Selamat bergabung di blog kami

This is default featured post 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Tampilkan postingan dengan label Motherboard. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Motherboard. Tampilkan semua postingan

Di pasaran telah banyak beredar motherboard berbagai merk yang diproduksi untuk pasangan mikroprosesor Intel Core i7. Sebagai contoh, berikut ini disajikan dua jenis (merk) motherboard yang kompatibel dengan mikroprosesor Intel Core i7, yaitu motherboard Intel Extreme DX58SO dan motherboard ASUS P6T Deluxe.

1. Motherboard Intel Extreme DX58SO

Mikroprosesor Intel core i7 920 dan 940 Bloomfield serta Intel core i7 965 Extreme Edition Bloomfield XE adalah contoh prosesor pertama yang menggunakan arsitektur QuickPath. Sejak ketiga mikroprosesor tersebut dirilis ke pasaran, banyak pabrik-pabrik yang mulai menawarkan produk motherboard yang kompatibel dengan ketiga prosesor tadi. Motherboard-motherboard tersebut menggunakan chipset X58 dan memori triple channel DDR3.

Intel juga memproduksi motherboard yang kompatibel untuk mikroprosesor Core i7 920 Bloomfield, Core i7 940 Bloomfield maupun Core i7 965 Extreme Edition Bloomfield XE. Motherboard tersebut bernama Intel DX58SO dengan nama sandi Smackover. Motherboard ini menggunakan chipset Intel X58 Express yang dipasangkan dengan chip southbridge ICH10R. Chip southbridge ICH banyak menyediakan dukungan terhadap berbagai device seperti misalnya video dan audio. Seluruh bus dan komponen yang terpasang, beroperasi menggunakan clock dasar 133,33 MHz.




Pada gambar tersebut terlihat bahwa motherboard Intel DX58SO Smackover tidak dilengkapi port untuk Floppy maupun port untuk IDE. Pada motherboard ini tidak mungkin dipasangkan peralatan (device) untuk floppy maupun IDE. Untuk memasangkan kedua peralatan tadi diperlukan tambahan controller atau convertor. Selain itu, juga tidak terdapat port untuk PS/2 yang biasanya untuk keyboard dan mouse. Motherboard ini tampaknya sengaja didesain untuk menggunakan peralatan-peralatan baru dan meninggalkan peralatan-peralatan lama.

Pada motherboard Intel DX58SO terdapat empat multiplier yang secara menyeluruh mempengaruhi kecepatan sistem. Keempat multiplier tersebut antara lain:
Multiplier untuk kecepatan CPU
Multiplier untuk kecepatan memori
Multiplier untuk kecepatan QPI
Multiplier untuk kecepatan uncore

Multiplier untuk kecepatan CPU, memori dan QPI, disediakan untuk tujuan kemungkinan penggunaan aktivitas overclocking. Sedangkan multiplier untuk kecepatan uncore diaplikasikan untuk device dan tidak mempengaruhi kemampuan kerja (kinerja) prosesor. Keempat multiplier inilah yang mengatur dan pada gilirannya akan menghasilkan performa sistem komputer secara keseluruhan.

Fitur lain yang terdapat pada motherboard Intel DX58SO adalah audio Intel yang terintegrasi pada motherboard, performa grafik yang bertambah bagus, serta interface PCI Express 2.0 yang bandwidthnya dapat mencapai 16 GB/s per port. Data-data dan program aplikasi yang disimpan dalam sistem hard drive, dapat diambil dalam waktu yang cukup cepat. Sistem hard drive dapat mencapai enam port SATA yang memiliki kecepatan transfer data hingga 3 GB/s. Selain itu, juga dilengkapi sarana untuk perangkat penyimpan data eksternal (eSATA). Tampaknya Intel sengaja memproduksi motherboard ini untuk pasangan mikroprosesor core i7 yang dirilis pada bulan November 2008 lalu, selain untuk menghasilkan performa komputer yang cukup tinggi, juga untuk mendukung dan menjamin kestabilan sistem.

1.1.Hasil pengujian pasangan mikroprosesor Intel Core i7 dengan motherboard Intel DX58SO

Hasil pengujian berbagai kalangan yang bersifat independent (uji benchmark) dengan menggunakan program aplikasi seperti uji sistem 3DMark, uji sistem Sandra 2009, uji sistem Everest Ultimate, POC Ray, SuperPi, WinRAR, Crysis, maupun uji World in Conflict, menyebutkan bahwa pasangan mikroprosesor Intel Core i7 dengan motherboard Intel DX58SO menunjukkan nilai performa yang jauh lebih bagus dibandingkan mikroprosesor pendahulunya walaupun telah dioverclock dan dipasangankan dengan motherboard high end sekalipun. Pengujian tersebut meliputi pengujian CPU, memori, uji sistem penyimpan (storage), uji rendering untuk single core maupun quad core, dan uji performa grafik (DirectX). Berikut ini disajikan beberapa informasi tentang hasil pengujian.

Mikorprosesor Intel Core i7 yang dipasangkan pada motherboard Intel DX58SO dibandingkan dengan mikroprosesor pendahulunya, yaitu mikroprosesor Intel X3350 yang frekuensinya telah di-overclock hingga 3,2 GHz dan dipasangkan pada motherboard ASUS P5E3.
Hasil uji sistem CPU menunjukkan bahwa prosesor Intel Core i7 unggul sebesar 40 % di atas prosesor Intel X3350.
Perbedaan yang sangat mencolok terlihat pada hasil test memorinya. Bandwidth memori Intel Core i7 100% lebih tinggi dibandingkan Intel X3350. Hal ini menunjukkan memory controller yang terintegrasi didalam mikroprosesor Core i7 bekerja jauh lebih baik dibandingkan sistem Intel X3350 yang menggunakan memory controller eksternal.
Hasil uji 3DMark menunjukkan skor untuk CPU Intel Core i7 lebih tinggi 5% hingga 10% dibandingkan Intel X3350. Uji 3DMark ini biasa digunakan untuk mengukur seberapa besar efisiensi dan performa sistem ketika digunakan untuk menjalankan game 3 dimensi (3D game).
Hasil uji menggunakan SuperPi menunjukkan prosesor Intel Core i7 menampilkan performa lebih bagus dibandingkan Intel X3350. Pengujian menggunakan SuperPi biasanya digunakan oleh para overclocker dan penggemar berat komputer untuk menguji stabilitas sistem setelah prosesor di overclock.

1.2.Kesimpulan

Arsitektur baru yang diterapkan pada prosesor Intel Core i7 teruji lebih stabil daripada arsitektur tradisional yang digunakan oleh prosesor sebelumnya. Prosesor ini bagus untuk menjalankan aplikasi tiga dimensi, software video, audio, serta diketahui jauh lebih baik dibandingkan prosesor-prosesor produk sebelumnya. Editing video dan grafik dapat diproses lebih halus dengan waktu yang lebih singkat. Software untuk video dan image edisi terakhir yang dikenal dengan nama Adobe CS4 produk raksasa pembuat software Adobe System, dikabarkan kompatibel dengan prosesor Intel Core i7.

Prosesor Intel Core i7 terutama Intel Core i7 Extreme Edition sangat cocok untuk para maniak komputer, penggemar dan pemakai game 3D, overclocker maupun untuk kaum seniman grafik profesional.

1.3.Penjelajahan bios pada Motherboard Intel Extreme DX58SO

Motherboard Intel Extreme DX58SO menggunakan chipset Intel X58 Tylersburg dan bios yang memiliki beberapa fitur tweaking untuk sistem komputer, mulai dari setting QPI, voltase, SLI dan pengaturan sistem power.
Tampilan setting BIOS pada menu ‘Main’


Pada menu MAIN (main = utama) ditampilkan spesifikasi umum sistem komputer. Informasi yang ditampilkan di sini meliputi spesifikasi bios, prosesor, memori, QPI, dan cache memori. Sistem komputer tersebut di atas menggunakan prosesor Intel Core i7 Blooomfield XE berkecepatan (frekuensi) 3,20 GHz, QPI 6,4 GT/s, kecepatan sistem memori 1333 MHz, L2 Cache 256 KB dan L3 Cache 8192 KB (8 MB).

Pada bagian yang tulisannya berwarna biru, dapat diubah nilainya. Melalui menu ‘MAIN’ ini pengguna komputer bisa men-disable atau enable multiple core dan fitur Hyper-Threading, mengganti tanggal, jam, serta memilih bahasa yang digunakan oleh bios. Pada bios ini, bahasa yang digunakan adalah bahasa Inggris, seluruh core diaktifkan, fitur Hyper-Threading juga diaktifkan.
Tampilan setting BIOS pada menu ‘Advanced’


Pada menu ‘Advanced’ ditampilkan opsi (pilihan) BIOS seperti biasanya yang terdapat pada sistem komputer terdahulu (komputer berbasis mikroarsitektur Intel Core). Melalui menu ‘Advanced’ ini dapat dilakukan pengaturan periperal-periperal yang ada dengan cara meng-enable/disable periperal tersebut. Pengaturan drive juga bisa dilakukan melalui pilihan menu ini. Selain itu, juga ditampilkan informasi mengenai boot, serta laporan mengenai keadaan hardware-nya (hardware monitoring) seperti disajikan pada gambar di atas.
Tampilan setting BIOS pada menu ‘Performance’


Sebelum memasuki opsi-opsi yang disediakan pada menu ‘Performance’, akan muncul peringatan seperti tertera pada gambar di atas yang maknanya kurang lebih:

Peringatan: Pengubahan nilai frequensi clock dan/atau voltase kemungkinan dapat menimbulkan

(i) menurunkan stabilitas sistem, kemampuan sistem dan prosesor

(ii) mengakibatkan kegagalan prosesor dan komponen sistem lainnya

(iii) mengakibatkan pengurangan dan penurunan performa prosesor dan sistem

(iv) mengakibatkan kerusakan tambahan

(v) mempengaruhi (bisa merusak) integritas (keutuhan) data

Intel tidak menguji dan tidak menggaransi prosesor yang dioperasikan melebihi spesifikasinya.

Oleh karena itu, pengubahan nilai frekuensi clock terutama overclocking dan voltase harus dilakukan dengan cermat dan perhitungan yang matang untuk menghindari kerusakan, kerugian atau akibat-akibat seperti tertera pada peringatan tersebut. Kerusakan akibat pengubahan nilai frekuensi clock dan voltase, tidak digaransi oleh Intel.

Setelah peringatan ini tampil di layar, selanjutnya dapat diteruskan menampilkan opsi-opsi (pilihan) yang merupakan submenu dari menu ‘Performance’, yang berguna untuk mengatur performa sistem komputer. Menu utama ‘Performance’ memiliki submenu seperti tertera pada gambar (tampilan) berikut:


Filesafe Watchdog

Submenu ‘Filesafe Watchdog’ sebaiknya diatur enable. Dengan demikian, bila komputer mengalami permasalahan booting, ‘Filesafe Watchdog’ akan mengembalikan BIOS pada aturan defaultnya. Fitur ini diketahui mampu bekerja dengan baik. Itulah sebabnya disarankan agar selalu meng-enable fitur ini.

Host Clock Frequency Override

Submenu ‘Host Clock Frequency Override’ digunakan untuk mengatur nilai clock dasar CPU (BCLK atau base clock prosesor). Bila opsi submenu ini diatur Automatic, maka CPU akan menggunakan nilai clock dasar standar default-nya. Untuk mikroprosesor Intel Core i7 920, Intel Core i7 940 dan Intel Core i7 965 XE, nilai clock dasarnya adalah 133 MHz. Pada kondisi seperti ini upaya overclocking dengan cara meningkatkan nilai clock dasarnya tidak dapat dilakukan.

Khususnya, bila ingin meng-overclock mikroprosesor Intel Core i7 920 dan Intel Core i7 940, pada submenu ‘Host Clock Frequency Override’ harus dipilih opsi manual, jangan Automatic, maka di layar monitor akan ditampilkan informasi mengenai besarnya nilai clock dasarnya sebagai berikut:


Nilai BCLK ini bisa ditentukan sendiri besarnya. Overclocking prosesor dapat dilakukan dengan cara meningkatkan nilai BCLK-nya.

Mikroprosesor Intel Core i7 965 XE juga dapat di-overclock dengan cara seperti ini, selain dengan cara meningkatkan nilai multipliernya. Misalnya, bila nilai BCLK diubah dari standar defaultnya 133 MHz menjadi 150 MHz, maka kecepatan mikroprosesor Intel Core i7 965 XE yang semula 3,2 GHz akan berubah meningkat menjadi 3,6 GHz. Peningkatan kecepatan ini dapat dijelaskan sebagai berikut:

Nilai multiplier mikroprosesor Intel Core i7 965 XE adalah 24x, BCLK standarnya adalah 133 MHz. Dengan demikian kecepatan standarnya adalah 24 x 133 MHz = 3192 MHz. Jika dibulatkan menjadi 3200 MHz atau 3,2 GHz.

Setelah nilai BCLK diubah (di-overclock) menjadi 150 MHz, maka kecepatan mikroprosesor berubah dan meningkat menjadi 24 x 150 MHz = 3600 MHz atau 3,6 GHz.

Processor Overrides

Terdapat banyak pilihan (opsi) pada submenu ‘Processor Overrides’ yang berhubungan dengan prosesor. Melalui pemilihan opsi-opsi ini proses overclocking atau hal-hal yang mendukung overclocking dapat dilakukan, mulai dari voltase prosesor, multiplier frekuensi prosesor, konfigurasi prosesor pada saat idle, dan lain-lainnya.

Static CPU Voltage Override

Opsi ‘Static CPU Voltage Override’ berguna untuk mengatur nilai voltase prosesor. Pilihan tertinggi nilai voltase prosesor adalah 1,6 Volt. Bila dipilih opsi Default maka prosesor akan bekerja pada voltase standarnya. Jika seorang overclocker melakukan overclocking, biasanya juga melakukan overvolting yaitu meningkatkan nilai voltase prosesor di atas nilai standarnya agar diperoleh hasil yang lebih optimal.
Maximum Non-Turbo Ratio

Opsi ini berguna untuk mengatur atau menentukan nilai multiplier frekuensi prosesor. Pada mikroprosesor Intel Core i7 920 dan Intel Core i7 940, multiplier tersebut tidak dapat diubah karena multiplier kedua mikroprosesor tersebut memang dikunci oleh Intel. Sedangkan multiplier mikroprosesor Intel Core i7 965 Bloomfield XE tidak dikunci oleh Intel (unlock multiplier), memang disediakan untuk kaum overclocker dan enthusiast komputer yang senang melakukan overclocking untuk memperoleh performa komputer yang lebih baik (lebih cepat). Oleh karena itu, mikroprosesor Intel Core i7 965 Bloomfield XE dapat di-overclock dengan cara mengubah nilai multiplier-nya hingga melebihi nilai standarnya.

Memory Overrides

Pada submenu ‘Memory Override’ disediakan banyak pilihan untuk mengatur hal-hal yang berhubungan dengan memori. Misalnya voltase memori, timing, multiplier frekuensi memori dan lain-lainnya. Upaya meningkatkan kinerja memori dengan cara meningkatkan frekuensi clock memori, voltase memori dan hal-hal yang berkaitan dengan memori dapat dilakukan melalui opsi-opsi yang ada pada submenu ini.


Jika opsi ‘Performace Memory Profile’ disetel Automatic maka nilai-nilai seperti UCLK Multiplier, Memory Multiplier, tCL dan lain-lainnya adalah nilai standarnya. Agar nilai-nilai tersebut dapat diubah, maka opsi ‘Performace Memory Profile’ harus disetel Manual-User Define seperti ditampilkan pada gambar berikut:

Memory Multiplier (multiplier memori)

Upaya meningkatkan frekuensi memori dapat dilakukan melalui pengubahan nilai Memory Multiplier hingga di atas nilai standarnya (defaultnya). Sebaliknya, bila ingin melakukan underclocking memori (penurunan nilai frekuensi memori), nilai Memori Multiplier harus diubah menjadi di bawah nilai standarnya. Berikut ini disajikan tabel nilai Memory Multiplier dalam hubungannya dengan nilai frekuensi memori.

Memory Voltage (voltase memori)

Besarnya voltase yang dialirkan ke memori dapat diatur melalui opsi ‘Memory voltage’. Bila meng-overclock memori, agar diperoleh hasil yang memuaskan biasanya diikuti dengan tindakan menaikkan nilai voltase memori. Pada opsi ini disediakan pilihan nilai voltase memori hingga 2,5 Volt, jauh dari nilai standarnya yang hanya 1,54 Volt.


Bus Overrides

Pengubahan-pengubahan kecepatan bus dapat dilakukan pada submenu ini. Pengubahan kecepatan transfer data QPI dapat dilakukan melalui opsi ‘QPI Data Rate’ yang merupakan bagian dari QPI Configuration. Sedangkan pengubahan voltase QPI dapat dilakukan melalui opsi ‘QPI Voltage Override’.

QPI Data Rate

Opsi QPI Data Rate berguna untuk mengatur kecepatan transfer data QPI. Jika QPI Data Rate diatur Auto, maka akan digunakan kecepatan standarnya. Selain pilihan Auto, juga disediakan tiga pilihan kecepatan transfer data QPI, yaitu 4,8 GT/s, 5,866 GT/s, dan 6,4 GT/s. Dengan demikian kecepatan transer data QPI dapat diatur manual dengan cara memilih salah satu tiga nilai kecepatan transfer yang tersedia.


2.Motherboard ASUS P6T Deluxe

Motherboard-motherboard produksi ASUS Company sering dipakai oleh overclocker sebagai salah satu komponen penting yang dipakai untuk aktivitas overclocking mikroprosesor. Perusahaan ASUS memang dikenal sebagai perusahaan yang memproduksi motherboard berkualitas tinggi. Motherboard, memori, kartu grafis dan periperal lainnya yang berkualitas tinggi merupakan faktor utama yang turut menentukan keberhasilan upaya overclocking mikroprosesor. Perusahaan ASUS telah memproduksi motherboard baru untuk mikroprosesor Intel Core i7. Nama motherboard tersebut adalah ASUS P6T Deluxe yang diketahui sangat cocok untuk kegiatan overclocking karena pada BIOSnya tersedia banyak menu pilihan untuk pengaturan frekuensi clock dan voltase berbagai komponen seperti CPU, DRAM, QPI, dan komponen lainnya.


2.1. Beberapa fitur Motherboard ASUS P6T Deluxe

Motherboard ASUS P6T Deluxe yang menggunakan chipset (IO Hub) Intel X58 Tylersburg ini menyediakan tiga slot tempat untuk kartu grafis PCI Express x16 yang kompatibel dengan versi protokol 2.0. Slot-slot tersebut dapat bekerja dalam dua mode, yaitu:

▫ x16/x16/x1 dengan satu atau dua kartu grafis, atau

▫ x16/x8/x8 dengan tiga kartu grafis

Motherboard ASUS P6T Deluxe mampu mendukung penggunaan dual kartu grafis tanpa ada batasan. Motherboard tersebut telah mendapatkan sertifikasi dari Nvidia. Oleh karena itu, selain mampu mendukung teknologi Crossfire ATI, juga mampu mendukung Nvidia SLI. Dengan demikian, motherboard ASUS P6T Deluxe cukup baik bila digunakan sebagai bahan perakitan komputer berperforma tinggi (misalnya untuk game) yang dilengkapi beberapa tipe akselerator grafik. Selain menyediakan tiga slot PCI Express x16, motherboard tersebut juga menyediakan satu slot untuk PCI Express x4 dan dua slot PCI reguler.

Motherboard ASUS P6T Deluxe menempatkan 6 slot DIMM untuk DDR3 SDRAM, dua slot per channel. Dengan gambaran seperti ini bermakna bahwa motherboard ASUS P6T Deluxe mampu mengakomodasi memori hingga 12 GB. Tidak berbeda dengan motherboard terdahulu, lokasi slot DIMM ini berada di sebelah kanan soket prosesor, sehingga terkesan tidak ada yang istimewa dalam hal desain tata letak pada motherboard ini.

Motherboard ASUS P6T Deluxe menggunakan Southbridge ICH10R yang memang merupakan pasangan dari IO Hub Intel X58. Southbridge ICH10R tidak menyediakan dukungan untuk device PATA. Oleh karena itu, ASUS menambahkan controller Marvell 88SE6111 ke dalam motherboardnya, sehingga motherboard ASUS P6T Deluxe kini menyediakan/mendukung penggunaan interface PATA-133 dan eSATA. Pada bagian belakang motherboard (back panel) disediakan port untuk eSATA. ASUS juga menyediakan dua port network Gigabit melalui controller Marvell 88E8056. Kedua port tersebut juga terlihat terpasang pada panel di bagian belakang motherboard. Port-port lain yang terpasang pada panel tersebut antara lain 8 port USB 2.0, port PS/2 untuk keyboard atau mouse dan port audio.


Motherboard ASUS P6T Deluxe menyediakan fitur baru, yaitu aplikasi Turbo-V. Aplikasi ini berguna untuk mengatur parameter-parameter yang ada pada motherboard secara langsung dan mudah melalui OS (Operating System). Misalnya mengatur frekuensi BCLK dan voltase berbagai komponen yang ada

2.2. Penelusuran BIOS pada motherboard ASUS P6T Deluxe
Motherboard ASUS P6T Deluxe memiliki BIOS yang menarik. Pengaturan-pengaturan frekuensi clock dan voltase yang berhubungan dengan prosesor, DRAM (memori), QPI, bus serta chipset, mudah dilakukan terutama untuk tujuan overclocking. Pengaturan frekuensi clock dan voltase ini dapat dilakukan melalui menu Ai Tweaker yang tersedia pada setup BIOS. Opsi yang tersedia pada menu Ai Tweaker cukup banyak dan rinci.



Pengaturan frekuensi BCLK (pada opsi BCLK Frequency). Frekuensi BCLK dapat diubah dengan mudah. Angka frekuensi ini dapat diatur mulai dari 100 MHz hingga 500 MHz. Nilai default (standar normal) yang tertera pada motherboard adalah 133 MHz. Bila ingin meng-overclock prosesor, QPI, memori dan bagian uncore, maka nilai BCLK harus diatur lebih dari 133 MHz.
Pengaturan frekuensi memori (pada opsi DRAM Frequency). BIOS motherboard ASUS ini menyediakan beberapa pilihan nilai frekuensi DDR3 mulai dari 800 MHz hingga 2133 MHz. Pilihan nilai frekuensi selengkapnya adalah:
DDR3 – 800 MHz
DDR3 – 1066 MHz
DDR3 – 1333 MHz
DDR3 – 1600 MHz
DDR3 – 1866 MHz
DDR3 – 2133 MHz

Tampak bahwa nilai frekuensi pada pilihan tersebut, mulai dari 800 MHz hingga 2133 MHz naik secara bertahap. Besar kenaikannya selalu tetap yaitu 266 MHz dari tahap ke tahap. Sementara itu nilai standar BCLK untuk Intel Core i7 adalah 133 MHz. Hal ini memberikan makna bahwa kenaikan nilai frekuensi memori pada pilihan tersebut diatur selalu sebesar dua kali nilai BCLK-nya, yang bermakna pula setara dengan menaikkan nilai multiplier-nya dengan menambahkan angka 2 pada nilai multiplier sebelumnya. Sebagai contohnya:

Multiplier memori untuk Intel Core i7 965 XE, nilai standar normalnya adalah 10x. Sedangkan nilai standar BCLK adalah 133 MHz.
Maka Frekuensi memorinya adalah 10 x 133 MHz = 1333 MHz.

Misalkan memori tersebut di-overclock dengan cara meningkatkan nilai multipliernya dari 10x menjadi 12x (naik dua angka). Maka frekuensi memori berubah menjadi 12 x 133 MHz = 1600 MHz. (kurang lebih naik 266 MHz dari nilai standar normalnya).

Dengan demikian dapat dikatakan bahwa kenaikan nilai frekuensi sebesar 266 MHz, setara dengan kenaikan nilai multipliernya sebesar dua angka lebih tinggi dari nilai multiplier sebelumnya.
Pengaturan Voltase CPU (pada opsi CPU Voltage)
Nilai standar voltase CPU (VCore) untuk mikroprosesor Intel Core i7 Bloomfield adalah 1,2 Volt, sedangkan untuk mikroprosesor Intel Core i7 Extreme Edition Bloomfield XE adalah 1,504 Volt. Pada BIOS motherboard ASUS P6T Deluxe disediakan pilihan pengaturan nilai voltase CPU antara (minimum) 0,85 Volt hingga (maksimum) 2,1 Volt dengan kenaikan nilai antara pilihan voltase satu dengan lainnya sebesar 0,00625 Volt.
Pengaturan Voltase CPU PLL (pada opsi CPU PLL Voltage)
Pilihan nilai voltase CPU PLL yang disediakan berkisar antara (minimum) 1,80 Volt hingga (maksimum) 2,50 Volt dengan kenaikan nilai antara pilihan voltase satu dengan lainnya sebesar 0,02 Volt.
Pengaturan Voltase QPI/Core DRAM (pada opsi QPI/DRAM Core Voltage)
Pilihan nilai voltase yang disediakan berkisar 1,20 Volt hingga 1,90 Volt dengan kenaikan nilai antara pilihan voltase satu dengan lainnya sebesar 0,00625 Volt.
Pengaturan Voltase IOH (pada opsi IOH Voltage)
Pilihan nilai voltase IOH yang disediakan berkisar 1,10 Volt hingga 1,70 Volt dengan kenaikan nilai antara pilihan voltase satu dengan lainnya sebesar 0,02 Volt.
Pengaturan Voltase IOH PCIE (pada opsi IOH PCIE Voltage)
Pilihan nilai voltase IOH yang disediakan berkisar 1,50 Volt hingga 2,76 Volt dengan kenaikan nilai antara pilihan voltase satu dengan lainnya sebesar 0,02 Volt.
Pengaturan Voltase ICH (pada opsi ICH Voltage)
Pilihan nilai voltase ICH yang disediakan berkisar 1,10 Volt hingga 1,40 Volt dengan kenaikan nilai antara pilihan voltase satu dengan lainnya sebesar 0,1 Volt.
Pengaturan Voltase ICH PCIE (pada opsi ICH PCIE Voltage)
Pilihan nilai voltase ICH PCIE yang disediakan berkisar 1,50 Volt hingga 1,80 Volt dengan kenaikan nilai antara pilihan voltase satu dengan lainnya sebesar 0,1 Volt.
Pengaturan Voltase bus DRAM (pada opsi DRAM Bus Voltage)
Pilihan nilai voltase bus DRAM yang disediakan berkisar 1,50 Volt hingga 2,46 Volt dengan kenaikan nilai antara pilihan voltase satu dengan lainnya sebesar 0,02 Volt.

Untuk memudahkan pemahaman, berikut ini disajikan secara sederhana tabel yang berisi ringkasan dari opsi nilai voltase berbagai parameter tadi.


Pengaturan Timing DRAM (pada opsi DRAM Timing Control). BIOS motherboard ASUS P6T Deluxe juga menyediakan pengaturan timing memori (DRAM). Fasilitas pengaturan ini juga terdapat pada menu Ai Tweaker pada submenu DRAM Timing Control. Daftar opsi-opsi pengaturan memori pada submenu DRAM Timing Control disajikan pada gambar tampilan BIOS berikut ini.


Tampak bahwa item-item pengaturan sangat rinci. Jika pengguna bingung dengan item-item ini, cukuplah mengatur semuanya dengan pilihan Auto.

BIOS motherboard ASUS P6T Deluxe menyediakan fasilitas khusus untuk mengatur fitur teknologi prosesor yang terkandung di dalam prosesor tersebut, misalnya teknologi Processor Power-Saving, teknologi Intel Virtualization, Execute Disable Bit (Xdbit), Intel HTT (Hyper-Threading Technology), EIST (Enhanced SpeedStep Technology), Intel C-State, dan lain-lainnya. Pengaturan penggunaan fitur teknologi prosesor tersebut terdapat pada menu Advanced yang ada pada BIOS.



Jika ingin mengaktifkan atau memanfaatkan fitur-fitur tersebut cukup dengan memilih opsi enable. Sebaliknya jika tidak ingin menggunakannya, harus memilih disable.
Pada menu Advanced juga ditampilkan informasi mengenai spesifikasi prosesor yang dipakai, mulai dari clock speed (frekuensi clock), BCLK, multiplier hingga cache memory-nya.
Sedangkan untuk mengontrol kondisi hardware, seperti misalnya temperatur CPU (prosesor), voltase CPU dan kecepatan Fan, dapat dilihat pada menu Power pada BIOS, yaitu pada submenu Hardware monitoring.


Motherboard ASUS P6T Deluxe tampaknya berbeda dengan motherboard ASUS kelas high-end lainnya. Pada motherboard ini terdapat fitur khusus yang menarik, yaitu O.C. Profile dan EZ Flash yang terintegrasi (integrated) pada motherboard. EZ Flash berguna untuk meng-update BIOS.

Sumber : gpinkom.wordpress.com

FSB (Front Side Bus) yang sering juga disebut sebagai system bus adalah jalur (bus) yang secara fisik menghubungkan prosesor dengan chipset northbridge pada motherboard. Jalur ini sebagai tempat lintasan data/informasi yang diwujudkan dalam bentuk sinyal-sinyal elektronis. Jalur ini merupakan jalur dua arah, artinya aliran data/informasi bisa berjalan dari prosesor menuju motherboard atau sebaliknya. FSB juga menghubungkan processor dengan memori utama.

Bandwidth maksimum FSB ditentukan lebar FSB (wide FSB), frekuensi FSB, dan jumlah transfer per detik (transfer/tick). Misalkan lebar FSB 32 bit (setara 4 byte) dengan frekuensi 200 MHz dan 4 transfer per detik. Bandwith maksimumnya adalah:


Lebar FSB x frekuensi FSB x jumlah transfer per detik

= 4 x 200 x 4

= 3200 Mega Byte perdetik


Maknanya adalah jumlah data maksimum yang bisa dialirkan oleh FSB adalah 3200 MB per detik. Makin besar bandwidth FSB makin cepat komputer bekerja. Namun, hal ini juga bergantung pada kemampuan komponen-komponen lain dalam mendukung kerja komputer (prosesor), misalnya cache memory, memori utama, teknologi-teknologi lain yang terkandung dalam prosesor itu sendiri.



Bandwidth adalah jumlah data maksimum yang dapat dipindahkan dalam satuan waktu tertentu. Biasanya diukur dengan satuan byte per detik, bit per detik atau tingkatan satuan yang lebih besar, misalnya mega byte per detik, giga bit per detik. Satuan ini tergantung besar data atau sesuai keperluan pemakai/ penghitungnya.




Kemampuan transfer per detik yang dimiliki FSB tergantung teknologi yang digunakan pada prosesor tersebut. Misalnya teknologi GTL+ mampu melakukan 2 transfer per detik, EV6 melakukan 4 transfer per detik, sedangkan teknologi AGTL+ mampu mencapai 8 transfer per detik.

FSB merupakan ‘tulang punggung’ hubungan antara prosesor dengan chipset pada motherboard, karena melalui FSB inilah keduanya saling mengirim dan menerima data/informasi. Melalui system bus chipset berhubungan ke komponen lain yang terhubung pada motherboard. FSB digunakan untuk mengomunikasikan antara motherboard dengan komponen lainnya.

Patut dicatat bahwa semua sistem bus (PCI, AGP, memory) pada motherboard terhubung ke chipset, sehingga dapat dikatakan bahwa chipset menjadi titik sentral koneksi sistem bus pada motherboard. Dengan demikian tidaklah salah bila disebutkan bahwa FSB menghubungkan prosesor dengan komponen (device) lain dalam satu sistem komputer melalui chipset yang ada pada motherboard.


FSB merupakan jalur penghubung antara prosesor dengan memori utama, juga penghubung antara prosesor dengan chipset (northbridge) pada motherboard.




Kecepatan bus AGP, PCI, ISA, dan memori, berbeda-beda seperti diilustrasikan pada gambar 2.

referensi dari : gpinkom.wordpress.com

ROM kependekan dari Read Only Memory, yaitu perangkat keras pada komputer berupa chip memori semikonduktor yang isinya hanya dapat dibaca. ROM tidak dapat digolongkan sebagai RAM, walaupun keduanya memiliki kesamaan yaitu dapat diakses secara acak (random). ROM berbeda dengan RAM.
Perbedaan diantara keduanya antara lain:
1.ROM tidak dapat diisi atau ditulisi data sewaktu-waktu seperti RAM. Pengisian atau penulisan data, informasi, ataupun program pada ROM memerlukan proses khusus yang tidak semudah dan se-fleksibel cara penulisan pada RAM. Biasanya, data atau program yang tertulis pada ROM diisi oleh pabrik yang membuatnya. Umumnya ROM digunakan untuk menyimpan firmware, yaitu perangkat lunak yang berhubungan dengan perangkat keras. Contoh ROM semacam ini adalah ROM BIOS. ROM BIOS berisi program dasar sistem komputer yang berfungsi untuk mengatur dan menyiapkan semua peralatan atau komponen yang ada atau yang terpasang pada komputer saat komputer ‘dinyalakan/dihidupkan’.
2.Informasi/data/program yang tertulis pada ROM (isi ROM) bersifat permanen dan tidak mudah hilang dan tidak mudah berubah walaupun komputer ‘dimatikan’ atau dalam keadaan mati (off). Sedangkan pada RAM, semua isinya (baik berupa data, program atau informasi) akan hilang dengan sendirinya jika komputer ‘dimatikan’ (dalam keadaan off).
3.ROM dapat menyimpan data tanpa membutuhkan daya. Itulah sebabnya data dalam ROM tidak akan hilang walaupun komputer mati. Sedangkan RAM membutuhkan daya agar dapat menyimpan data, jika RAM tidak mendapatkan daya, dengan sendirinya tidak akan dapat menyimpan data. Hal inilah yang menyebabkan data yang terdapat dalam RAM secara otomatis akan hilang bila komputer mati (off).
4.ROM modern sering ditemukan dalam bentuk IC (Integrated Circuit), sama seperti RAM yag wujudnya kebanyakan juga berupa IC. Teks atau kode yang tertulis pada kedua jenis IC ini berbeda. IC ROM biasanya memiliki kode tulisan (teks) 27xxx. Angka 27 menunjukkan kode untuk ROM, sedangkan xxx menjunjukkan kapasitas ROM dalan satuan kilo bit.


Fungsi ROM
Seperti telah diungkapkan sebelumnya bahwa umumnya ROM digunakan untuk menyimpan firmware. Pada perangkat komputer, sering ditemukan untuk menyimpan BIOS. Pada saat sebuah komputer dinyalakan, BIOS tersebut dapat langsung dieksekusi dengan cepat, tanpa harus menunggu untuk menyalakan perangkat media penyimpan lebih dahulu seperti yang umum terjadi pada alat penyimpan lain selain ROM.
Umumnya, pada media simpan lain, jika dieksekusi untuk dibaca isi atau datanya, media simpan tersebut harus dinyalakan lebih dahulu sebelum dibaca, yang tentu saja membutuhkan waktu agak lama. Hal seperti ini tidak terjadi pada ROM.
Pada komputer (PC) modern, BIOS disimpan dalam chip ROM yang dapat ditulisi ulang secara elektrik yang dikenal dengan nama Flash ROM. Itulah sebabnya istilah flash BIOS lebih populer daripada ROM BIOS.

Jenis ROM
Sampai sekarang dikenal beberapa jenis ROM yang pernah beredar dan terpasang pada komputer, antara lain Mask ROM, PROM, EPROM, EAROM, EEPROM, dan Flash Memory. Berikut ini disajikan uraian singkat dari masing-masing jenis ROM tersebut.

PROM
PROM kependekan dari Programmable Read Only Memory. PROM adalah salah satu jenis ROM, merupakan alat penyimpan berupa memori (memory device) yang hanya bisa dibaca isinya. PROM memang tergolong memori non-volatile, artinya program yang tersimpan di dalamnya tidak akan hilang walaupun komputer dimatikan (tidak mendapatkan daya listrik). Program yang tersimpan di dalamnya bersifat permanen. Biasanya digunakan untuk menyimpan program bahasa mesin yang sudah menjadi bagian hardware (perangkat keras) komputer. Contohnya adalah program yang men-start komputer ketika komputer baru dinyalakan (di-on-kan).
Program yang ada di dalam PROM diisi oleh pabrik pembuatnya. Pengisian program ke dalam PROM menggunakan alat khusus bernama PROM burner, atau PROM Writer Program atau informasi yang telah diisikan atau direkamkan ke dalam PROM, tidak dapat dihapus lagi.

EPROM
EPROM kependekan dari Erasable Programmable Read Only Memory. EPROM berbeda dengan PROM. EPROM adalah jenis chip memori yang dapat ditulisi program secara elektris. Program atau informasi yang tersimpan di dalam EPROM dapat dihapus bila terkena sinar ultraviolet dan dapat ditulisi kembali. Kesamaannya dengan PROM adalah keduanya merupakan jenis ROM, termasuk memori non-volatile, data yang tersimpan di dalamnya tidak bisa hilang walaupun komputer dimatikan, tidak membutuhkan daya listrik untuk mempertahankan atau menjaga informasi atau program yang tersimpan di dalamnya.
Alat yang dapat digunakan untuk menghapus isi chip EPROM adalah UV PROM eraser. Alat ini akan menyinarkan sinar ultraviolet ke memori tempat data disimpan dalam chip EPROM (disinarkan tepat pada lubang kuarsa bening). Dengan demikian, chip EPROM dapat digunakan kembali dan dapat diisikan informasi/program baru ke dalamnya. Informasi lain menyebutkan bahwa alat yang dapat digunakan untuk menghapus isi EPROM adalah EPROM Rewriter.

EEPROM
EEPROM kependekan dari Electrically Erasable Programmable Read Only Memory. Seperti halnya PROM dan EPROM, EEPROM merupakan memori non-volatile. Informasi, data atau program yang tersimpan di dalamnya tidak akan hilang walaupun komputer dimatikan, dan tidak membutuhkan daya listrik untuk mempertahankan atau menjaga informasi atau program yang tersimpan di dalamnya.
EEPROM adalah komponen yang banyak digunakan dalam komputer dan peralatan elektronik lain untuk menyimpan konfigurasi data pada peralatan elektronik tersebut. Kapasitas atau daya tampung simpan datanya sangat terbatas. Pada sistem hardware komputer, chip EEPROM umumnya digunakan untuk menyimpan data konfigurasi BIOS dan pengaturan (setting) sistem yang berhubungan dengannya.
EEPROM memiliki kelebihan tersendiri dibandingkan EPROM. EEPROM dapat dihapus secara elektris menggunakan sinar ultraviolet, sehingga proses penghapusannya lebih cepat dibandingkan EPROM. Penghapusan juga dapat dilakukan secara elektrik dari papan circuit dengan menggunakan perangkat lunak EEPROM Programmer. Alat yang dapat digunakan untuk menghapus isi EEPROM disebut EEPROM Rewriter. Produk EEPROM versi awal, hanya dapat dihapus dan diisi ulang kurang lebih sebanyak 100 kali. Sedangkan produk-produk terbaru dapat dihapus dan diisi ulang (erase-rewrite) sampai ribuan kali (bahkan beberapa informasi menyebutkan mampu sampai 100 ribu kali)

Flash Memory
Flash memory yang dikenal pula dengan sebutan memori flash, adalah memori sejenis EEPROM yang memberikan banyak lokasi memori untuk dihapus atau ditulisi dalam suatu operasi pemrograman. Flash memory tetap dapat menyimpan data tanpa memerlukan penyediaan listrik. Penulisan ke dalam flash memori dapat dilakukan dengan menggunakan alat yang disebut EEPROM Writer atau software yang dapat menulisi Flash ROM. Sedangkan penghapusan datanya dapat dilakukan dengan menggunakan alat yang disebut EEPROM Writer, atau langsung secara elektrik dari papan sirkuit dengan menggunakan software Flash BIOS Programmer.
Memori jenis ini banyak digunakan dalam kartu memori, drive flash USB, kamera digital, pemutar MP3, hingga telepon genggam.

BIOS dan ROM
BIOS memang berkaitan erat dengan ROM, sebab sebagian besar BIOS yang terdapat di dalam perangkat keras komputer disimpan di dalam ROM, baik PROM, EPROM, EEPROM, Flash ROM, ataupun jenis ROM lainnya. Namun, setelah tahun 1995, EEPROM dan Flash Memory lebih banyak digunakan daripada jenis ROM lainnya karena BIOS yang terdapat pada kedua jenis ROM ini mudah dihapus dan ditulisi lagi sehingga membuka kemungkinan dilakukannya update BIOS. Update BIOS seringkali diperlukan oleh para pengguna komputer karena beberapa alasan, antara lain:
Untuk mendukung prosesor yang lebih baru, sebab pengguna komputer baru saja mengganti prosesor yang lama dengan prosesor tipe baru untuk mendapatkan kinerja yang lebih baik.
Untuk mendukung perangkat lain yang baru dipasangkan karena BIOS yang lama belum memberikan dukungan pada perangkat tipe baru tersebut.
Adanya bug yang mengganggu pada BIOS yang lama.
Atau berbagai alasan lainnya.

Para produsen motherboard sering menyediakan BIOS versi baru untuk meningkatkan kemampuan produk mereka atau untuk membuang bug-bug yang mengganggu. Adanya bug-bug pada BIOS biasanya baru diketahui setelah BIOS tersebut dirilis. Oleh karena itu BIOS yang ber-bug harus di-update dengan BIOS versi yang lebih baru yang merupakan edisi perbaikan dari BIOS yang lama.
Proses update BIOS harus dilakukan dengan cermat dan hati-hati. Proses update yang tidak benar dapat mengakibatkan tidak berfungsinya motherboard (motherboard mati), karena firmware yang digunakan untuk membantu proses booting (BIOS) tidak dapat berfungsi. Kerusakan yang terjadi bukan kerusakan fisik komponen motherboard, tetapi kerusakan software BIOS (firmware) yang ada pada EEPROM atau Flash Memory.
Kebanyakan BIOS pada saat ini, memiliki sebuah region (lokasi) di dalam EEPROM atau Flash Memory yang disebut dengan istilah Boot Block yang sengaja ‘dilindungi’ dan tidak dapat di-upgrade. Ketika komputer dinyalakan, Boot Block tersebut selalu dieksekusi pertamakali. Kode dari Boot Block akan mem-verifikasi BIOS untuk mengetahui apakah BIOS dalam kondisi normal atau rusak. Apabila BIOS dalam kondisi normal (tidak rusak), komputer segera mengeksekusi BIOS itu sendiri. Sebaliknya, bila ternyata BIOS mengalami kerusakan, maka boot block akan menampilkan pesan di layar monitor agar pengguna komputer melakukan pemrograman (pengisian) BIOS lagi dengan menggunakan versi BIOS yang sama atau di-update dengan versi BIOS yang lebih baik. Program BIOS yang digunakan untuk meng-update biasanya disimpan di dalam disket, di dalamnya tersimpan flash memory programmer dan image BIOS.

referensi dari : gpinkom.wordpress.com

Soket adalah tempat dudukan prosesor pada motherboard. Dudukan ini berbentuk segi empat dengan lubang-lubang kecil tempat tertancapnya kaki-kaki (pin-pin) prosesor yang tersusun membentuk matriks 2 dimensi. Susunan, letak, dan jarak antar lubang sama persis dengan susunan, letak, dan jarak antar pin-pin pada prosesor.

Istilah soket (nama lengkapnya adalah soket CPU atau soket prosesor) telah digunakan secara luas dalam dunia komputer untuk menggambarkan konektor yang menghubungkan motherboard dengan prosesor, khususnya untuk tipe komputer desktop dan server. Prosesor yang dimaksud di sini terutama prosesor berarsitektur Intel x86.

Banyak sekali ditemukan soket-soket pada motherboard yang diproduksi menggunakan arsitektur PGA (Pin Grid Array). Seperti telah disinggung di atas, pada soket tersebut banyak lubang-lubang tempat tertancapnya (diselipkannya) pin-pin atau kaki-kaki prosesor yang terletak di sisi bawah permukaan prosesor. Contoh soket yang menggunakan arsitektur ini adalah soket 370 (untuk dudukan prosesor Intel Pentium 3), socket 423 dan socket 478 (untuk dudukan prosesor Intel Pentium 4).

Socket 370 berarti dudukan prosesor tersebut memiliki 370 lubang. Dengan sendirinya socket tersebut untuk dudukan prosesor yang jumlah kaki atau pin-pin-nya sebanyak 370 pin. Prosesor jenis ini biasanya prosesor Intel Pentium 3. Begitu juga pengertian untuk socket 423 dan socket 478.

Selain tipe PGA terdapat pula tipe lainnya, misalnya LGA (Land Grid Array). Pada tipe LGA, pin-pinnya tidak terdapat pada prosesor, tetapi terdapat pada soket. Jika pada arsitektur PGA, pin-pinnya terletak pada prosesor, maka pada LGA, pin-pinnya ada pada soket. Pin-pin ini yang kontak langsung dengan sisi bawah/dasar prosesor tipe LGA.

Dudukan prosesor pada motherboard tidak selalu berbentuk soket, ada pula yang berbentuk slot, atau dapat dikatakan dudukan berbasis slot (memang bentuknya lebih mirip slot ekspansi dari pada soket). Prosesornya sendiri dikemas menggunakan dudukan berbentuk slot yang disebut single edge connection. Dudukan berarsitektur slot ini, banyak digunakan pada prosesor Pentium 2 dan Pentium 3.

Selain jenis socket-socket tersebut, masih ada lagi jenis socket yang lain, yaitu socket A (untuk prosesor AMD dengan jumlah pin 462), Socket AM2 (untuk prosesor AMD dengan jumlah pin 940), dan masih banyak lagi yang tak akan disebutkan di sini, karena pada dasarnya pengertiannya adalah sama (analogis).


Daftar berbagai jenis soket dan slot prosesor yang digunakan pada prosesor buatan Intel disajikan Pada tabel 1.


Daftar soket dan slot prosesor yang digunakan pada prosesor Intel

Keterangan:

Soket LGA771 dikenal juga dengan nama Soket 771 atau Soket J

Soket LGA775 dikenal juga dengan nama Soket 775 atau Soket T

Soket 4
Soket 4 adalah dudukan prosesor desktop Pentium Classic yang bernama sandi P5. Soket ini memiliki lubang pin sebanyak 273 pin PGA (Pin Grid Array). Pentium Classic (P5) diproduksi dengan teknik fabrikasi 800 nm. Contoh prosesor Pentium Classic yang menggunakan dudukan soket 4 adalah Pentium 60 MHz dan Pentium 66 MHz. Pentium Classic P5 diperkenalkan pertama kali pada tanggal 22 Maret 1993.
Soket 5
Soket 5 biasanya digunakan untuk dudukan prosesor Pentium Classic 75 MHz hingga 133 MHz. Prosesor tersebut juga dapat (kompatibel) ditempatkan/dipasangkan ke Soket 7.Soket 7
Soket 7 adalah dudukan prosesor desktop Pentium Classic yang bernama sandi P54 dan P54C. Soket ini memiliki lubang pin sebanyak 296 atau 321 pin PGA (Pin Grid Array). Pentium Classic (P54) diproduksi dengan teknik fabrikasi 600 nm, sedangkan Pentium Classic (P54C) diproduksi dengan teknik fabrikasi 350 nm. Contoh prosesor Pentium Classic yang menggunakan dudukan soket 7 adalah Pentium 75 MHz, Pentium 90 MHz dan Pentium 100 MHz hingga Pentium 200 MHz. Pentium Classic P54 diperkenalkan pertama kali pada tanggal 7 Maret 1994, sedangkan Pentium Classic P54C diperkenalkan pertama kali setahun kemudian, yaitu pada bulan Maret 1995.
Soket 7 juga digunakan untuk dudukan prosesor desktop Pentium MMX bernama sandi P55C. Prosesor ini diproduksi dengan teknik fabrikasi 350 nm. Contoh prosesor Pentium MMX yang menggunakan dudukan soket 7 adalah Pentium MMX 166 MHz, Pentium MMX 200 MHz dan Pentium MMX 233 MHz. Pentium MMX P55C diperkenalkan pertama kali pada tanggal 8 Januari 1997.

Soket 7 diproduksi untuk menggantikan pendahulunya, yaitu soket 5. Soket 7 ini juga dapat digunakan untuk dudukan prosesor-prosesor yang berbasis soket 5. Dengan kalimat lain, dapat dikatakan “Prosesor-prosesor berbasis soket 5 dapat dipasangkan pada soket 7”.

Dibandingkan dengan soket 5, maka soket 7 ini memiliki pin-pin ekstra dan dilengkapi desain dua jalur voltase yang terpisah untuk prosesor. Namun, tidak semua produsen motherboard memanfaatkan peluang desain ini. Motherboard-motherboard tertentu masih menggunakan desain voltase tunggal walaupun menggunakan soket 7. Patut dipahami bahwa soket 5 memiliki voltase tunggal.

Sebenarnya, soket 7 merupakan salah satu jenis soket yang digunakan secara luas oleh berbagai produsen prosesor. Selain kompatibel dengan prosesor produk Intel, soket ini juga kompatibel dengan prosesor AMD maupun Cyrix. Prosesor-prosesor AMD dan Cyrix yang kompatibel dengan soket 7 antara lain AMD K5 hingga K6, Cyrix 6×86 (dan MX) P120 – P233.
Soket 7 bekerja dengan baik pada kisaran voltase 2,5 volt hingga 3,5 volt dengan FSB 66 MHz hingga 83 MHz.
Soket 8
Soket 8 adalah dudukan prosesor desktop Pentium Pro. Soket ini memiliki lubang pin sebanyak 387 pin. Pentium Pro ada yang diproduksi dengan teknik fabrikasi 600 nm, ada pula yang diproduksi dengan teknik fabrikasi 350 nm. Contoh prosesor Pentium Pro yang menggunakan dudukan soket 8 adalah Pentium Pro 150 MHz, Pentium Pro 166 MHz dan Pentium Pro 180 MHz dan Pentium Pro 200 MHz.
Soket 370
Seperti telah disinggung sebelumnya bahwa soket 370 memiliki lubang pin sebanyak 370 buah. Soket 370 diproduksi untuk menggantikan dudukan prosesor yang lama, yaitu slot 1. Soket ini pertama kali digunakan oleh sebagian varian prosesor desktop Celeron bernama sandi Mendocino. Dudukan prosesor Celeron Mendocino ini sering disebut secara lengkap dengan istilah Socket 370 PPGA (Plastic Pin Grid Array) Package.
Pada perkembangan berikutnya, soket 370 juga digunakan oleh sebagian varian prosesor desktop Pentium 3 bernama sandi Coppermine dan Tualatin. Dudukan pada kedua jenis prosesor ini, sering disebut dengan nama lengkap socket 370 pin FC-PGA (Flip-Chip Pin Grid Array) Package. Soket 370, selain digunakan untuk prosesor Intel, dapat juga digunakan untuk prosesor Via-Cyrix Cyrix III yang kemudian diubah namanya menjadi VIA C3.
Soket 370 banyak ditemukan pada motherboard mini-ITX. Bahkan tak jarang ditemukan tipe-tipe motherboard untuk Pentium III yang memasang dua macam dudukan prosesor sekaligus (dual) dalam satu motherboard, yaitu soket 370 dan slot 1. Namun, kedua dudukan ini tidak bisa digunakan bersamaan pada satu waktu yang sama. Jika salah satu digunakan, maka yang lainnya tidak berfungsi.

Harus dicermati bahwa pendingin prosesor (CPU cooler) yang digunakan untuk prosesor bersoket 370 ini, bobotnya tidak boleh melebihi 180 gram. Bila bobot CPU cooler tersebut melebihi 180 gram, dapat mengakibatkan kerusakan.

Soket 370 ini kemudian ditinggalkan oleh pihak Intel, sebagai penggantinya digunakan soket 423, 478 dan 775 yang digunakan untuk Pentium 4, yang selanjutnya soket 775 digunakan untuk prosesor Intel Core 2.
Soket 370 bekerja pada kisaran voltase 1,05 volt hingga 2,1 volt dengan FSB 66 MHz, 100 MHz dan 133 MHz.
Perlu diketahui bahwa soket 370 tersebut tidak bersifat universal, artinya soket 370 pada motherboard tidak selalu cocok dengan seluruh prosesor yang kebetulan jumlah pin-nya 370. Misalnya, motherboard yang memiliki soket 370 yang ditujukan untuk prosesor Celeron, belum tentu kompatibel bila dipasangkan dengan prosesor Pentium 3 Copermine maupun Tualatin, atau sebaliknya, walaupun sama-sama pengguna soket 370.
Terdapat 3 varian soket 370 pada motherboard yang masing-masing berbeda spesifikasi pinout-nya. Ketiga varian soket 370 tersebut adalah:
o Soket 370 generasi pertama: soket ini hanya sesuai (kompatibel) dengan prosesor Celeron (jenis soket PPGA).
o Soket 370 generasi kedua: soket ini hanya sesuai dengan prosesor Pentium 3 Coppermine (jenis soket FCPGA). Soket generasi pertama dan kedua ini tidak saling kompatibel satu dengan lainnya.

Soket generasi ketiga: soket ini mendukung prosesor Pentium 3 Coppermine (FCPGA) dan prosesor Pentium 3 Tualatin (FCPGA2).


Sebagai tambahan informasi, berikut ini disajikan berbagai jenis chipset yang kompatibel (support) dengan prosesor-prosesor bersoket 370.

Chipset yang kompatibel dengan prosesor-prosesor bersoket 370.

referensi dari : gpinkom.wordpress.com

Pada motherboard terdapat saluran-saluran penghubung yang menghubungkan satu komponen dengan komponen lainnya. Saluran penghubung ini berupa garis-garis yang tercetak pada PCB motherboard. Melalui saluran-saluran inilah data, informasi, dan instruksi-instruksi yang diberikan pada komputer ditransfer/melintas dari komponen satu ke komponen lainnya. Data dan instruksi tersebut diangkut dalam wujud sinyal-sinyal elektronis yang mempunyai makna tertentu. Sekelompok saluran yang mempunyai fungsi yang sama disebut jalur atau bus. Saluran-saluran penghubung tadi disebut pula dengan istikah konduktor.

Pada permukaan bagian bawah prosesor Intel Pentium 4 socket 478, terdapat kaki-kaki berupa pin. Jumlah pin keseluruhan sebanyak 478 buah, itulah sebabnya disebut soket 478. Pin-pin ini bertugas sebagai lintasan yang menyalurkan data atau instruksi dari motherboard ke processor atau sebaliknya. Dengan demikian, di dalam sebuah prosesor juga ada saluran-saluran tempat lalulintas data/informasi/instruksi-instruksi yang harus diolah/diproses dan dikirim kembali ke motherboard. Pin-pin pada prosesor adalah salah satu contoh nyata yang secara fisik terlihat sebagai saluran tempat lalu lintas data/informasi/instruksi. Sekelompok saluran yang mempunyai fungsi yang sama juga disebut jalur atau bus. Hal yang sama juga ada di video card atau periferal lainnya. Bus-bus atau jalur-jalur pada prosesor secara garis besar dapat dibagi menjadi data bus (jalur data), address bus (jalur adres), dan control bus (jalur kontrol). Control bus disebut juga dengan istilah signal bus.



Pengertian jalur tidak sama dengan saluran. Dalam hal ini, jalur adalah kata jamak dari saluran. Pahamilah penjelasan berikut ini:


Jalur data (data bus) terdiri dari beberapa (sejumlah) saluran data

Jalur adres (address bus) terdiri dari beberapa (sejumlah) saluran adres

Jalur kontrol (control bus) terdiri dari beberapa (sejumlah) saluran kontrol




Seperti telah dijelaskan sebelumnya, bahwa data/informasi/instruksi disalurkan dalam wujud sinyal-sinyal elektronis. Hal ini dapat dijelaskan sebagai berikut:


Setiap satu saluran (satu kawat) pada saat-saat tertentu hanya dapat berada dalam satu kondisi, yaitu ada tegangan atau tidak ada tegangan. Dikatakan ada tegangan jika tegangannya berkisar 2,5 Volt hingga 5,5 Volt. Dikatakan tidak ada tegangan jika tegangannya berkisar 0 Volt hingga 0,8 Volt. Keadaan ada tegangan disimbolkan dengan angka 1 dan disebut dengan istilah ‘high’, keadaan tidak ada tegangan disimbolkan dengan angka 0 dan disebut dengan istilah ‘low’.


Berdasar penjelasan ini, dapat dikatakan bahwa setiap saluran selalu berkeadaan biner (dua kemungkinan), yaitu dalam keadaan ‘0’ atau dalam keadaan ‘1’. Simbol angka yang hanya bernotasi ‘0’ dan ‘1’ ini disebut dengan istilah notasi digit biner, dalam bahasa Inggris disebut binary digit yang disingkat dengan istilah ’bit’.

Misalkan jalur data (data bus) sebuah prosesor terdiri dari 8 saluran, setiap saluran berada dalam kondisi ‘0’ atau ‘1’, maka akan terjadi banyak kemungkinan kombinasi bilangan biner yang menyimbulkan kondisi tegangan seperti berikut ini:



Total kombinasi bilangan biner yang mungkin terjadi adalah 28 = 256 macam kombinasi.


Mungkin pola tegangan : 0 0 0 0 0 0 0 1 akan membentuk huruf (karakter) A

sedangkan pola tegangan: 0 0 0 0 0 0 1 1 akan membentuk angka (karakter) 1

Demikian seterusnya hingga tercipta 256 karakter (notasi) yang berbeda.



Kumpulan dari 8 bilangan biner (bit) yang membentuk pola urutan (kombinasi) tertentu ini disebut byte. Sehingga dapat disebut 1 byte = 8 bit. 1 byte nilainya setara dengan 1 karakter.

Byte ini akhirnya dipakai sebagai satuan, misalnya untuk menyatakan kapasitas sebuah media simpan (harddisk, disket, flash disk, CD, dan lainnya), kapasitas memory dan lain-lainnya. Dikenal pula satuan kilo byte, mega byte, giga byte, dan terra byte dengan kesetaraan nilai sebagai berikut:


1 kilo bayte (KB) = 1024 byte

1 mega byte (MB) = 1024 x1024 byte

1 giga byte (GB) = 1024 x1024 x1024 byte

1 terra byte (TB) = 1024 x1024 x1024 x1024 byte



Gambar 1. Ilustrasi bus pada prosesor.

Sampai saat ini teknologi prosesor terus berkembang. Pada awalnya, Intel memproduksi prosesor 4 bit, kemudian prosesor 8 bit, 16 bit, 32 bit dan sekarang ini 64 bit. Sebuah prosesor dikatakan prosesor 4 bit jika bekerja menggunakan data 4 bit, artinya jalur datanya (data bus-nya) terdiri dari 4 saluran data. Dengan demikian, prosesor 64 bit menggunakan 64 saluran untuk jalur datanya (data bus-nya terdiri dari 64 saluran).

referensi dari : gpinkom.wordpress.com

Secara fisik, chipset berupa sekumpulan IC kecil atau chips yang dirancang untuk bekerjasama dan memiliki fungsi-fungsi tertentu. Pada sistem hardware komputer, chipset ini bisa terdapat pada motherboard, card-card (kartu-kartu) ekspansi, misalnya pada kartu grafis (video card), atau pada peralatan komputer lainnya. Fungsi chipset pada motherboard tidak sama dengan chipset pada kartu-kartu ekspansi. Begitu pula fungsi chipset pada peralatan komputer lainnya. Masing-masing memiliki fungsi sendiri yang bersifat spesifik. Chipset sebenarnya tidak selalu terdiri dari sekumpulan IC atau sekumpulan chip, kadang-kadang dijumpai hanya terdiri dari sebuah chip saja.
Chipset pada video card berfungsi untuk mengontrol rendering grafik 3 dimensi dan output berupa gambar pada monitor. Sedangkan chipset pada motherboard berfungsi untuk mengontrol input dan output (masukan dan keluaran) yang mendasar pada komputer. Perlu diketahui, bahwa yang dibahas pada bab ini difokuskan pada chipset yang ada pada motherboard, bukan chipset yang ada pada komponen atau perangkat komputer lainnya.

Lebih jelasnya, dapat dikatakan bahwa chipset yang biasa terdapat pada motherboard berfungsi untuk mengatur aliran data dari satu komponen ke komponen lainnya. Misalnya mengarahkan data dari CPU (prosesor) menuju kartu grafis (video card) atau ke sistem memori (RAM), serta mengarahkan aliran data melalui bus PCI, drive IDE dan port I/O. Pada kasus ini, dapat diibaratkan bahwa chipset seakan-akan berfungsi sebagai ‘polisi lalu lintas’ pengatur aliran data pada motherboard di sebuah PC (Personal Computer).
Selain mengatur aliran data, chipset juga ikut menentukan piranti apa saja yang dapat didukung oleh PC tersebut, serta turut menentukan kecepatan FSB (Front Side Bus), bus memori, bus grafis, kapasitas serta tipe memori yang dapat didukung oleh motherboard yang bersangkutan, dan menentukan standart IDE, juga tipe port yang didukung oleh sistem.
Sebenarnya, lebih detail lagi dapat dijelaskan bahwa chipset tradisional pada motherboard terdiri dari dua bagian, yaitu northbridge dan southbridge. Tugas-tugas umum chipset seperti yang telah dijelaskan tadi, dibagi kepada kedua bagian chipset tersebut. Masing-masing bagian chipset (northbridge atau southbridge) mempunyai tugas sendiri-sendiri yang bersifat spesifik dan bekerja sesuai fungsinya.

Asal mula istilah northbridge dan southbridge
Pemunculan istilah northbridge dan southbridge berawal dari kebiasaan dalam menggambar suatu bagan atau peta tentang arsitektur suatu komponen. CPU biasanya diletakkan pada bagian atas (puncak) bagan. Pada suatu peta, bagian atas selalu identik dengan arah utara. CPU kemudian dihubungkan dengan chipset melalui fast bridge atau jalur penghubung cepat yang menyambung langsung di bagian atas unit chipset. Itulah sebabnya bagian yang langsung berhubungan dengan CPU tersebut disebut northbridge. Northbridge ini kemudian dihubungkan dengan bagian bawah unit chipset melalui slow bridge atau jalur penghubung yang lebih lambat. Unit chipset bagian bawah ini kemudian disebut southbridge. Jika bagian atas menyimbolkan arah utara, dengan sendirinya bagian bawah menyimbolkan arah selatan. Itulah sebabnya disebut dengan istilah southbridge.

1.Northbridge
Northbridge disebut juga dengan nama memory controller hub (MCH). Perusahaan pembuat chipset yang menggunakan nama sebutan MCH ini adalah Intel. Sedangkan AMD, VIA dan perusahaan lainnya lebih banyak menggunakan nama sebutan northbridge.
Northbridge memiliki peran khusus yang sangat penting dalam suatu sistem motherboard. Northbridge adalah bagian yang menghubungkan prosesor (CPU) ke sistem memori dan graphics controller (AGP dan PCI Express) melalui bus berkecepatan tinggi, dan ke southbridge. Dengan demikian, Northbridge bertugas mengendalikan/ menangani komunikasi antara CPU, RAM, AGP atau PCI Express, dan southbridge. Bahkan pada sebagian chipset, di dalam northbridge juga berisi integrated video controller (pengendali video terintegrasi). Pada sistem Intel istilah integrated video controller ini disebut dengan nama Graphics and Memory Controller Hub (GMCH).
Northbridge juga berperan menentukan jumlah, type dan kecepatan CPU yang dapat dipasangkan pada motherboard, termasuk menentukan jumlah, kecepatan dan type RAM yang dapat digunakan. Setiap jenis chipset, kebanyakan dirancang hanya untuk mendukung seri prosesor tertentu saja, dengan jumlah RAM yang dapat dipasangkan bervariasi bergantung type prosesor dan desain motherboardnya sendiri.
Pada motherboard untuk prosesor Pentium (sebelum Pentium II), kapasitas RAM yang dapat dipasangkan seringkali dibatasi sampai 128 MB saja. Sedangkan motherboard untuk Pentium 4, kapasitas RAM yang dapat dipasangkan dibatasi 4 GB. Perlu diketahui bahwa sejak era Pentium Pro muncul, arsitektur Intel yang diterapkan prosesor tersebut dapat mengakomodasi address fisik lebih besar dari 32 bit, biasanya 36 bit, sehingga mampu mendukung RAM hingga 64 GB. Namun, jarang ada motherboard yang didesain mampu mendukung RAM hingga 64 GB, lagi pula banyak faktor pembatas lain yang tidak memungkinkan diterapkannya fitur RAM tersebut, misalnya keterbatasan dukungan dari OS dan mahalnya harga RAM).
Sampai saat ini, tidak begitu banyak chipset yang mampu mendukung dua tipe RAM sekaligus. Biasanya chipset semacam ini baru diproduksi bila muncul standart baru yang ditetapkan oleh pabrik karena munculnya perkembangan teknologi baru. Contoh northbridge yang hanya mendukung satu type RAM adalah northbridge dari chipset NVIDIA nForce. Chipset ini hanya dapat dipasangkan dengan prosesor AMD yang didesain menggunakan soket A yang dikombinasi dengan pemakaian DDR SDRAM. Contoh lainnya adalah chipset Intel i875. Chipset ini hanya dapat bekerja dengan prosesor Pentium 4 atau Celeron yang memiliki clock speed lebih tinggi dari 1,3 GHz yang dikombinasi dengan pemakaian DDR SDRAM. Sedangkan contoh chipset yang dapat mendukung dua tipe RAM adalah chipset Intel i915. Chipset tersebut dapat bekerja dengan prosesor Intel Pentium 4 dan Celeron yang menggunakan menggunakan DDR maupun DDR2.
Pada perkembangan selanjutnya, memory controller yang menangani komunikasi antara CPU dan RAM tidak lagi berada pada chipset, memory controller tersebut dipindahkan ke prosesor, terintegrasi dengan die prosesor. Contoh prosesor yang telah dilengkapi dengan memory controller ini adalah prosesor AMD64. Akibatnya, chipset untuk prosesor AMD64 (misalnya chipset NVIDIA nForce3) menjadi single chip (chip tunggal) yang merupakan gabungan dari semua fitur southbridge dengan port AGP. Chipset ini dihubungkan langsung ke CPU (prosesor). Sedangkan Intel juga akan melakukan hal yang sama, yaitu mengintegrasikan memory controller tersebut ke dalam prosesor produksinya. Rencananya kelak akan diterapkan pada prosesor yang berbasis mikroarsitektur Nehalem.

2.Southbridge
Southbridge adalah bagian dari chipset yang mengontrol bus IDE, USB, dukungan Plug and Play, menjembatani PCI dan Isa, mengontrol keyboard dan mouse, fitur power management dan sejumlah perangkat lainnya.
Southbridge berhubungan dengan pheriperal, memalui jalur penghubung yang kecepatannya (kecepatan bus) lebih lambat (misalnya bus PCI dan bus ISA) dibandingkan jalur penghubung yang digunakan oleh northbridge. Pada beberapa chipset modern, southbridge sebenarnya mengandung (memuat) pheripheral yang terintegrasi pada chip, seperti ethernet, USB, dan audio.

referensi dari : gpinkom.wordpress.com