prosesor berbasis mikroarsitektur Nehalem tidak lagi menggunakan bus FSB. Salah satu kunci penting untuk pelaksanaan overclocking terletak pada clock dasar (BCLK) prosesor.
Sebenarnya overclocking mikroprosesor Intel Core i7 dapat dilakukan dengan cara menaikkan BCLK atau multipliernya atau paduan dari keduanya tergantung varian mikroprosesornya.
1.Overclocking mikroprosesor Intel Core i7 Bloomfield
Banyak sekali dilaporkan oleh para pemakai komputer yang menggunakan mikroprosesor Intel Core i7 Bloomfield bahwa prosesor ini dapat dioverclock. Berbagai ulasan mengenai hal ini banyak ditemukan pada media cetak maupun elektronik (internet). Bahkan sebagian dari mereka menduga bahwa multiplier prosesor tersebut tidak ‘dikunci’ (unlock multiplier). Padahal kenyataannya, multiplier prosesor ini benar-benar dikunci oleh Intel.
Walaupun multiplier frekuensi clock mikroprosesor Intel Core i7 920 Bloomfield dikunci, namun, multiplier memori dan northbridge yang terdapat di dalam mikroprosesor tidak dikunci (unlock multiplier). Dengan demikian, overclocking frekuensi mikroprosesor ini dengan cara mengubah nilai multiplier frekuensi clock prosesor, sangat tidak dimungkinkan. Namun, overclocking memori DDR3 dengan cara meningkatkan nilai multiplier memori sampai melebihi nilai standarnya sangat mungkin dilakukan tanpa meningkatkan nilai frekuensi BCLK-nya. Secara resmi telah ditetapkan bahwa spesifikasi standar memori yang kompatibel untuk Intel Core i7 adalah DDR3-800 dan DDR3-1067, namun kenyataannya, mikroprosesor ini mampu mendukung penggunaan memori DDR3 yang memiliki kecepatan lebih tinggi. Seorang pengguna komputer pernah menguji penggunaan memori DDR3-1333, DDR3-1600 dan DDR3-1867 pada unit komputer Intel Core i7 920 Bloomfield, hasilnya menunjukkan sistem komputer tetap mampu berjalan stabil.
Overclocking pada mikroprosesor Intel Core i7 920 dan 940 hanya dapat dilakukan dengan satu cara, yaitu meningkatkan nilai clock dasarnya (BCLK) menjadi lebih besar dari 133 MHz. Patut dicatat bahwa meningkatnya nilai BCLK tersebut secara otomatis akan meningkatkan frekuensi core, memori, dan QPI hingga di atas nilai normalnya. Overclocking bagian core dengan cara meningkatkan nilai multipliernya tidak mungkin dilakukan karena multiplier tersebut dikunci oleh produsennya.
Overclocking pada mikroprosesor Intel Core i7 920 dengan menggunakan motherboard Intel DX58SO Smackover pernah dicoba. Hasil overclocking yang stabil diperoleh pada kisaran nilai overclock 3,5 GHz hingga 4,0 GHz.

1.1.Overclocking Intel Core i7 920 Bloomfield hingga 3,5 GHz
Seorang overclocker mencoba mengoverclock mikroprosesor Intel Core i7 920 Bloomfield (stepping C0) dengan cara meningkatkan nilai BCLKnya, dan mengatur nilai multiplier uncore, DDR3 SDRAM dan QPI lebih rendah dari standar normalnya. Dengan kata lain, mengoverclock BCLK tetapi meng-underclock bagian uncore, DDR3 SDRAM, dan QPI. Voltase core dan uncore tetap dijaga 1,2 Volt yang merupakan nilai standar normalnya. Semua pengaturan nilai ini dilakukan melalui BIOS dengan cara memilih langsung nilai-nilai parameter yang dikendaki. Nilai voltase pada BIOS sengaja tidak diatur Auto, sebab jika dipilih Auto, suatu saat ketika overclocking sedang berlangsung, nilai voltase dapat meningkat secara otomatis diluar kontrol terutama bila sedang mendapat beban kerja yang berat. Pada uji coba ini digunakan motherboard ASUS P6T Deluxe.
Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, fitur EIST dan Turbo Boost di-disable melalui BIOS dan Multiplier CPU dibiarkan tetap pada nilai standarnya (defaultnya) 20x. Multiplier memori diatur 8x, multiplier uncore diatur 16x (dua kali nilai multiplier memori), dan multiplier QPI diatur 18x, sedangkan frekuensi BCLK diatur 175 MHz. Dengan kriteria pengaturan semacam ini, ternyata sistem komputer menampilkan kinerja yang lebih memuaskan dan tetap stabil. Mikroprosesor Intel Core i7 920 yang standar fekuensi clocknya 2,66 GHz tersebut berubah dan mampu bekerja dengan baik pada frekuensi clock yang jauh lebih tinggi, yaitu 3,50 GHz (20 x 175 MHz). Temperature prosesor selama overclocking berlangsung tidak pernah melebihi 74 oC.
1.2.Overclocking Intel Core i7 920 Bloomfield hingga 3,8 GHz
Uji coba terhadap mikroprosesor Intel Core i7 920 Bloomfield yang di-overclock hingga 3,8 GHz dalam keadaan tetap menggunakan motherboard ASUS P6T Deluxe dan memasangkan pendingin (HSF) aslinya, ternyata masih mampu menampilkan kinerja yang tetap stabil selama overclocking berlangsung. Overclocking dilakukan dengan cara meningkatkan frekuensi BCLK hingga 190 MHz, meningkatkan voltase CPU (VCore) dari nilai standarnya 1,2 Volt menjadi 1,35 Volt, voltase uncore ditingkatkan menjadi 1,35 Volt dan voltase CPU PLL diatur menjadi 1,88 Volt. Pengaturan nilai-nilai tersebut dilakukan melalui BIOS seperti disajikan pada gambar berikut.


Dengan kriteria seperti ini temperature CPU selama overclocking berlangsung tidak melebihi 84 oC, masih jauh dari nilai ambang kritisnya, yaitu 100 oC.
Pada uji coba ini dapatlah diketahui bahwa mikroprosesor Intel Core i7 920 stepping C0 dalam kondisi tetap menggunakan HSF aslinya, dapat dioverclock hingga mencapai 3,8 GHz, yang bermakna frekuensi clocknya meningkat 40% lebih tinggi dari frekuensi standarnya tanpa mengakibatkan gangguan kestabilan sistem komputer. Kenaikan temperatur prosesor tidak begitu berarti.
Hasil overclocking dapat lebih baik jika diikuti peningkatan voltase core, QPI, memori, uncore dan lainnya. Jika voltase-voltase tersebut dinaikkan, jenis HSF (pendingin prosesor) yang digunakan harus diperhitungkan. Bila HSF tersebut tidak mampu menjaga temperatur prosesor agar tidak melebihi 100 oC, sebaiknya diganti dengan sistem pendingin yang lebih baik kualitas pendinginannya, karena jika temperatur prosesor melebihi ambang batas kritisnya (melebihi 100 oC) dapat menurunkan kinerja prosesor.

2.Overclocking mikroprosesor Intel Core i7 Extreme Edition Bloomfield XE
Teknik overclocking mikroprosesor Intel Core i7 965XE (Intel Core i7 965 Extreme Edition Bloomfield XE) agak berbeda dengan mikroprosesor Intel Core i7 Bloomfield. Mikroprosesor Intel Core i7 965XE ini dapat dioverclock dengan beberapa cara, yaitu:
Meningkatkan nilai multipliernya, karena multiplier ini tidak dikunci oleh produsennya (unlock multiplier). Tampaknya mikroprosesor Intel Core i7 965XE sengaja disediakan untuk para overclocker dan enthusiast komputer yang menghendaki performa tinggi dan senang melakukan kegiatan overclocking.
Meningkatkan nilai clock dasarnya (BLCK) menjadi lebih besar dari 133 MHz seperti cara overclocking pada mikroprosesor Intel Core i7 Bloomfield.
Kombinasi dari cara pertama dan kedua, yaitu sekaligus meningkatkan nilai multipliernya dan meningkatkan nilai clock dasarnya.

Overclocking mikroprosesor Intel Core i7 965 Extreme Edition Bloomfield XE, yang dipasang pada motherboard Intel DX58SO Smackover, dengan menggunakan cara paduan dari peningkatkan multiplier frekuensi clock hingga 30x dan peningkatan nilai BLCK sebesar 140 MHz, dengan dukungan voltase core (VCore) sebesar 1,4 Volt, menampakkan hasil yang cukup bagus dan stabil bila sistem pendingin yang digunakan cukup memadai (misalnya menggunakan pendingin cair Thermalright Ultra Extreme 1366 CPU Cooler. Paduan dari kedua angka tersebut menghasilkan nilai frekuensi clock prosesor sebesar 4200 MHz, cukup jauh dari standar normalnya yang hanya 3200 MHz (3,2 GHz).

3.Batas toleransi voltase dan temperatur untuk keperluan overclocking
Meningkatkan voltase (overvolting) komponen tertentu menjadi suatu bagian yang tak terpisahkan dan seringkali diperlukan untuk mendukung keberhasilan upaya-upaya overclocking. Dahulu, Ketika seseorang berupaya meng-overclock prosesor yang masih menggunakan sistem LGA775, selalu diikuti upaya untuk meningkatkan voltase core (nilai Vcore), voltase memori, voltase bus prosesor dan voltase chipset. Pengaturan nilai voltase bagian-bagian tersebut hingga melebihi nilai nominal atau nilai standarnya kerapkali mampu meningkatkan kemampuan overclocking suatu sistem komputer. Tindakan selanjutnya yang biasa dilakukan oleh seorang overclocker profesional adalah mengganti sistem pendingin komponen-komponen tadi dengan pendingin yang lebih bagus dan berkualitas tinggi. Patut dicatat di sini bahwa peningkatan voltase komponen-komponen semikonduktor di atas nilai normalnya dapat mengakibatkan peningkatan panas yang dihasilkan oleh komponen semikonduktor tadi. Bila keadaan semacam ini dibiarkan, dapat mengakibatkan kerusakan komponen atau memperpendek usia (umur pakai) komponen.
Upaya yang sama, yaitu upaya meningkatkan voltase komponen-komponen tadi juga diperlukan jika meng-overclock mikroprosesor Intel Core i7. Karena mikroprosesor Intel Core i7 memiliki struktur atau arsitektur yang berbeda, maka cara pengaturan voltasenyapun juga sedikit berbeda. Terdapat empat voltase yang harus diatur jika meng-overclock mikroprosesor Intel Core i7. Keempat voltase tersebut antara lain:
Voltase core prosesor (Vcore)

Besar nilai standar Vcore kususnya bergantung pada model atau spesifikasi prosesor. Prosesor dengan spesifikasi yang berbeda, seringkali nila VCore standarnya juga berbeda walaupun tidak selalu demikian, juntru seringkali sama. Nilai VCore standar untuk mikroprosesor Intel Core i7 biasanya adalah 1,2 Volt, kemungkinan bisa diatur sampai maksimum 1,55 Volt. Peningkatan voltase sampai 1,55 Volt ini harus diikuti penggunaan sistem pendingin yang bagus, misalnya menggunakan sistem water cooling.
Voltase Uncore dari controller QPI dan L3 Cache.

Besar nilai default voltasenya adalah 1,2 Volt. Terdapat kemungkinan voltase ini masih dapat ditingkatkan sampai 1,35 Volt tanpa mengakibatkan kerusakan pada prosesor.
Voltase memori.

Peningkatan voltase memori tampaknya secara langsung tidak mempengaruhi kerja CPU, tetapi mempengaruhi kerja memori atau kemampuan overclocking DDR3 SDRAM serta mempengaruhi kerja memory controller. Intel memberikan peringatan agar tidak meningkatkan voltase memori ini melebihi batas 1,65 Volt karena dapat mengakibatkan kerusakan permanen pada prosesor. Dengan kata lain, pengaturan nilai maksimum untuk voltase memori adalah 1,65 Volt.
Voltase CPU PLL (PLL = Phase Locked Loop)

Pengaturan nilai voltase CPU PLL ini sangat penting untuk mendukung keberhasilan proses overclocking Mikroprosesor Intel Core i7. Nilai standar (default)-nya adalah 1,8 Volt. Intel masing memperkenankan meningkatkan voltase ini hingga 1,88 Volt, karena pada voltase sebesar ini resiko kerusakan prosesor sangat kecil (bahkan dapat dikatakan tanpa membawa resiko kerusakan pada prosesor).
Seperti telah diketahui bahwa overvolting (peningkatan voltase) pada komponen dapat meningkatkan temperatur komponen yang bersangkutan. Oleh karena itu, bila meng-overclock mikroprosesor Intel Core i7, sebaiknya monitoring terhadap temperatur prosesor tetap terus dilakukan. Temperatur maksimum yang diperkenankan untuk mikroprosesor Intel Core i7 sebesar 100 oC. Jika temperatur melebihi nilai tersebut, secara otomatis prosesor akan menurunkan nilai multiplier core hingga 12x. Mekanisme ini berguna untuk menghindari timbulnya panas yang berlebihan yang dapat merusak prosesor. Fitur tersebut sebagai bentuk proteksi prosesor dari bahaya kerusakan akibat overheating (panas yang berlebihan).

Sumber : gpinkom.wordpress.com

Intel Core i7

Setelah pada tulisan kami sebelumnya sudah dibahas mengenai fitur-fitur dan varian dari keluarga Intel Core i7,sekarang kami lanjutkan pembahasan mengenai prosesor Intel yang satu ini.

A.Base clock dan Mutiplier

Clock dasar yang dikenal dengan nama base clock atau disingkat dengan istilah BCLK digunakan untuk mengatur frekuensi berbagai bagian fungsional prosesor, antara lain:
Frekuensi prosesor, yaitu frekuensi (clock speed) setiap core prosesor
Frekuensi northbridge atau bagian uncore. Frekuensi bagian uncore ini disebut juga dengan nama uncore clock yang disingkat dengan istilah UCLK. Di dalamnya termasuk frekuensi L3 Cache dan triple channel memory controller . Frekuensi keduanya ditentukan dan dapat diatur di bagian uncore ini.
Frekuensi memori DDR3.
Frekuensi interface QPI yang menghubungkan prosesor dengan IO Hub.

Selaras dengan kondisi tersebut, keluarga mikroprosesor Intel Core i7 memiliki empat multiplier yang nilainya dapat berbeda satu dengan lainnya, yang secara terpisah digunakan untuk menentukan besarnya frekuensi setiap bagian prosesor tadi. Multiplier tersebut bersifat independen satu dengan lainnya. Lebih jelasnya dapat diilustrasikan sebagai berikut:
Frekuensi (clock speed) CPU atau core ditentukan dari hasil perkalian clock dasar (BCLK) dengan faktor pengali (multiplier) CPU.

Frekuensi Core = BCLK x multiplier core
Frekuensi uncore ditentukan dari hasil perkalian clock dasar (BCLK) dengan faktor pengali (multiplier) uncore.

Frekuensi Uncore = BCLK x multiplier uncore
Frekuensi memori ditentukan dari hasil perkalian clock dasar (BCLK) dengan faktor pengali (multiplier) memori.

Frekuensi Memori = BCLK x multiplier memori
Frekuensi QPI ditentukan dari hasil perkalian clock dasar (BCLK) dengan faktor pengali (multiplier) QPI.

Frekuensi QPI = BCLK x multiplier QPI



Keempat multiplier tersebut bersifat independen. Namun, biasanya nilai multiplier bagian uncore sedikitnya dua kali nilai multiplier memorinya. Berikut ini disajikan nilai standar (default) multiplier bebagai model mikroprosesor Intel Core i7.


Nilai BCLK (clock dasar) ketiga model mikroprosesor Core i7 tersebut adalah sama, yaitu 133 MHz. Sedangkan nominal frekuensi (clock speed) untuk masing-masing bagian (komponen) mikroprosesor bergantung pada model mikroprosesor. Tabel berikut menyajikan nilai (nominal) frekuensi standar masing-masing bagian dari ketiga model mikroprosesor tersebut.


B. Heatsink untuk prosesor Intel core i7
Mikroprosesor Intel Core i7 mempunyai desain pendingin (HSF) tersendiri yang tidak kompatibel dengan model mikroprosesor sebelumnya (Intel Core 2). Begitupun sebaliknya, HSF untuk Intel Core 2 juga tidak kompatibel dengan mikroprosesor Intel Core i7. Dengan kata lain dapat dikatakan, HSF untuk mikroprosesor yang menggunakan soket LGA 775 tidak saling kompatibel dengan HSF untuk mikroprosesor yang menggunakan soket LGA 1366. Namun, produsen-produsen HSF dapat dengan mudah memproduksi HSF baru untuk Intel Core i7 dengan tetap menggunakan desain lama yang telah dimodifikasi sedikit untuk diadaptasikan dengan mikroprosesor Intel Core i7.
Mikroprosesor Core i7 920 Blommfield oleh Intel dijual lengkap dengan pendingin (HSF)-nya. Heatsink tersebut berbentuk kepingan-kepingan atau sirip yang terbuat dari aluminium tersusun melingkar, pada bagian pusat atau tengahnya terbuat dari tembaga. Heatsink ini dilengkapi dengan fan berukuran 90 mm. Heatsink dan Fan (HSF) disangga oleh empat tiang penyangga yang terbuat dari plastik yang dapat dimasukkan ke lubang yang tersedia pada motherboard dan terkunci pada motherboard tadi. Dalam kondisi pemakaian normal dan prosesor tetap bekerja pada spesifikasi standarnya, pendingin ini diketahui cukup efisien mendinginkan dan menjaga prosesor agar temperaturnya tidak melebihi batas toleransinya. Namun, bila prosesor di-overclock, HSF tersebut diragukan kemampuannya dalam menjaga temperatur prosesor, dan sebaiknya diganti dengan pendingin lain yang kualitas pendinginannya lebih bagus untuk mempertahankan kestabilan kerja sistem komputer.



1. Pendingin CPU Noctua NH-U12P
Salah satu jenis pendingin yang diketahui cukup efisien untuk mendinginkan prosesor Intel Core i7 adalah pendingin Noctua NH-U12P. Pendingin ini pernah diuji coba oleh salah satu pengguna komputer (seorang overcocker), dipakai untuk mendinginkan mikroprosesor Intel Core i7 yang telah di-overclock, ternyata memberikan hasil yang tidak mengecewakan, efektif dalam menjaga suhu prosesor.



Seperti telah diketahui bahwa pendingin prosesor (CPU cooler) berperanan sangat penting untuk menjaga temperatur prosesor agar tetap berada pada temperatur yang dapat ditoleransi, tidak melebihi 100 oC. Apalagi mikroprosesor yang telah di-overclock, prosesor tersebut lebih cepat menghasilkan panas, sehingga diperlukan sistem pendingin yang lebih bagus, lebih berkualitas yang secara efektif mampu mengendalikan panas yang dikeluarkan oleh prosesor hingga tidak sampai melebihi ambang batas maksimumnya. Bila temperature melebihi batas tersebut (lebih besar dari 100 oC) dapat menghambat kerja prosesor (kinerja menurun), karena prosesor secara otomatis menurunkan frekuensi clocknya dengan cara menurunkan nilai multipliernya sampai temperature prosesor kembali berada pada nilai temperature yang dapat ditoleransi.

C. Chipset X58
Seiring dengan banyaknya perubahan pada mikroprosesor Intel Core i7 yang merupakan kelanjutan dari mikroprosesor pendahulunya, sudah semestinya bila diimbangi dengan chipset yang juga bertektologi baru selaras dengan prosesornya. Untuk itu, bersamaan dengan dirilisnya mikroprosesor Intel Core i7, Intel juga merilis chipset baru sebagai pasangannya pada bulan November 2008. Chipset tersebut bernama Intel X58 dengan nama sandi Tylersburg. Intel menyebut chipset ini dengan istilah IO Hub. Chipset tersebut didesain mampu mendukung interface QPI yang digunakan oleh prosesornya. Intel X58 adalah IO Hub yang didesain untuk komputer desktop, serta merupakan IO Hub pertama yang dapat mendukung prosesor berarsitektur QuickPath. Chipset Intel X58 juga merupakan chipset pertama yang dilengkapi dukungan terhadap penggunaan soket B (LGA 1366), dan tidak kompatibel dengan mikroprosesor pendahulunya.
Mikroarsitektur Nehalem melahirkan mikroprosesor baru yang dilengkapi memory controller yang terintegrasi di dalamnya. Dengan arsitektur seperti itu, maka dengan sendirinya chipset Intel X58 yang menjadi pasangannya tidak lagi didesain memiliki memory controller atau interface memori.


Arsitektur QuickPath sangat berbeda dengan arsitektur Intel sebelumnya. Oleh karena itu, peran chipset Intel X58 tidak dapat lagi dipersamakan dengan peran chipset-chipset pendahulunya. Pada motherboard berkonfigurasi single prosesor (memiliki soket tunggal), peran Intel X58 mirip dengan MCH (chipset nortbridge), terutama mengatur hubungan dari tiga arah, yaitu:
Komunikasi dengan prosesor melalui jalur interconnect berkecepatan tinggi
Komunikasi dengan southbridge melalui interface DMI
Komunikasi dengan periperal berkecepatan tinggi melalui PCI-E.

Sebenarnya Intel X58 memiliki dua QPI yang dapat dikoneksikan langsung ke dua prosesor jika motherboard dan spesifikasi prosesornya berkonfigurasi dual prosesor (DP). Antara Intel X58 dengan kedua prosesor tadi akan membentuk koneksi segitiga, karena prosesor DP tersebut juga memiliki dua QPI. Jika Intel X58 dipasangkan mikroprosesor Intel Core i7 yang memang konfigurasinya single prosesor (motherboard-nya mempunyai soket tunggal), maka QPI yang kedua tidak digunakan.

Sumber : gpinkom.wordpress.com

Varian Mikroprosesor Intel Core i7

Keluarga mikroprosesor Intel Core i7 pada saat ini (Maret 2009) masih terdiri dari dua varian, yaitu Intel Core i7 bernama sandi Bloomfield dan Intel Core i7 Extreme Edition bernama sandi Bloomfield XE.
Prosesor Intel Core i7 dilaporkan dapat di-overclock. Proses overclocking prosesor berarsitektur Core i7, khususnya Intel Core i7 Extreme Edition, mirip dengan prosesor AMD Phenom atau lainnya yang desain MCH-nya on die (terintegrasi dalam prosesor). Proses overclocking sangat dimungkinkan atau lebih mudah dilakukan bila dipasang pada motherboard yang menggunakan chipset X58.

A. Mikroprosesor Intel Core i7 bernama sandi Bloomfield
Mikroprosesor Intel Core i7 Bloomfield yang pertama kali diproduksi adalah Core i7 920 berkecepatan 2,66 MHz dan Core i7 940 berkecepatan 2,93 MHz. Keduanya dirilis bersama-sama dengan mikroprosesor Intel Core i7 Extreme Edition 965 XE pada bulan November 2008. Hasil pengujian dengan menggunakan 3Dmark Vantage benchmark, prosesor Core i7 920 maupun Core i7 940 menampilkan kinerja yang lebih bagus dibandingkan prosesor pendahulunya, yaitu Intel Core 2 Extreme QX9770. Hasil pengujian ketiga prosesor tersebut yang tetap bekerja pada kecepatan normalnya, memberikan skor 17,666 untuk prosesor Core i7 940, sedangkan Core i7 920 memperoleh skor 16,294 dan Core 2 Extreme QX9770 mendapatkan skor 13,182.

Keterangan:
Berlaku untuk seluruh model: QPI (QuickPath Interconnect) 1 x 4800 MT/s (4,8 GT/s), L1 Cache 4 x 64 KB, L2 Cache 4 x 256 KB, L3 Cache 8 MB berlaku share (digunakan bersama) untuk semua core, Clock dasar (base clock) 133 MHz, TDP 130 Watt, Vcore 1,2 Volt, di desain menggunakan soket LGA 1366, memory controller 3 x DDR3-800/1066.
Harga ini adalah harga ketika pertama kali dirilis, merupakan harga per unit prosesor untuk kuantiti pembelian 1000 unit prosesor.

Mikroprosesor Intel Core i7 920 dan 940 Bloomfield menggunakan QPI berfrekuensi 2,4 GHz (kecepatan transfer data = 4,8 GT/s) dengan bandwidth per ‘direction’ sebesar 9,6 GB per detik (9,6 GB/s) atau bandwidth per ‘link’ (bidirectional) sebesar 19,2 GB per detik (19,2 GB/s). Sedangkan pada mikroprosesor Intel Core i7 965 Extreme Edition Bloomfield XE menghasilkan bandwidth per ‘direction’ sebesar 12,8 GB per detik atau bandwidth per ‘link’ 25,6 GB per detik.


Gambar Intel Core i7 920 Bloomfield


Gambar dari Intel Core i7 940 Bloomfield

Mikroprosesor Intel Core i7 920 Bloomfield stepping D0 telah banyak beredar di pasaran. Prosesor stepping D0 tersebut menggunakan kode S-Spec SLBEJ, merupakan versi revisi (hasil revisi) dari produk Intel Core i7 920 yang lama (stepping C0, kode s-Spec SLBCH). Prosesor ini dikabarkan memiliki kemampuan overclock yang lebih tinggi dibandingkan Intel Core i7 versi lama tadi.


Mikroprosesor Intel Core i7 920 Bloomfield stepping D0


B. Mikroprosesor Intel Core i7 Extreme Edition bernama sandi Bloomfield XE

Mikroprosesor Intel Core i7 Extreme Edition Bloomfield XE mampu memberikan performa yang lebih bagus daripada Intel Core i7 Bloomfield. Seperti biasanya, perusahaan Intel selalu memproduksi prosesor-prosesor berperforma tinggi yang pemasarannya ditujukan untuk para enthusiast (penggemar berat) komputer. Prosesor berperforma tinggi tersebut seringkali diberinama akhiran Extreme atau Extreme Edition. Tampaknya, mikroprosesor Intel Core i7 Extreme Edition Bloomfield XE termasuk golongan ini, pemasarannya ditujukan untuk para enthusiast (penggemar berat) komputer.
Ketika mikroprosesor keluarga Intel Core i7 pertama kali diproduksi dan dirilis ke pasaran, mikroprosesor Intel Core i7 Extreme Edition Bloomfield XE memiliki nilai clock speed dan QPI yang lebih tinggi dibandingkan mikroprosesor Intel Core i7 Bloomfield. Selain itu, multiplier mikroprosesor Intel Core i7 Extreme Edition Bloomfield XE tidak ‘dikunci’ (unlocked multiplier), sehingga prosesor ini mudah untuk di-overclock maupun di-underclock, baik pada bagian core-nya maupun bagian memori (uncore)-nya.


Keterangan:
Berlaku untuk seluruh model: QPI (QuickPath Interconnect) 1 x 6400 MT/s (6,4 GT/s), L1 Cache 4 x 64 KB, L2 Cache 4 x 256 KB, L3 Cache 8 MB berlaku share (digunakan bersama) untuk semua core, Clock dasar (base clock) 133 MHz, TDP 130 Watt, Vcore 1,504 Volt, di desain menggunakan soket LGA 1366, memory controller 3 x DDR3-800/1066.
Harga ini adalah harga ketika pertama kali dirilis, merupakan harga per unit prosesor untuk kuantiti pembelian 1000 unit prosesor.

Pada tabel daftar prosesor tersebut tercantum besarnya frekuensi (clock) setiap model prosesor. Nilai clock untuk bagian core dan uncore tersebut adalah nilai clock normalnya. Misalnya untuk model prosesor Intel Core i7 Extreme Edition 965 XE, clock ini (bagian core maupun uncore) tidak digaransi oleh Intel. Pernah dilaporkan bahwa bagian core prosesor ini mampu di-overclock dan bekerja hingga kecepatan 5 GHz. Sedangkan bagian memori (uncore)-nya juga dilaporkan mampu bekerja hingga setara DDR3-2000 atau lebih. Informasi lain diperoleh dari IT OC Taiwan yang menyebutkan pernah meng-overclock prosesor tersebut hingga mencapai kecepatan 4,2 GHz dengan cara mengatur kecepatan QPI 200 MHz dan mengatur multiplier menjadi 21x, sedangkan Vcore diatur menjadi 1,72 Volt jauh di atas nilai standardnya 1,25 Volt.

Sumber : gpinkom.wordpress.com

Selengkapnya , berikut ini disajikan sebagian fitur yang merupakan fitur baru yang diimplementasikan pada generasi awal mikroprosesor Intel Core i7.

A. Penggunaan soket B atau soket LGA 1366 (Land Grid Array 1366)
Tipe soket ini merupakan tipe soket baru yang belum ada dan belum pernah digunakan pada prosesor-prosesor sebelumnya. Soket LGA 1366 tidak kompatibel dengan prosesor-prosesor Intel Core2 atau prosesor versi yang lebih lama.


Soket LGA 1366 merupakan generasi penerus dari soket-soket pendahulunya yaitu soket LGA 775 (soket T) di kelas prosesor desktop, dan soket LGA 771 (soket J) di kelas server. Tipe soket ini tepatnya adalah (FC-LGA Flip-chip Lan Grid Array). Soket tersebut tidak memiliki lubang-lubang, tetapi memiliki 1366 pin yang kontak langsung dengan permukaan bawah mikroprosesor. Ukuran pin pada soket LGA 1366 lebih kecil dibandingkan ukuran pin soket LGA 775. Mikroprosesor Intel Core i7 yang dirilis pada bulan November 2008 adalah mikroprosesor pertama yang didesain menggunakan soket LGA 1366. Sebenarnya, yang menggunakan soket LGA 1366 tidak hanya Intel Core i7 saja, mikroprosesor Intel Xeon seri 5500 (prosesor server) juga menggunakan soket ini.
Intel mendesain soket LGA 1366 dengan struktur yang lebih kuat dibandingkan soket-soket sebelumnya. Di permukaan bawah motherboard yang letaknya tepat di bawah soket, dilengkapi plat metal yang terhubung dan mengikat kuat soket yang ada di permukaan atas motherboard. Dengan demikian, motherboard maupun soket tidak akan mudah rusak akibat beban dan getaran kuat dari pendingin atau kipas prosesor. Soket ini juga dirancang sedemikian rupa sehingga mekanisme pemasangan mikroprosesor ke soketnya dapat dilakukan lebih mudah. Soket LGA 1366 berukuran 60 mm x 82 mm.
Batas beban mekanik maksimum yang dapat ditoleransi oleh soket LGA 1366 disajikan pada tabel berikut.


Jika beban mekanik yang melebihi batas maksimum, dapat merusak prosesor, prosesor mati atau tidak dapat digunakan lagi. Beban yang melebih batas tersebut dapat terjadi pada saat pemasangan heatsink, kondisi pengepakan, ataupun pada saat digunakan. Oleh karena itu sebaiknya hindari penggunaan heatsink yang memiliki beban di luar standar normalnya, dan saat pemasang heatsink harus dilakukan dengan hati-hati.

B.Penerapan teknologi Integrated Memory Controller (IMC)
Intel mulai mengaplikasikan integrated memory controller (on-die) pada prosesor. Dengan demikian, memori terkoneksi langsung ke prosesor. Hal ini dapat mempersingkat waktu yang diperlukan untuk transmisi data/informasi dari memori ke prosesor atau sebaliknya. Pada prosesor pendahulunya (Intel Core2 atau versi sebelumnya), memori tidak terkoneksi langsung ke prosesor karena memory controller tidak diintegrasikan pada prosesor, tetapi diintegrasikan pada chipset (northbridge atau MCH, misalnya chipset X38, X48, P45 dan sebagainya), sehingga arus data/informasi harus melalui chipset dahulu sebelum ke prosesor, sehingga diperlukan waktu yang lebih lama untuk transmisi data dari memori ke prosesor atau sebaliknya.
Perlu diketahui bahwa jika memory controller berada pada chipset, maka kemampuan tranmisi data/informasi dari memori ke prosesor sangat bergantung kepada kemampuan chipset. Sebaliknya, bila memory controller diintegrasikan pada prosesor (seperti pada mikroprosesor Intel Core i7), maka secara teoritis kerja chipset menjadi lebih ringan dan tranmisi data dari memori ke prosesor akan berlangsung lebih cepat karena tidak perlu lagi melalui chipset northbridge.



Komponen memory controller yang terintegrasi dalam prosesor ini disebut dengan istilah ‘bagian uncore’ yang bekerja dengan kecepatan yang berbeda dengan bagian core-nya. Frekuensi (kecepatan clock) pada bagian uncore ini disebut dengan istilah uncore clock. Sedangkan kecepatan clock dari bagian core-nya sendiri disebut core clock.
Perubahan besar yang mencolok pada mikroprosesor berbasis mikroarsitektur Nehalem ini dibandingkan generasi mikroprosesor sebelumnya memang terletak pada integrated memory controller (IMC) tadi. Dengan mengaplikasikan arsitektur seperti ini, dapat memperkecil resiko terjadinya ‘bottleneck’ atau kemacetan komunikasi antara prosesor dengan QPI. Sebenarnya, arsitektur semacam ini bukanlah hal yang baru. Intel bukanlah perusahaan pertama yang menerapkan teknologi tadi, karena setahun sebelumnya (tahun 2007) AMD telah mendahului menerapkan arsitektur tersebut pada mikroprosesor produksinya, yaitu AMD Athlon dan Phenom.
Dukungan prosesor Intel Core i7 terhadap penggunaan memori, antara lain:
Prosesor Intel Core i7 hanya mendukung penggunaan memori DDR3 dan tidak mendukung penggunaan memori tipe ECC
Menyediakan fitur three channel memory (3 channel DDR3 1066/1333 MHz memory). Setiap channel dapat mendukung satu atau dua DIMM DDR3. Motherboard-motherboard untuk prosesor Intel Core i7 umumnya memiliki tiga slot DIMM, empat (3+1) slot DIMM, atau enam slot DIMM. Pada sebagian motherboard, bandwidth channel dapat diatur melalui menu yang tersedia pada BIOS dengan cara memilih atau mengatur (setting) besarnya nilai multiplier memori. Sebenarnya, penerapan teknologi memori triple channel pada mikroprosesor Intel Core i7 masih belum memberikan efek yang signikan pada peningkatan kinerja atau performa komputer.

Walaupun mikroprosesor Intel Core i7 tidak mendukung penggunaan memori tipe ECC, kenyataannya beberapa motherboard kelas atas (high end) tetap memberikan dukungan terhadap penggunaan memori tipe ECC. Namun, hal ini tidaklah menjadi masalah karena dukungan terhadap memori ECC tersebut hanya dapat aktif berfungsi bila prosesornya dilengkapi fitur dukungan terhadap memori tipe ECC.

C. Teknologi Intel QuickPath Interconnect
Pada komputer tradisional, komunikasi antara prosesor dengan memori dilakukan melalui Front Side Bus (FSB) eksternal yang bekerja secara bi-directional. Seluruh tranmisi atau transfer data dan instruksi dilakukan melalui bus ini. FSB tersebut menjadi titik koneksi pusat yang menghubungkan prosesor dengan chipset yang mengandung memory controller hub, dan bus-bus lain seperti misalnya PCI, AGP atau lainnya Pada komputer tradisional, peristiwa bottleneck tak jarang terjadi. Peristiwa ini seringkali disebabkan karena prosesor atau salah satu core dari prosesor, tidak cepat memperoleh data dalam jumlah yang mencukupi. Yang dimaksud dalam kasus ini tentulah data atau instruksi yang berasal dari memori. Dengan demikian, peran memori menjadi sangat penting, secara teoritis dapat dikatakan bahwa semakin cepat prosesor mendapatkan transfer data dan instruksi dari memori, semakin bagus performa komputer.
Intel, tampaknya menyadari hal ini dan mengetahui cara menciptakan prosesor yang lebih bertenaga dan mampu memberikan performa tinggi, perlu ada jaminan bahwa aliran data antar komponen yang berbeda harus berlangsung lebih lancar dan cepat. Untuk mendapatkan prosesor semacam ini, Intel mulai meng-upgrade arsitektur prosesornya, hingga akhirnya lahirlah teknologi QuickPath Interconnect.
Pada arsitektur QuickPath, memory controller tidak lagi terdapat di dalam chipset, tetapi menyatu (integrated) di dalam mikroprosesor. Setiap prosesor memiliki memory controller. Setiap core dapat langsung mengambil data dari memory controller. Arsitektur ini menyediakan sistem koneksi berkecepatan tinggi (high speed connection) antar seluruh komponen. Itulah sebabnya teknologi ini disebut QuickPath Interconnect (kurang lebih bermakna interkoneksi dengan megunakan jalur berkecepatan tinggi).
Keberadaan memory controller yang menyatu di dalam prosesor dan koneksi berkecepatan tinggi inilah yang menjadi perbedaan utama antara arsitektur QuickPath dengan arsitektur prosesor pendahulunya. Dengan alasan itu pula yang mengakibatkan prosesor yang menggunakan arsitektur QuickPath tidak kompatibel dipasangkan pada motherboard tipe lama. Prosesor ini hanya dapat dipasangkan pada motherboard yang mendukung teknologi QuickPath Interconnect.
Mikroprosesor Intel Core i7 tidak menggunakan Front Side Bus lagi, sebagai gantinya menggunakan interface Intel QuickPath Interconnect. Oleh karena itu, motherboard yang digunakan untuk pasangan mikroprosesor Intel Core i7 haruslah motherboard yang menggunakan chipset yang memiliki dukungan fitur QuickPath Interconnect. Hal inilah yang juga menjadi salah satu sebab yang mengakibatkan mikroprosesor Intel Core i7 tidak kompatibel dengan motherboard lama yang biasa digunakan untuk mikroprosesor Intel Core2. Faktor lain penyebab ketidakkompatibelan ini adalah tipe soket yang digunakan. Desain soket untuk mikroprosesor Intel Core2 berbeda dengan desain soket untuk mikroprosesor Intel Core i7.
Jika Front Side Bus (FSB) adalah jalur tranmisi data antara prosesor, chipset, kemudian diteruskan ke memori, maka QuickPath Interconnet adalah jalur data antara prosesor dengan IO Hub (Input-Output Hub). IO Hub ini bertugas sebagai jalur input dan output data dari seluruh sistem. Dengan kata lain dapat dijelaskan bahwa Intel QuickPath Interconnect adalah teknologi interkoneksi antara prosesor dengan IO Hub. Contoh sederhananya adalah interkoneksi antara Intel Core i7 dengan chipset X58 yang terpasang pada motherboard berkonfigurasi single prosesor. Contoh lain yang lebih komplek (pada motherboard berkonfigurasi multiprosesor), QuickPath Interconnect akan menghubungkan komponen-komponen misalnya beberapa prosesor, beberapa IO Hub, atau routing Hub, serta mengijinkan komponen-komponen tersebut saling mengakses satu dengan lainnya via jaringan kerja (network) dalam sebuah motherboard. Teknologi tersebut mulai diaplikasikan pada mikroprosesor berarsitektur Nehalem. Seperti telah disinggung sebelumnya bahwa Intel tidak menggunakan lagi teknologi Front Side Bus seperti yang diterapkan pada mikroprosesor Intel Core 2 atau generasi mikroprosesor sebelumnya. Sebagai penggantinya digunakan teknologi QuickPath Interconnect (QPI). Teknologi ini dikembangkan oleh Intel untuk bersaing dengan teknologi HyperTransport. Prosesor pertama yang menggunakan teknologi ini adalah keluarga mikroprosesor Intel Core i7 yang terdiri dari Intel Core i7 Bloomfield dan Intel Core i7 Extreme Edition Bloomfield XE yang dirilis pada bulan November 2008. Sebelum nama ‘Intel QuickPath Interconnect’ diumumkan, Intel menyebutnya dengan nama ‘Common System Interface’ atau ‘CSI.’
Kecepatan transmisi data QuickPath Interconnect berkisar antara 4800 MT/s (Mega Transfer per second – Juta Transfer per detik) sampai 6400 MT/s, jauh lebih tinggi dibandingkan teknologi Front Side Bus yang memiliki kecepatan tranmisi maksimum 1600 MT/s. Perbedaan kecepatan tersebut dikarenakan kecepatan memory controller yang terintegrasi pada prosesor (berbasis mikroarsitektur Nehalem) lebih efektif dibandingkan memory controller yang terintegrasi pada nortbridge (berbasis mikroarsitektur Intel Core atau sebelumnya).
Kecepatan tranmisi data yang ditampilkan oleh teknologi QuickPath Interconnect ini juga lebih tinggi dibandingkan teknologi HyperTransport yang biasa dipakai pada mikroprosesor AMD. Kecepatan HyperTransport yang menggunakan teknologi DDR, maksimum 2600 MHz yang setara dengan 5200 MT/s.
Hingga kini (Maret 2009), mikroprosesor Intel Core i7 diketahui tidak didesain untuk motherboard yang memiliki konfigurasi multiprosesor, karena mikroprosesor ini hanya memiliki satu interface QuickPath.

D. Penggunaan tiga level cache memory (L1 Cache, L2 Cache dan L3 Cache)
Kapasitas cache memory yang diaplikasikan pada mikroprosesor Intel Core i7 berbeda dengan mikroprosesor Intel generasi sebelumnya. Mikroprosesor Intel Core i7 mempunyai 3 level cache memory. Berikut ini kapasitas masing-masing level cache memory:
L1 Cache sebesar 64 KB per core yang terdiri dari 32 KB untuk cache instruksi dan 32 KB untuk cache data.
Kapasitas L2 Cache sebesar 256 KB per core (gabungan untuk cache instruksi dan data).
Serta L3 Cache (Intel Smart Cache) sebesar 8 MB (gabungan untuk cache instruksi dan data) yang dapat digunakan bersama untuk semua core (berlaku ‘share’ untuk semua core).

Dibandingkan dengan mikroprosesor pendahulunya, misalnya Core 2 Quad Yorkfield, terdapat perbedaan yang mencolok pada L2 cache-nya. Core 2 Quad Yorkfield memiliki L2 cache hingga 12 MB yang berlaku ‘share’ (bisa dipakai bersama untuk semua core). Sedangkan Intel Core i7 memiliki L2 cache sebesar 256 KB untuk setiap core yang hanya dapat dipakai sendiri oleh core yang bersangkutan. Untuk menutupi kecilnya L2 cache ini Intel menambahkan L3 cache sebesar 8 MB yang berlaku ‘share.’ Kondisi ini mirip dengan prosesor server AMD Opteron Barcelona.

E. Komponen prosesor dikemas dalam satu kemasan (single die device)
Bagian-bagian mikroprosesor yang terdiri dari keempat core prosesor, memory controller, dan seluruh cache dikemas dalam satu kemasan (single-die device). Bagian-bagian prosesor tadi tidak dikemas terpisah satu dengan lainnya, tetapi dikemas menyatu dalam satu kemasan (satu die) di dalam mikroprosesor.

F. Teknologi Hyper-Threading
Setiap core dilengkapi fitur teknologi Hyper-threading. Dengan adanya teknologi ini setiap core-nya dapat memproses dua thread instruksi sekaligus dalam waktu yang bersamaan secara simultan. Mikroprosesor Intel Core i7 merupakan prosesor quad core, dengan demikian sebuah prosesor Intel Core i7 memiliki 8 thread yang mampu bekerja secara simultan. Keadaan ini dapat meningkatkan kinerja aplikasi dan multitasking. Dengan demikian, jika mikroprosesor ini diperiksa menggunakan OS (Operating System, misalnya Windows Vista), akan memberikan informasi bahwa mikroprosesor ini memiliki 8 core logic atau 8 CPU walaupun sebenarnya secara fisik hanya memiliki 4 core. Tambahan 4 core tadi diperoleh akibat dari penerapan teknologi Hyper-threading.
Sebenarnya, teknologi Hyper-Threading bukanlah teknologi baru. Teknologi ini pernah diaplikasikan pada mikroprosesor yang berbasis mikroarsitektur NetBurst, yaitu mikroprosesor single core Intel Pentium 4 (Intel Pentium 4 HT dan Intel Pentium 4 Extreme Edition) dan mikroprosesor dual core Intel Pentium Extreme Edition. Namun, teknologi Hyper-threading ini tidak digunakan lagi pada mikroprosesor generasi selanjutnya, yaitu pada mikroprosesor berbasis mikroarsitektur Intel Core, dan baru diterapkan kembali pada mikroprosesor Intel Core i7 yang berbasis pada mikroarsitektur Nehalem. Teknologi Hyper-Threading dikenal pula dengan nama simultaneous Multi Threading (SMT).

G. Teknologi proses produksi 45 nm
Mikroprosesor Intel Core i7 diproduksi menggunakan teknologi fabrikasi 45 nm, dan Hi-K metal-gate, mempunyai ukuran luasan core (die size) 263 mm2, mengandung 731 juta transistor, mampu mendukung set instruksi SSE4.1 dan SSE4.2. Keberadaan SSE4 ini mampu meningkatkan kinerja prosesor, terutama aspek multimedia dapat menjadi lebih baik.

H. Power Management
Mikroprosesor Intel Core i7 dilengkapi fitur pengaturan daya (power management) yang cukup bagus, mampu mengkondisikan core yang sedang tidak digunakan pada mode ‘zero power.’

I. Intel Turbo Boost Technology
Mikroprosesor berbasis mikroarsitektur Nehalem ini, dilengkapi fitur Intel Turbo Boost Technology. Intel Turbo Boost adalah teknologi yang memungkinkan setiap core secara otomatis berjalan pada clock yang lebih tinggi dari spesifikasinya apabila sedang bekerja menjalankan program aplikasi single-thread, sehingga prosesor akan menampilkan kinerja yang sama baiknya dengan aplikasi yang telah multithread. Clock dasar mikroprosesor keluarga Intel Core i7 adalah 133 MHz. Dengan dukungan teknologi Turbo Boost, seluruh core yang aktif mampu memacu atau meningkatkan clocknya sendiri melebihi desain clock rate normalnya. Kondisi seperti ini memang sangat bagus untuk aplikasi single thread.
Lebih jelasnya, dapat dikatakan bahwa teknologi ini membuat core prosesor secara otomatis mampu bekerja lebih cepat dari kecepatan (frekuensi clock) standarnya selama daya, tegangan, dan temperatur prosesor tetap berada di bawah batas maksimumnya. Peningkatan frekuensi clock ini berlangsung terus secara dinamis dengan interval kenaikan 133 MHz sampai mencapai nilai maksimumnya. Frekuensi clock maksimum yang mampu dicapai akibat penerapan teknologi Intel Turbo Boost bergantung pada banyaknya core yang aktif saat itu. Namun, jika daya, tegangan atau temperatur prosesor melebihi batas toleransi maksimumnya, frekuensi clock prosesor berangsur-angsur menurun dengan interval 133 MHz sampai daya, tegangan atau temperatur prosesor kembali berada di bawah batas maksimumnya.
Dapat pula dikatakan bahwa secara implisit Turbo Boost adalah kemampuan prosesor untuk meningkatkan multiplier frekuensinya hingga di atas nilai nominalnya (nilai standarnya) selama kebutuhan atau konsumsi energinya tidak melebihi 130 Watt. Bila bekerja menggunakan single core, interval peningkatan multiplier mikroprosesor Intel Core i7 adalah 2. Bila bekerja menggunakan semua core, interval peningkatan multipliernya adalah 1.
Dalam aktivitasnya, teknologi Turbo Boost berhubungan langsung dengan multiplier frekuensi clock prosesor dan teknologi Enhanced Intel SpeedStep (EIST). Teknologi Turbo Boost (mode Turbo) hanya dapat diaktifkan bila teknologi Enhanced Intel SpeedStep sedang dalam kondisi aktif. Kedua teknologi ini dapat diaktifkan (di-enable) atau di-non-aktifkan (di-disable) melalui setup BIOS yang ada pada motherboard. Perlu pula dicatat bahwa teknologi Hyper-Threading dan teknologi Turbo Boost, keduanya bersama-sama meningkatkan performa/kinerja multi-thread dan single thread.

J. Intel HD Boost
Teknologi Intel HD Boost berfungsi memperbaiki atau meningkatkan kinerja prosesor yang berkaitan dengan aspek aplikasi multimedia dan perhitungan-perhitungan yang bersifat intensif.

K. Thermal Design Power (TDP)
Thermal Design Power (TDP) mikroprosesor Intel Core i7 adalah 130 Watt. Bila prosesor mengkonsumsi daya melebihi batas ini (130 Watt), maka prosesor dengan sendirinya akan menurunkan konsumsi daya listriknya hingga tidak melebih batas tersebut. Menu BIOS pada motherboard-motherboard baru banyak yang menyediakan opsi (pilihan) untuk fitur ini, apakah fitur tersebut perlu diaktifkan (enable) atau di-non-aktifkan (disable).

Sumber : gpinkom.wordpress.com

Intel Core i7 adalah nama salah satu keluarga mikroprosesor desktop golongan x86-64 produksi Intel Corporation. Mikroprosesor ini berbasis mikroarsitektur Intel Nehalem, dan memang merupakan bagian dari platform Nehalem. Hingga bulan April 2009 seluruh prosesornya merupakan model prosesor quad core (memiliki empat core), ditujukan untuk pangsa pasar high end desktop. Intel masih mencantumkan nama resmi ‘Core’ pada prosesor ini sebagai kelanjutan dari brand ‘Core’ sebelumnya. Kehadirannya menggantikan kedudukan keluarga prosesor pendahulunya yang dikenal dengan nama Intel Core2. Mikroprosesor keluarga Intel Core i7 yang pertama kali diproduksi diberi nama sandi (corenamed) Bloomfield, dibuat di Costa Rica dan dirilis pertama kali pada tanggal 17 November 2008. Fabrikasi mikroprosesor ini juga dilakukan di Arizona, New Mexico dan Oregon. Seluruh mikroprosesor Bloomfield ini diproduksi menggunakan teknik fabrikasi 45 nm, dilengkapi set instruksi (instruction set) x86, x86-64, MMX, SSE, SSE2, SSE3. SSSE3, SSE4.1 dan SSE4.2, serta fitur-fitur EIST, Intel 64, Xdbit, TXT, Intel VT, Hyper-Threading, Turbo Boost, QPI, Smart Cache, HD Boost. Mikroprosesor Intel Core i7 Bloomfield didesain menggunakan soket B yang dikenal pula dengan nama soket LGA 1366. Frekuensi (clock rate) mikroprosesor yang diproduksi berkisar 2,66 GHz hingga 3,2 GHz.

Fitur-fitur mikroprosesor Intel Core i7
Mikroprosesor berbasis mikroarsitektur Nehalem memiliki banyak tambahan fitur-fitur baru yang berbeda atau bahkan belum terdapat pada mikroprosesor pendahulunya (brand Intel Core2). Fitur-fitur tersebut berperanan penting dalam upaya peningkatan performa komputer. Sebagian diantaranya telah diaplikasikan pada mikroprosesor Intel Core i7.
Secara dinamis arsitektur mikroprosesor ini mengelola core, thread, interface dan daya yang dikonsumsi prosesor. Setiap core didesain mampu menjalankan dua thread sekaligus secara simultan. Dengan demikian, prosesor quad core ini mampu menjalankan delapan thread sekaligus secara simultan. Prosesor high end yang berbasis mikroarsitektur Nehalem tersebut dilaporkan memiliki bandwidth hingga mencapai empat kali lipat bandwidth prosesor Intel Core 2 atau Intel Xeon. Temperatur prosesor saat kondisi idle dilaporkan sekitar 40 oC, sedangkan saat bekerja dapat mencapai 50 oC hingga 60 oC bila tetap bekerja pada kecepatan dan sistem pendingin standarnya.
Fitur kunci atau fitur utama yang menjadikan mikroprosesor Intel Core i7 memiliki performa jauh lebih tinggi dari mikroprosesor sebelumnya adalah:
▫ Intel Hyper-Threading Technology
▫ Intel Turbo Boost Technology
▫ Intel Smart Cache berkapasitas 8 MB yang berlaku share
▫ Intel QuickPath Interconnect
▫ Memory controller yang terintegrasi di dalam prosesor dengan dukungan triple channel memori DDR3
Selengkapnya, akan kita bahas pada bagian selanjutnya sebagian fitur yang merupakan fitur baru yang diimplementasikan pada generasi awal mikroprosesor Intel Core i7.

Sumber : gpinkom.wordpress.com

Sampai dengan bulan April 2009, Intel telah memproduksi beberapa varian mikroprosesor Intel Atom, yaitu:
Mikroprosesor nettop single core Intel Atom bernama sandi Diamondville
Mikroprosesor nettop dualcore Intel Atom bernama sandi Diamondville
Mikroprosesor netbook single core Intel Atom bernama sandi Diamondville
Mikroprosesor MID (UMPC) single core Intel Atom bernama sandi Silverthorne.

Seluruh varian ini diproduksi menggunakan teknologi fabrikasi 45 nanometer. Sebenarnya, penggunaan nama sandi (codenamed) Diamondville dan Silverthorne untuk mikroprosesor Intel Atom, telah diumumkan oleh Intel pada tanggal 2 Maret 2008 (sebulan sebelum mikroprosesor Intel Atom dirilis untuk pertama kalinya).
Seperti terlihat di atas, bahwa mikroprosesor Intel Atom Diamondville untuk nettop terbagi menjadi dua versi, yaitu versi single core dan versi dual core. Masing-masing memiliki spesifikasi yang berberda.

A. Mikroprosesor nettop single core Intel Atom bernama sandi Diamondville


Mikroprosesor Intel Atom 230 Diamondville

Mikroprosesor Intel Atom Diamondville untuk nettop versi single core diberi kode nomor seri 2xx, sehingga disebut Intel Atom seri 200. Mikroprosesor yang pertama kali dirilis tanggal 3 Juni 2008 adalah Intel Atom 230. Luasan core (die size) mikroprosesor ini adalah 25,96 mm2. Luasan mikroprosesornya sendiri (package size) adalah 22 mm x 22 mm. Mikroproprosesor tersebut didesain menggunakan soket Micro FCBGA (437 pin), mendukung penggunaan teknologi MMX, SSE, SSE2, SSE3, SSSE3, Intel 64, XDbit, dan teknologi Hyper-Threading. Nilai VCore-nya 0.9 – 1,1625 Volt dengan TDP 4 Watt. Sayangnya, mikroprosesor tersebut tidak dilengkapi teknologi Intel VT ataupun SSE4.
Pembuatan mikroprosesor ini, selain dirancang untuk nettop, juga dimaksudkan untuk netbook. Di pasaran, ditemukan beberapa produk netbook yang menggunakan mikroprosesor Intel Atom 230 Diamondville.

A.1. Chipset untuk mikroprosesor single core Intel Atom Diamondville
Intel juga memproduksi beberapa tipe chipset untuk dipasangkan dengan mikroprosesor Intel Atom 230. Chipset-chipset tersebut antara lain:
Intel 945GC Express dengan 82801 GB I/O Controller Hub 7 (ICH7)
Intel 945GC Express dengan 82801 GDH I/O Controller Hub 7 (ICH7DH)
Intel 945GC Express dengan 82801 GR I/O Controller Hub 7 (ICH7R)

Nilai TDP ketiga chipset tersebut 29,5 Watt. Nilai ini didasarkan pada nilai maksimum pada kondisi yang tidak menguntungkan. Nilai TDP yang sesungguhnya dapat lebih kecil dari nilai yang disebutkan, terutama jika I/O untuk chipset tidak seluruhnya digunakan.

A.2.Motherboard untuk mikroprosesor single core Intel Atom Diamondville
Intel memproduksi motherboard versi desktop untuk mikroprosesor Intel Atom 230 Diamondville. Motherboard yang dilengkapi desain soket micro FCBGA tersebut diberi nama Intel D945GCLF dengan nama sandi Little Falls. Motherboard tersebut menggunakan format mini ITX yang sengaja dirancang untuk mendukung aplikasi internet (komunikasi, belajar dan berseluncur via koneksi internet), berbentuk lebih ramping, berbobot ringan, untuk kebutuhan komputer rumahan yang efisien energi. Chipset northbridge yang digunakan adalah Intel 945GC Express yang dipasangkan dengan chipset southbridge Intel ICH7. Chipset tersebut telah dikenal sebelumnya dan pernah dipasangkan dengan dengan mikroprosesor Intel Core 2 Duo, Pentium Dual Core, Pentium D, Pentium 4 LGA775 dan Celeron D4xx. Pada motherboard disediakan satu slot DIMM berteknologi dual channel untuk DDR2 240 pin yang dapat menampung modul memori DDR2 533 MHz atau DDR2 667 MHz dengan kapasitas maksimum 2 GB. Ukuran motherboard 6,75 x 6,75 inci (17,145 cm x 17,145 cm). Motherboard ini kompatibel dengan power ATX, dilengkapi fitur audio, video, LAN ethernet 10/100, USB 2.0 dan Serial ATA.
Chipset audio yang digunakan adalah Realtek ALC662 audio codec yang mampu mendukung 6 channel audio berkualitas tinggi. Motherboard ini juga menyediakan fasilitas IDE yang dapat mendukung ATA 66, ATA 100, dan Ultra DMA 33.



B.Mikroprosesor nettop dual core Intel Atom bernama sandi Diamondville
Berbeda dengan versi single core-nya, mikroprosesor Intel Atom Diamondville untuk nettop versi dual core diberi kode nomor seri 3xx, sehingga disebut Intel Atom seri 300. Mikroprosesor yang pertama kali dirilis pada tanggal 19 September 2008 adalah Intel Atom 330. Luasan core (die size) mikroprosesor ini adalah 51,92 mm2 (dua kali luasan core versi singlecore-nya). Core prosesor dikemas menjadi dua die yang terletak berdampingan di dalam kemasan prosesor.
Luasan mikroprosesornya sendiri (package size) adalah 22 mm x 22 mm, sama dengan versi single corenya. Mikroproprosesor tersebut juga didesain menggunakan soket Micro FCBGA, mendukung penggunaan teknologi MMX, SSE, SSE2, SSE3, SSSE3, Intel 64, XDbit, dan teknologi Hyper-Threading. Nilai VCore-nya 0.9 – 1,1625 Volt dengan TDP 8 Watt. Kapasitas total L1 cache sebesar 112 KB yang terdiri dari 2×24 KB untuk cache data dan 2×32 KB untuk cache instruksi. Sama seperti versi single corenya, mikroprosesor tersebut juga tidak dilengkapi teknologi Intel VT ataupun SSE4.
Mikroprosesor ini disebut juga dengan nama sandi Dual Diamondville. Nama tersebut merupakan nama tidak resminya. Motherboard mini ITX Intel D945GCLF2 adalah contoh motherboard untuk komputer desktop (nettop) yang telah berisi mikroprosesor Intel Atom 330.

Dibandingkan versi single core-nya (intel atom 230), Intel Atom 330 memang sedikit lebih bagus performanya karena terdapat tambahan sebuah core dan L2 Cachenya menjadi 1024 KB. Terdapatnya fitur hyper-threading mengakibatkan mikroprosesor ini mampu mengerjakan empat thread secara simultan dalam waktu yang sama. Tidak terdapatnya perubahan besar pada performa Intel Atom 330, disebabkan fitur yang lain masih sama dengan versi single corenya.
B.1.Chipset untuk mikroprosesor nettop dual core Intel Atom Diamondville
Intel masih menggunakan pasangan chipset northbridge 945GC dan southbridge ICH7 untuk mendampingi mikroprosesor dual core Intel Atom 330. Sebelumnya, pasangan chipset ini juga digunakan untuk mendampingi mikroprosesor single core Intel Atom 230, yang merupakan pendahulu dari mikroprosesor Intel Atom 330. Berbagai perusahaan produsen motherboard desktop untuk mikroprosesor Intel Atom 230 dan 330, juga menggunakan pasangan chipset ini untuk dirakitkan pada motherboardnya.
B.2.Motherboard untuk mikroprosesor nettop dual core Intel Atom Diamondville
* Motherboard Intel D945GCLF2
Perusahaan Intel juga memproduksi motherboard yang menggunakan soket 437 yang didesain untuk mikroprosesor Intel Atom 330. Motherboard tersebut bernama Intel D945GCLF2. Chipset northbridge yang digunakan adalah 945GC Express sedangkan southbridge-nya ICH7. Fitur-fitur motherboard selengkapnya disajikan pada tabel berikut:

*Motherboard ECS P45GC
Perusahaan produsen motherboard selain Intel juga memproduksi motherboard untuk mikroprosesor dual core Intel Atom 330. Perusahaan ECS (Elitegroup Computer Systems) menawarkan motherboard ECS P45GC lengkap dengan prosesornya (dual core Intel Atom 330 Diamondville). Prosesor ini sudah tersolder menyatu dengan motherboard (on board). Motherboard ECS P45GC menggunakan chipset northbridge Intel 945 GC yang mampu mendukung FSB hingga 533 MHz dan di dalam chipset ini terkandung memory controller DDR2-533. Motherboard ECS P45GC dilengkapi fitur-fitur antara lain:
Chipset video on board Intel GMA950 (Intel Graphics Media Accelerator 950) dengan memori video dinamis maksimum hingga 8 MB,
Sebuah slot DIMM untuk modul memori DDR2-533 atau DDR2-400 dengan kapasitas maksimum 2 GB, serta sebuah slot PCI.
Sebuah header/channel IDE yang dapat digunakan untuk 2 buah IDE
Dua buah header/konektor SATAII
Fast Ethernet LAN 10/100 menggunakan Atheros AR8012 10/100 Mbps PHY.
Chipset audio on board VIA VT1708B, 6 channel High Definition audio CODEC.

*Motherboard desktop MSI IM-945GC
MSI (Micro Star International) adalah salah satu produsen motherboard terkenal yang biasanya memproduksi motherboard-motherboard kelas high end. Perusahaan ini juga memproduksi motherboard desktop untuk mikroprosesor dual core Intel Atom 330 Diamondville dengan format (form factor) mini ITX yang didesain menggunakan soket 437. Motherboard tersebut diberi nama MSI IM-945GC. Chipset northbridge yang digunakan adalah Intel 945GC berpasangan dengan chipset southbridge ICH7. Motherboard ini juga dapat digunakan untuk mikroprosesor single core Intel Atom 230 Diamondville yang merupakan pendahulu dari mikroprosesor dual core Intel Atom 330 Diamondville.
Motherboard desktop MSI IM-945GC memiliki sebuah slot DIMM untuk modul memori DDR2 SDRAM. Memori DDR2 yang sesuai untuk dipasangkan adalah DDR2-533/PC2-4200, DDR2-667/PC2-5300, DDR2-800/PC2-6400. Kapasitas memori yang dapat didukung, maksimum 2GB. Berikut ini disajikan fitur-fitur motherboard desktop MSI IM-945GC.
C.Mikroprosesor netbook single core Intel Atom bernama sandi Diamondville
Mikroprosesor netbook sering pula disebut dengan istilah prosesor sub-notebook, mungkin karena ukurannya yang lebih kecil. Mikroprosesor ini diberi kode N2xx, sehingga sering disebut dengan nama mikroprosesor single core Intel Atom seri N2xx. Mikroprosesor yang pertama kali dirilis adalah Intel Atom N270 pada tanggal 3 Juni 2008, bersamaan dengan dirilisnya mikroprosesor nettop single core Intel Atom 230. Namun, tak lama kemudian, yaitu pada bulan Februari 2009, Intel kembali merilis mikroprosesor single core baru untuk netbook, yaitu Intel Atom N280.
Keberadaan mikroprosesor netbook single core Intel Atom Diamondville sebenarnya telah diumumkan oleh Intel pada tanggal 2 Maret 2008. Pada saat itu, Intel menyatakan bahwa mikroprosesor mobile yang diberi nama sandi Diamondville akan digunakan untuk komputer sekelas netbook. Mikroprosesor ini merupakan jenis prosesor yang murah harganya yang akan dipasangkan dengan motherboard mini ITX (bernama sandi Little Falls) yang juga murah harganya, serta direncanakan akan digunakan pada sejumlah netbook. Intel Atom Diamondville dirilis ke pasaran untuk menggantikan kedudukan prosesor pendahulunya, yaitu Conroe L.
Luasan core (die size) mikroprosesor single core Intel Atom seri N2xx adalah 25 mm2. Sedangkan luasan mikroprosesornya sendiri 22 mm x 22 mm. Didesain menggunakan soket micro FCBGA8 yang memiliki 437 lubang pin. VCore Intel Atom seri N2xx 0,9 – 1,1625 Volt dengan TDP 2,5 Watt. Kebutuhan power rata-rata 600 mW (mili Watt). Temperatur maksimum 90 oC. Kapasitas total L1 cache sebesar 56 KB yang terdiri dari 24 KB untuk cache data dan 32 KB untuk cache instruksi. Mikroprosesor versi netbook ini memang lebih irit terhadap konsumsi energi dibandingkan versi nettop-nya. Sampai dengan Februari 2009, mikroprosesor yang diproduksi berkecepatan 1600 MHz dan 1666 MHz dengan FSB 533 MT/s dan 667 MT/s. Seluruh prosesor yang diproduksi, dilengkapi fitur teknologi MMX, SSE, SSE2, SSE3, SSSE3, EIST (Enhanced Speed Step Technology), XDbit, dan teknologi Hyper-Threading, namun tidak dilengkapi fitur teknologi Intel64 seperti pada versi nettopnya.

C.1.Chipset untuk mikroprosesor netbook single core Intel Atom Diamondville
Pada waktu yang sama, perusahaan Intel juga memproduksi chipset mobile Intel 945GSE Express serta 82801 GBM I/O Controller Hub (ICH7M) yang semula dimaksudkan untuk dipasangkan dengan mikroprosesor Intel Atom N270. Pasangan chipset ini memiliki sistem TDP 11,8 Watt, dan sepenuhnya kompatibel serta mampu mendukung teknologi yang yang dimiliki mikroprosesor Intel Atom N270. Nilai TDP tersebut didasarkan pada nilai maksimum (total TDP mikroprosesor + chipset + I/O Controller) pada kondisi yang tidak menguntungkan. Nilai TDP yang sesungguhnya kemungkinan lebih kecil dari nilai yang disebutkan, terutama jika I/O untuk chipset tidak seluruhnya digunakan.
Selanjutnya, Intel juga meluncurkan chipset baru untuk dipasangkan dengan mikroprosesor Intel Atom Diamondville. Chipset tersebut adalah Intel GN40. Jika dipasangkan dengan mikroprosesor Intel Atom N280, chipset tersebut mampu memberikan performa grafik yang lebih bagus dibandingkan chipset mobile Intel 945GSE Express. Chipset Intel GN40 mampu mendukung penggunaan DirectX 10, H264 dan VC-1 video decoding, serta Shader Model 4.0. Sayangnya, banyak fitur-fitur hardware yang tidak dapat dijalankan di Windows XP karena Windows XP tidak menyediakan driver-nya. Fitur-fitur chipset Intel GN40 dapat berjalan dengan baik pada Windows Vista atau Windows 7, karena kedua jenis Windows ini telah menyediakan drivernya. Contoh netbook yang telah menggunakan chipset ini adalah Asus Eee PC 1004DN.

Intel menjual chipset GN40 dengan harga yang lebih mahal dibandingkan chipset Intel 945GSE. Walaupun chipset Intel GN40 menawarkan performa grafik yang lebih bagus, namun, konsumsi dayanya cukup tinggi. Bila chipset Intel GN40 dipasangkan dengan mikroprosesor Intel Atom N280, nilai TDP-nya dapat mencapai 16 Watt atau mungkin lebih. Bandingkan dengan pasangan chipset Intel 945GSE dengan mikroprosesor Intel Atom N280 yang memiliki TDP hanya 8 Watt. Perbedaan konsumsi daya terlihat sangat nyata atau signifikan yang secara otomatis akan berpengaruh terhadap umur pakai battere. Netbook yang menggunakan chipset Intel GN40, lebih boros energi dan energi yang tersimpan di dalam baterre lebih cepat habis.
C.2.Motherboard untuk mikroprosesor netbook single core Intel Atom Diamondville
*Motherboard IX945GSE
Motherboard IX945GSE didesain menggunakan format (form factor) mini ITX, berukuran 6,69 inci x 6,69 inci (17 cm x 17 cm), dilengkapi soket FCBGA8 yang disediakan untuk mikroprosesor Intel Atom N270 Diamondville yang diproduksi menggunakan teknologi fabrikasi 45 nm. Chipset yang digunakan adalah nortbridge Intel 945GSE berpasangan dengan southbridge ICH7-M. Motherboard ini juga dilengkapi chipset video on board (terintegrasi pada board) Intel GMA 950 (Graphics Media Accelerator 950) yang mampu mendukung penggunaan CRT QXGA yang memiliki resolusi hingga 2048 x 1536 pixel. Pada motherboard tersebut disediakan 1 buah slot untuk modul memori SO-DIMM 200 pin yang mampu menampung modul memori DDR2 533 MHz single channel, non ECC, dengan kapasitas maksimum 2 GB. Chipset Audio on board (integrated) yang digunakan adalah Realtek AL C888 Audio Codec.
*Motherboard ECS 945GCT-D
Contoh lain motherboard untuk mikroprosesor Intel Atom N270 adalah ECS 945GCT-D buatan perusahaan ECS (Elitegroup Computer Systems). Motherboard ini dilengkapi 2 slot DIMM untuk modul memori. Mikroprosesor Intel Atom N270 tersolder langsung pada motherboard (on board).
D.Mikroprosesor single core UMPC Intel Atom bernama sandi Silverthorne
Mikroprosesor single core UMPC (Ultra Mobile Personal Computer) disebut juga dengan nama mikroprosesor MID, dan diberi kode Z5xx sehingga sering juga disebut Intel Atom seri Z5xx. Didesain menggunakan soket micro FCBGA. Luasan core-nya (die size) 25 mm2, sedangkan paket prosesornya (package size) berkuran 13 mm x 14 mm. Ukuran mikroprosesor ini lebih kecil dibanding mikroprosesor Intel Atom versi lainnya. Seluruh model prosesor yang diproduksi memiliki L2 Cache 512 KB dan dilengkapi teknologi MMX, SSE, SSE2, SSE3, SSSE3, EIST (Enhanced Speed Step Technology), XDbit. Sebagian diantaranya ada yang dilengkapi teknologi Hyper-Threading dan Intel VT, ada pula yang tidak (lihat tabel). Namun seluruhnya tidak dilengkapi fitur teknologi Intel64 seperti pada versi nettopnya.
Boleh dikatakan, mikroprosesor UMPC Intel Atom adalah mikroprosesor yang paling hemat energi dibanding versi Intel Atom lainnya. Kebutuhan energi prosesor ada yang hanya 0,65 Watt (Intel Atom Z500), dan pada saat Idle hanya meng-konsumsi 80 mili Watt. Mikroprosesor ini dirilis pertama kali pada tanggal 2 April 2008 dengan kisaran clock speed 800 MHz hingga 1866 MHz.

Keterangan:
Seluruh model dirilis pada tanggal 2 April 2008, besar L2 Cache 512 KB.
Tanda nomor pada setiap model prosesor tidak selalu menggambarkan ukuran performa prosesor, tetapi lebih menggambarkan perbedaan spesifikasi atau fitur yang dimiliki oleh setiap model prosesor.

Keberadaan mikroprosesor Intel Atom Silverthorne ini sebenarnya telah diumumkan oleh Intel pada tanggal 2 Maret 2008, tepat sebulan sebelum dirilis. Saat itu, Intel menyatakan bahwa mikroprosesor ini akan digunakan untuk komputer tipe UMPC/MIDs menggantikan kedudukan komputer pendahulunya, yaitu Intel A100. Setiap core prosesor Silverthorne dikabarkan mengandung 47 juta transistor, memiliki L1 Cache 56 KB (yang terdiri dari 32 KB untuk cache instruksi dan 24 KB untuk cache data), dan L2 Cache sebesar 512 KB.
Chipset yang sesuai dan biasa dipasangkan dengan mikroprosesor Intel Atom Silverthorne adalah chipset US15W. Berikut ini disajikan perbandingan ukuran fisik mikroprosesor untuk notebook, nettop, netbook dan untuk MIDs.

Konsumsi energi sistem komputer Intel Atom
Walaupun mikroprosesor Intel Atom dikenal sebagai prosesor golongan x86 yang hemat daya, ternyata chipset yang digunakan untuk pasangan prosesor ini bukanlah chipset yang hemat daya. Chipset tersebut mengkonsumsi daya yang jauh lebih besar dibandingkan prosesornya. Sebagai contoh, platform Intel Atom N270 yang menggunakan pasangan chipset mobile Intel 945 GSE Express dengan 82801 GBM I/O Controller Hub (ICH7M), memiliki sistem TDP 11,8 Watt. Nilai TDP ini secara individual dapat dirinci sebagai berikut:

Tampak bahwa porsi konsumsi daya untuk mikroprosesor menduduki nilai yang paling kecil, porsi konsumsi daya terbesar justru diambil oleh chipset.
Intel juga diketahui telah menyediakan chipset untuk pasangan mikroprosesor Intel Atom Silverthorne (seri Z5xx) yang biasa digunakan untuk komputer UMPC/MIDs. Chipset tersebut dikenal dengan sebutan Intel System Controller Hub US15W yang memiliki TDP kurang dari 5 Watt.
Perlu diketahui bahwa pada awalnya, motherboard-motherboard untuk mikroprosesor Intel Atom yang beredar di pasaran, yang disediakan untuk konsumen, menggunakan chipset i945G yang memerlukan daya sebesar 22 Watt. Baru pada awal tahun 2009, beberapa perusahaan produsen motherboard mulai memproduksi motherboard yang menggunakan chipset 945 GSE yang dipasangkan dengan mikroprosesor Intel Atom 270. Motherboard tersebut merupakan motherboard dengan chipset yang lebih hemat energi.

***Lampiran Form factor motherboard Mini-ITX
Mini ITX merupakan istilah yang menyatakan bentuk, ukuran, atau format suatu motherboard. Sering disebut juga dengan istilah form factor. Motherboard yang menggunakan form factor mini-ITX biasanya berukuran 17 cm x 17 cm, merupakan motherboard yang hemat energi, konsumsi dayanya rendah (low power). Motherboard ini pertama kali dikembangkan oleh VIA Technologies. Ukuran motherboard mini-ITX sedikit lebih kecil dibandingkan motherboard micro ATX. Dengan menggunakan arsitektur konsumsi daya rendah, motherboard mini ITX dapat menjaga sistem pendinginan secara pasif, mengurangi kebisingan akibat suara putaran kipas pendingin (fan), serta sangat bagus/cocok digunakan untuk sistem home theater.
Motherboard mini-ITX pertama kali diproduksi oleh VIA Technologies pada tahun 2002. Tak lama kemudian beberapa perusahaan produsen motherboard mengikutinya, memproduksi motherboard dengan form factor yang sama atau tidak jauh berbeda dengan motherboard mini-ITX. Perusahaan Intel akhirnya juga memperkenalkan motherboard sejenis (D201GLY) dengan dimensi fisik 6,75 inci x 6,75 inci (171.45 millimeters x 171.45 millimeters) dan disebutnya dengan nama uATX. Berikut ini disajikan dimensi fisik berbagai macam form factor motherboard.


referensi dari : gpinkom.wordpress.com