Selamat bergabung di blog kami

This is default featured post 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

DDR2 SDRAM kependekan dari Double Data Rate two Synchronous Dynamic Random Access Memory. Dalam teknik elektronika, DDR2 SDRAM adalah RAM berkecepatan tinggi yang berfungsi untuk menyimpan data ketika komputer sedang bekerja. Selain merupakan bagian dari perangkat komputer, DDR2 SDRAM juga digunakan pada peralatan elektronik digital lainnya.

DDR2 SDRAM termasuk keluarga SDRAM, merupakan salah satu hasil penerapan dari teknologi DRAM. DDR2 SDRAM adalah hasil perkembangan yang lebih maju dari generasi pendahulunya, yaitu DDR SDRAM. Kelebihan utama DDR2 SDRAM terletak pada kemampuannya dalam mengoperasikan (menjalankan) bus data eksternal dua kali lebih cepat dibandingkan DDR SDRAM. Hal ini bisa terjadi karena adanya perbaikan pada sistem peng-signalan-an bus (bus signaling), dan pengoperasian sel-sel memori yang lebih cepat dibandingkan DDR SDRAM, tetapi, sayangnya DDR2 akan menghasilkan latency yang lebih tinggi sehingga dapat menurunkan performa memori itu sendiri.

Tidak berbeda dengan SDRAM, DDR2 menyimpan data pada unit penyimpan berupa sel-sel memori yang kemudian akan diaktivasi dengan menggunakan clock signal agar bekerja (beroperasi) serempak dengan bus data eksternal. Seperti halnya DDR, DDR2 juga mentransmisi data dua kali dalam satu siklus detak (clocok cycle), mengingat DDR2 juga mengunakan teknologi double data rate (dual pumped, double pumped, atau double transition), yaitu pada saat kurva clock signal sedang tinggi dan saat kurva clock signal sedang turun. Pokok perbedaan antara DDR dengan DDR2 yaitu:

Bus pada DDR2 didetakkan dua kali kecepatan sel-sel memori, sehingga dapat mentransfer data empat bit per siklus sel memori. Bandingkan dengan DDR yang hanya mampu mentransfer dua bit per siklus sel memori. Secara efektif, bus DDR2 dapat dijalankan dua kali kecepatan bus DDR.


DDR2 bekerja pada voltase yang lebih rendah dibandingkan DDR. Jika DDR didesain bekerja pada voltase 2,5 Volt, maka DDR2 didesain bekerja pada voltase 1,8 Volt.

* Spesifikasi standar *
Modul DDR2 SDRAM yang digunakan dalam komputer PC desktop umumnya bertipe DIMM (Dual In-line Memory Module), memiliki 240 pin. Pada deretan pin terdapat satu buah lubang takikan (notch). Lubang takikan ini berada di deretan pin dibagian tengah, mirip dengan posisi lubang takikan pada DDR SDRAM, tetapi posisi lubang takikan pada DDR2 SDRAM lebih ke tengah. Bandingkan dengan SDRAM yang mempunyai dua lubang takikan.
Lubang takikan ini berguna untuk mencegah agar masing-masing tipe DRAM tersebut tidak saling dipertukarkan, karena masing-masing tipe DRAM tersebut tidak saling kompatibel. Akibat perbedaan lubang takikan tersebut, maka modul SDRAM tidak akan cocok (tidak dapat) dimasukkan atau diselipkan pada slot DDR2 SDRAM maupun slot DDR2 SDRAM. Sebaliknya, modul DDR2 SDRAM tidak cocok dimasukkan atau diselipkan pada slot SDRAM maupun slot DDR SDRAM.
Berikut ini disajikan laju transfer data maksimum (bandwidth maksimum) beberapa DDR SDRAM standar.


Nama standar DDR2 biasanya dituliskan DDR2-xxx, simbol xxx kecepatan transfer data per detik (bukan bandwidth). Jika dalam satu detik mampu melakukan 400 juta proses transfer data, maka penulisan nama standar DDR2 menjadi DDR2-400. Sedangkan nama modul memori biasanya dituliskan PC2-xxxx. Simbol xxxx melukiskan nilai bandwidth teoritis modul memori DDR2 SDRAM. Jika nama modul memori adalah PC2-3200, maka bandwidth modul memori tersebut 3200 MB/s (3,2 milyar byte per detik). Artinya, modul memori tadi mampu mentranmisi data sebanyak 3,2 milyar byte per detik. Nilai ini diperoleh dari perhitungan:

Bandwidth = kecepatan transfer data per detik x lebar bit data

Lebar bit data DDR2 SDRAM adalah 64 bit. Kecepatan transfer data DDR2 SDRAM PC2-3200 adalah 400 000 000 per detik. Dengan demikian, bandwidth-nya adalah:

Bandwidth = 400 000 000 transfer per detik x 64 bit
= 25.600.000.000 transfer bit per detik, atau
= 25.600.000.000 bit per detik

Jika nilai satuan bit dikonversi ke byte, maka nilai tadi harus dibagi dengan angka 8 sebab 1 byte = 8 bit (satu byte memerlukan delapan bit). Nilainya menjadi:

Bandwith = (25.600 000 000) / 8 Byte per detik
= 3200 000 000 Byte per detik
= 3200 MB per detik
= 3200 MB/s (Mega Byte per second)

Itulah sebabnya DDR2-400 disebut juga dengan nama PC2-3200. DDR2-400 adalah nama standar, sedangkan PC2-3200 adalah nama modul memori. Semakin tinggi kecepatan transfer data memori DDR2 SDRAM, semakin besar nilai bandwidthnya.
Pada beberapa modul DDR2 SDRAM, simbol angka xxxx yang tertera pada penulisan PC2-xxxx, merupakan angka hasil dari pembulatan ke nilai atas ataupun pembulatan ke nilai bawah. Contohnya, DDR2 SDRAM yang frekuensi bus memorinya 133 MHz, memiliki bandwidth 4266 MB/s. Modul memorinya kadang-kadang dituliskan PC2-4200 (pembulatan ke nilai bawah), kadang-kaang dituliskan PC2-4300 (pembulatan ke nilai atas). Beberapa perusahaan cenderung menuliskan ke nilai pembulatan atas, yaitu PC2-4300 karena berdasarkan hasil testing, modul DDR2 SDRAM ini mampu berjalan dengan kecepatan melebihi kecepatan standarnya. Penulisan semacam ini juga terjadi pada modul yang frekuensi bus memorinya 166 MHz yang kemudian dilabel PC2-5400, dan modul yang frekuensi bus memorinya 266 MHz yang kemudian dilabel PC2-8600.
Modul atau keping DDR2 SDRAM yang tersedia di pasaran, ada yang tipe ECC, ada pula yang non ECC. Ada yang tipe buffered, ada pula yang unbuffered. Itulah sebabnya, varian DDR2 SDRAM yang beredar di pasaran menjadi cukup banyak. Tipe-tipe DDR2 SDRAM biasanya dituliskan dengan aturan sebagai berikut:

o Modul DDR2 SDRAM yang dilengkapi ECC dapat diketahui dengan mudah, karena biasanya kode tulisan ECC ini tertera (ditambahkan) di belakang nama modul memori. Misalnya PC2-4200 ECC, berari modul memori ini adalah modul DDR2 SDRAM PC2-4200 yang dilengkapi ECC.


o Modul DDR2 SDRAM tipe buffered (buffered memory) juga dapat diketahui dengan mudah. Di belakang nama modul memori ini biasanya dicantumkan tanda huruf (karakter) ‘R’, misalnya PC2-4200R, berarti modul memori ini adalah tipe modul DDR2 SDRAM PC2-4200 buffered. Jika modul memori ini bertipe unbuffered (unbuffered memory), maka kadang-kadang (kemungkinan) di belakang nama modul memori ini dicantumkan tanda huruf (karakter) ‘U’. Misalnya PC2-4200U, berarti modul memori ini adalah tipe modul DDR2 SDRAM PC2-4200 unbuffered. Bila modul DDR2 SDRAM bertipe buffered yang dilengkapi ECC, maka di belakang nama modul biasanya diberi tambahan kode huruf R ECC. Misalnya PC2-4200R ECC, berarti modul memori ini adalah tipe modul DDR2 SDRAM PC2-4200 buffered yang dilengkapi ECC.

Modul DDR2 SDRAM tipe buffered umumnya memiliki sebuah chip yang berbeda yang letaknya berada di tengah-tengah modul RAM diantara deretan chip memori yang ada. Chip tersebut yang disebut ‘buffer’, bentuknya mirip dengan chip memori. Secara visual, seringkali modul RAM buffered dan unbuffered sulit dibedakan. Patut dicatat bahwa modul DDR2 SDRAM tipe buffered harganya lebih mahal. Modul yang banyak dijual di pasaran adalah DDR2 SDRAM tipe unbuffered.
o Modul memori Fully Buffered (Fully Buffered module) DDR2 SDRAM dapat dikenali dengan melihat tanda huruf yang tertera di belakang nama modul. Apabila terdapat tambahan kode huruf ‘F’ atau ‘FB’, berarti modul tersebut adalah modul memori Fully Buffered. Secara fisik desain modul DDR2 SDRAM Fully Buffered berbeda dengan modul DDR2 SDRAM lainnya. Takikan (notch) pada deretan pin, posisinya tidak sama, sehingga modul DDR2 SDRAM Fully Buffered tidak dapat diselipkan pada slot RAM yang biasanya digunakan untuk tipe DDR2 SDRAM lainnya. Hal ini untuk mencegah kemungkinan terjadinya kerusakan, karena DDR2 SDRAM Fully Buffered memang tidak kompatibel dengan tipe DDR2 SDRAM lainnya.


Perlu diketahui bahwa modul memori unbuffered tidak cocok dipasangkan dengan modul memori buffered pada saluran (channel) yang sama.

Buffered memory adalah memori yang memiliki logic khusus untuk mengatur pembagian beban kerja pada setiap chip memori yang terdapat pada suatu modul DRAM. Buffered memory berguna untuk meningkatkan kemampuan kerja (kinerja) suatu modul DRAM. Modul memori yang termasuk jenis buffered biasanya memiliki chip-chip buffer berukuran kecil yang terpasang pada modul tersebut. Modul memori tipe ini biasanya digunakan untuk sistem komputer yang sangat penting, atau untuk komputer-komputer yang memiliki beban kerja tinggi pada memori, misalnya komputer server. Komputer-komputer PC desktop atau mobile yang biasa dipakai untuk kantor, rumahan atau pribadi, yang beban kerja ke memorinya tidak begitu besar, tidak perlu menggunakan memori tipe ini. Justru, apabila menggunakan memori tipe buffered, tak jarang mengakibatkan kinerja komputer menjadi lambat, karena memori tipe buffered memiliki latency (kelambatan proses) yang tinggi. Latency inilah yang menjadi titik kelemahan modul tipe ini bila digunakan untuk komputer-komputer yang memiliki beban kerja ringan ke memori. Buffered memory sering juga disebut dengan nama registered memory.
Berbeda dengan buffered memory, modul memori tipe unbuffered (unbuffered memory) tidak memiliki logic khusus untuk mengatur pembagian beban kerja pada setiap chip memori seperti yang terdapat pada buffered memory. Unbuffered memory disebut juga dengan nama non-regitered memory.
Istilah buffer berasal dari bahasa Inggris yang artinya kurang lebih adalah penyangga. Secara umum, dalam kaitannya dengan pengetahuan komputer, buffer berarti memori tempat untuk menyimpan informasi yang sifatnya sementara selama terjadi perpindahan informasi dari satu peralatan (device) ke peralatan lainnya. Buffer ini juga berfungsi untuk menyesuaikan perbedaan kecepatan antar peralatan tadi.
Contoh yang paling mudah dijelaskan, terdapat pada printer. Sebagian besar printer memiliki buffer sendiri. Buffer ini berfungsi untuk menerima dan menyimpan informasi yang berkecepatan tinggi yang berasal dari komputer (CPU). Printer tersebut kemudian mencetak informasi yang sudah diterima dan tersimpan di buffer dengan kecepatan rendah. Ketika printer sedang bekerja, komputer sudah bebas untuk melakukan tugas kerja yang lain dan tidak terpengaruh oleh kerja printer sampai printer tersebut kembali memberi signal bahwa ia sudah siap menerima informasi selanjutnya.


Modul DDR2 SDRAM yang diperkenalkan pertama kali adalah DDR2 ber-bus 200 MHz (PC2-3200) dan DDR2 ber-bus 266 MHz (PC2-4200). Keduanya diperkenalkan pada kuartal kedua tahun 2003. Namun, sayangnya, performa kedua modul DDR2 tersebut tidak lebih baik dari DDR generasi pendahulunya, sebab kedua modul DDR2 tadi memiliki latency yang lebih tinggi sehingga membuat total waktu akses data menjadi lebih lama. Teknologi DDR sendiri tidak dikembangkan lagi sebab kecepatan bus data maksimum yang bisa dijangkau secara normal terbatas pada 266 MHz.
Akhirnya, pada akhir tahun 2004, muncul modul DDR2 SDRAM yang memiliki latency lebih rendah dan memiliki performa lebih bagus. Sejak saat itu DDR2 mampu bersaing dan menggeser dominasi DDR, generasi pendahulunya.

* Perbedaan dan kesamaan DDR SDRAM dengan DDR2 SDRAM*
Memang, DDR SDRAM dengan DDR2 SDRAM tidaklah sama, masing-masing memiliki karakteristik sendiri dan berbeda satu dengan lainnya. Berikut ini perbedaan DDR SDRAM dengan DDR2 SDRAM yang biasa digunakan untuk PC desktop.


Keterangan:
o Chip memori yang terpasang pada modul DDR SDRAM umumnya berjenis TSOP (Thin Small Outline Package), sedangkan chip yang terpasang pada modul DDR2 SDRAM umumnya berjenis TinyBGA (Tiny Ball Grid Array). Sebenarnya juga ada modul DDR SDRAM yang menggunakan chip memori jenis TinyBGA, tetapi jumlahnya sedikit sekali. Chip memori jenis TinyBGA digunakan untuk DDR2 SDRAM karena chip jenis ini mampu bekerja dengan kecepatan yang jauh lebih tinggi dibandingkan chip memori jenis TSOP. Chip memori jenis TSOP sendiri hanya mampu bekerja normal terbatas pada kecepatan maksimum 200 MHz hingga 250 MHz.


Karena menggunakan chip memori jenis TinyBGA, maka beaya produksi modul DDR2 SDRAM pada awalnya menjadi mahal dan proses perakitannya lebih sulit dibandingkan modul DDR SDRAM ataupun SDR SDRAM yang masih menggunakan chip memori jenis TSOP. Namun, tak lama kemudian harga modul DDR2 SDRAM menjadi lebih murah ketika diproduksi secara masal.
o Yang dimaksud ‘kecepatan’ di sini adalah kecepatan efektif memori bukan kecepatan bus dasar atau bus sesungguhnya. Kecepatan ini menggambarkan kecepatan transfer data per detik. Oleh karena DDR dan DDR2 mempunyai lebar data 64 bit (8 byte), maka bandwidth DDR maupun DDR2 sebesar delapan kali kecepatan efektif memori, sehingga secara umum bandwidth DDR2 lebih tinggi dibandingkan bandwidth DDR.
o DDR SDRAM bekerja pada tegangan 2,5 Volt, sedangkan DDR2 SDRAM bekerja pada tegangan 1,8 Volt. Dengan demikian tampak bahwa DDR2 SDRAM lebih hemat energi dan mengkonsumsi daya yang lebih rendah dibandingkan DDR SDRAM.
o DDR SDRAM mempunyai 184 pin, sedangkan DDR2 SDRAM mempunyai 240 pin. Karena ukuran panjang kemasan atau modul (keping RAM) DDR SDRAM dan DDR2 SDRAM adalah sama, maka deretan pin pada DDR2 SDRAM tampak lebih padat dibandingkan deretan pin pada DDR SDRAM, karena DDR2 SDRAM menampung pin lebih banyak dibandingkan DDR SDRAM. Dengan sendirinya dimensi pin secara individual kedua modul tersebut juga menjadi tidak sama. Dimensi pin DDR2 SDRAM lebih kecil dibandingkan dimensi pin DDR SDRAM.


o Posisi lubang takikan (notch) yang letaknya di tengah-tengah deretan pin juga tidak sama. Kedua modul tersebut memang tidak saling kompatibel. Ketidaksamaan posisi lubangang takikan tadi untuk mencegah agar modul yang tidak sesuai dengan slot memorinya tidak dapat diselipkan. Modul DDR SDRAM tidak dapat diselipkan pada slot memori yang didesain untuk DDR2 SDRAM. Begitu juga sebaliknya.
o Controller internal pada DDR mengerjakan 2 bit data dari media simpan data (storage), DDR2 dapat mengerjakan 4 bit sekaligus, sehingga DDR2 SDRAM mampu bekerja lebih cepat dibandingkan DDR SDRAM.
o Nilai CL atau CAS Latency (waktu tunggu untuk pengiriman data) pada DDR SDRAM biasanya sebesar 2 clock, 2.5 clock, atau 3 clock, sedangkan pada DDR2 SDRAM biasanya nilainya lebih besar, sekitar 3 clock, 4 clock atau 5 clock, bahkan sampai 6 clock. Oleh karena itu, agar memiliki latency yang sepadan dengan DDR SDRAM, DDR2 SDRAM harus bekerja (dioperasikan) dua kali kecepatan busnya. Selain CAS Latency, pada DDR2 SDRAM kadangkala terdapat pula Additional Latency (AL) yang nilainya sebesar 0, 1, 2, 3, 4, atau 5 clock. Jika DDR2 SDRAM memiliki nilai CL4 dan AL2, maka nilai latency-nya menjadi 6.

DDR SDRAM memang berbeda dengan DDR2 SDRAM, tetapi keduanya memiliki kesamaan. Kesamaan keduanya terletak pada lebar data dan teknologi bus yang digunakan. Keduanya memiliki lebar data 64 bit, sama-sama menggunakan teknologi DDR (Double Data Rate atau Double Pumped).

* Urutan pemasangan DDR2 SDRAM pada slot DIMM *
Jumlah slot DIMM, tempat ditancapkannya DDR2 SDRAM pada motherboard untuk PC desktop biasanya lebih dari satu. Ada yang dua slot, tiga slot atau empat slot. Jumlah slot atau jumlah DDR2 SDRAM yang dapat dipasang pada motherboard tersebut ditentukan (diatur) oleh chipset (northbridge). Sebuah modul DDR2 SDRAM yang hendak dipasangkan pada motherboard, boleh diselipkan pada slot yang mana saja, misalnya slot DIMM pertama atau slot DIMM kedua. Jika motherboard memiliki tiga atau empat slot DIMM, maka modul memori tadi juga boleh diselipkan pada slot DIMM ketiga atau keempat. Walaupun demikian disarankan, sebaiknya modul memori tadi diselipkan pada slot DIMM pertama. Apabila modul DDR2 SDRAM yang hendak digunakan lebih dari satu, sebaiknya modul-modul memori tersebut diselipkan berurutan pada slot DIMM terdepan Misalnya digunakan dua buah modul DDR2 SDRAM, masing-masing selipkan pada slot DIMM pertama dan kedua. Apabila terdapat tiga buah modul DDR2 SDRAM yang digunakan, selipkan pada slot DIMM pertama, kedua dan ketiga.
Khusus pemasangan DDR2 SDRAM berkonfigurasi dual channel tidak boleh dilakukan sembarangan. Pemasangan DDR2 SDRAM berkonfigurasi dual channel ini memiliki aturan sendiri. Untuk mengaktifkan fitur dual channel diperlukan sepasang DDR2 SDRAM (dua modul DDR2 SDRAM) atau lebih, yang identik, memiliki spesifikasi sama. Pada motherboard yang menggunakan CPU berbasis Intel, sepasang modul DDR2 SDRAM tersebut umumnya dipasang berurutan pada slot DIMM ganjil saja (slot DIMM pertama dan ketiga) atau slot DIMM genap saja (slot DIMM kedua dan keempat). Bisa juga keempat slot tadi diisi modul DDR2 SDRAM semua. Untuk motherboard yang memiliki tiga buah slot DIMM, penggunaan fasilitas dual channel umumnya hanya bisa pada slot DIMM pertama dan ketiga saja. Jika slot DIMM kedua diisi, ada kemungkinan fasilitas dual channel ini tidak dapat diaktifkan. Namun, akhir-akhir ini (tahun 2008) diberitakan terdapat motherboard yang desain urutan slot DIMM untuk fitur dual channelnya berbeda, yaitu diletakkan pada posisi slot DIMM pertama dan kedua atau slot DIMM ketiga dan keempat. Petunjuk pemasangan modul DDR2 SDRAM berkonfigurasi dual channel pada slot DIMM biasanya terdapat pada buku manual motherboard yang bersangkutan. Pada motherboard modern, kadangkala dilengkapi petunjuk warna pada slot DIMM untuk memudahkan instalasi modul DDR2 SDRAM dual channel. Untuk mengaktifkan fitur dual channel, sepasang modul DDR2 SDRAM tadi harus diselipkan pada slot yang warnanya sama.


Fitur dual channel tidak selalu terdapat pada setiap motherboard. Keberadaan fitur tersebut bergantung pada spesifikasi chipset yang digunakan. Bila chipsetnya tidak memberikan dukungan fitur tersebut, maka fitur dual channel tidak akan bisa diaktifkan pada motherboard tadi.

* Kompatibilitas modul DDR2 dengan generasi pendahulunya *
Modul DDR2 SDRAM tidak dirancang kompatibel dengan modul DDR SDRAM. Seperti telah dijelaskan bahasan terdahulu, bahwa kedua modul ini (DDR dan DDR2) yang biasa digunakan untuk komputer desktop, memiliki posisi lubang takikan (notch) yang berbeda. Selain itu, keduanya memiliki jumlah pin (kepadatan pin) yang juga berbeda, dan bekerja pada kebutuhan tegangan yang juga berbeda. Jumlah pin pada DDR2 SDRAM lebih banyak dibandingkan DDR SDRAM dan bekerja pada tegangan yang lebih rendah dibandingkan DDR SDRAM.

* Penggabungan modul DDR2 SDRAM yang berbeda kecepatan *
Motherboard-motherboard sebuah PC umumnya menyediakan lebih dari satu slot RAM tempat diselipkannya modul RAM. Hal semacam ini menandakan diperbolehkannya pemasangan lebih dari satu modul RAM dalam sebuah motherboard. Kapasitas (daya tampung data) maksimum sebuah modul RAM dan jumlah maksimum modul RAM yang dapat dipasangkan pada sebuah motherboard sebenarnya diatur (ditentukan) oleh chipset (northbridge).
Idealnya, bila menggunakan lebih dari satu modul RAM, sebaiknya modul tersebut memiliki spesifikasi yang sama walaupun kebanyakan motherboard memang mengijinkan penggunaan dua atau lebih modul RAM sejenis yang spesifikasinya berbeda. Modul DDR2 SDRAM yang berbeda kecepatan, misalnya PC2-3200 dan PC2-4200 umumnya dapat digunakan bersama dalam satu motherboard. Kecepatan kerja kedua modul DDR2 SDRAM tersebut akan disesuaikan mengikuti modul DDR2 SDRAM yang kecepatannya lebih rendah. Dengan demikian kedua modul DDR2 SDRAM tadi akan bekerja dengan kecepatan mengikuti kecepatan modul PC2-3200, bukan PC2-4200. Apabila pemasangan kedua modul DDR2 SDRAM yang berbeda kecepatan ternyata menimbulkan masalah, misalnya komputer bekerja tidak stabil, ‘hang’ atau lainnya, masalah ini biasanya lebih banyak disebabkan tidak kompatibelnya dua modul tadi.

* Overclocking DDR2 SDRAM *
Modul DDR2 SDRAM yang sekarang ini banyak beredar di Indonesia, sebagian besar dapat dipacu kinerjanya dengan cara meningkatkan clock speed (frekuensi) bus memorinya hingga melebihi clock speed standarnya. Hasilnya, DDR2 SDRAM tersebut bekerja dengan kecepatan melebihi kecepatan normalnya. Pemacuan seperti ini dikenal dengan istilah overclock. Upaya overclock ini dilakukan dengan tujuan untuk mendapatkan performa atau kinerja komputer yang lebih baik.
Overclock terhadap bus memori (RAM) hanya dapat dilakukan secara optimal apabila motherboardnya memang mendukung upaya overclock ini. Overclock RAM kurang efektif jika clock frekuensi RAM sama dengan clock frekuensi prosesor. Jika meng-overclock RAM semacam ini akan lebih efektif bila diikuti overclock prosesornya juga. Selain overclock, penaikan voltase RAM di atas voltase standarnya (overvolting) juga dapat meningkatkan kinerja RAM.
Salah satu cara overclock dapat dilakukan lewat BIOS melalui menu ‘Frequency/Voltage Control’. Menu pada BIOS memang bervariasi bergantung merek/jenis BIOS-nya. Istilah yang digunakan pada menu juga beragam. Apapun istilah yang digunakan, bila ingin melakukan overclock RAM, carilah/pilihlah menu yang digunakan untuk mengatur frekuensi dan voltase RAM. Melalui menu pilihan tersebut dapat dilakukan pengubahan nilai clock frekuensi bus memori maupun nilai voltase memori.
Pada dasarnya terdapat dua macam modus untuk mengkonfigurasikan kinerja RAM (overclocking), yaitu modus synchronous dan modus asynchronous.

o Pada modus synchronous, besar kenaikan frekuensi bus memori diatur sebanding dengan penaikan FSB pada motherboard. Modus semacam ini banyak ditemukan pada motherboard kelas mid atau end user.
o Pada modus asynchronous, besar kenaikan frekuensi bus memori tidak bergantung pada FSB di motherboard. Modus semacam ini banyak ditemukan pada motherboard kelas atas (high end).

Kemampuan setiap modul DDR2 SDRAM untuk di-overclock (dengan spesifikasi yang sama), berbeda-beda bergantung banyak hal, salah satunya adalah merek modul dan kualitas bahan yang digunakan. Modul DDR2 SDRAM kelas high end (kelas atas), selain kinerjanya bagus, umumnya mempunyai kemampuan overclocking yang lebih tinggi dibandingkan RAM kelas value (kelas ekonomi, kelas bawah). Modul DDR2 SDRAM kelas high end memang terbuat dari bahan terbaik, harganya mahal, sebelum dipasarkan biasanya dilakukan serangkaian proses uji produk dan pemeriksaan (quality control) yang ketat.

* Heatspreader pada DDR2 SDRAM *
Tidak sedikit modul DDR2 SDRAM yang dilengkapi heat spreader yang melekat dan menutupi chip-chip memori. Heat spreader ini berguna untuk menyerap panas yang dikeluarkan oleh chip memori yang kemudian dibuang ke udara sekeliling modul. Dengan demikian temperatur chip memori tetap terpelihara tidak terlalu panas. Keberadaan heat spreader ini menjadi lebih penting terutama pada modul DDR2 SDRAM yang berkepatan tinggi.


Heat spreader ini juga berfungsi sebagai pelindung chip-chip memori dari efek listrik statis yang terdapat pada tubuh manusia, yaitu ketika keping memori sedang terpegang tangan yang terutama sering terjadi saat berlangsung pemasangan atau pelepasan modul memori dari slotnya di motherboard.
Bahan dasar heat spreader ini sangat beragam, biasanya yang banyak digunakan terbuat dari aluminium.

* Hubungan DDR2 SDRAM dengan memori GDDR-2 *
Pengertian istilah DDR2 yang berkaitan dengan modul DRAM (DDR2 SDRAM), sebenarnya tidaklah sama dengan pengertian DDR2 yang biasa dipakai untuk memori kartu grafis (memori GDDR-2), walaupun ada perusahaan produsen kartu grafis yang mengklaim bahwa kartu grafis produksinya menggunakan teknologi DDR2. Patut dicatat, bahwa GDDR-2 ini bukanlah DDR2 seperti yang dipakai pada modul DDR2 SDRAM. Pada memori GDDR-2, laju clock I/O-nya tidak digandakan dua kali seperti yang terjadi pada DDR2 SDRAM Jika diperbandingkan, akan lebih tepat kalau dikatakan bahwa GDDR-2 tersebut menggunakan teknologi yang merupakan bentuk pertengahan antara DDR dengan DDR2.
Begitu juga istilah GDDR3 yang biasa dipakai oleh beberapa produsen kartu grafis. Teknologi GDDR3 kenyataannya lebih dekat dengan teknologi DDR2 yang diberi tambahan beberapa hal yang sesuai untuk kartu grafis. Sekarang ini (tahun 2008), GDDR3 banyak digunakan untuk memori kartu grafis modern.

Sumber : gpinkom.wordpress.com

Cache memory adalah memory berukuran kecil berkecepatan tinggi yang berfungsi untuk menyimpan sementara instruksi dan/atau data (informasi) yang diperlukan oleh prosesor. Boleh dikatakan bahwa cache memory ini adalah memory internal prosesor. Cache memory ini berbasis SRAM yang secara fisik berukuran kecil dan kapasitas tampung datanya juga kecil atau sedikit. Pada saat ini, cache memory ada 3 jenis, yaitu L1 cache, L2 cache, dan L3 cache.

Letak cache memory

L1 cache terintegrasi dengan chip prosesor, artinya letak L1 cache sudah menyatu dengan chip prosesor (berada di dalam keping prosesor). Sedangkan letak L2 cache, ada yang menyatu dengan chip prosesor, ada pula yang terletak di luar chip prosesor, yaitu di motherboard dekat dengan posisi dudukan prosesor. Pada era prosesor intel 80486 atau sebelumnya, letak L2 cache kebanyakan berada di luar chip prosesor. Chip cache terpisah dari prosesor, berdiri mandiri dekat chip prosesor. Sejak era prosesor Intel Pentium, letak L2 cache ini sudah terintegrasi dengan chip prosesor (menyatu dengan keping prosesor). Posisi L2 cache selalu terletak antara L1 cache dengan memori utama (RAM). Sedangkan L3 cache belum diimplementasikan secara umum pada semua jenis prosesor. Hanya prosesor-prosesor tertentu yang memiliki L3 cache.

Cache memory yang letaknya terpisah dengan prosesor disebut cache memory non integrated atau diskrit (diskrit artinya putus atau terpisah). Cache memory yang letaknya menyatu dengan prosesor disebut cache memory integrated, on-chip, atau on-die (integrated artinya bersatu/menyatu/ tergabung, on-chip artinya ada pada chip).

L1 cache (Level 1 cache) disebut pula dengan istilah primary cache, first cache, atau level one cache. L2 cache disebut dengan istilah secondary cache, second level cache, atau level two cache.

Kecepatan cache memory

Transfer data dari L1 cache ke prosesor terjadi paling cepat dibandingkan L2 cache maupun L3 cache (bila ada). Kecepatannya mendekati kecepatan register. L1 cache ini dikunci pada kecepatan yang sama pada prosesor. Secara fisik L1 cache tidak bisa dilihat dengan mata telanjang. L1 cache adalah lokasi pertama yang diakses oleh prosesor ketika mencari pasokan data. Kapasitas simpan datanya paling kecil, antara puluhan hingga ribuan byte tergantung jenis prosesor. Pada beberapa jenis prosesor pentium kapasitasnya 16 KB yang terbagi menjadi dua bagian, yaitu 8 KB untuk menyimpan instruksi, dan 8 KB untuk menyimpan data.

Transfer data tercepat kedua setelah L1 cache adalah L2 cache. Prosesor dapat mengambil data dari cache L2 yang terintegrasi (on-chip) lebih cepat dari pada cache L2 yang tidak terintegrasi. Kapasitas simpan datanya lebih besar dibandingkan L1 cache, antara ratusan ribu byte hingga jutaan byte, ada yang 128 KB, 256 KB, 512 KB, 1 MB, 2 MB, bahkan 8 MB, tergantung jenis prosesornya. Kapasitas simpan data untuk L3 cache lebih besar lagi, bisa ratusan juta byte (ratusan mega byte).

Prioritas penyimpanan dan pengambilan data

Dalam mekanisme kerjanya, data yang akan diproses oleh prosesor, pertama kali dicari di L1 cache, bila tidak ada maka akan diambil dari L2 cache, kemudian dicari di L3 cache (bila ada). Jika tetap tidak ada, maka akan dicari di memori utama. Pengambilan data di L2 cache hanya dilakukan bila di L1 cahe tidak ada.

Lebih jelasnya proses baca tulis data yang dilakukan oleh prosesor ke memori utama dapat dijelaskan sebagai berikut:

Ketika data dibaca/ditulis di memori utama (RAM) oleh prosesor, salinan data beserta address-nya (yang diambil/ditulis di memori utama) disimpan juga di cache. Sewaktu prosesor memerlukan kembali data tersebut, prosesor akan mencari ke cache, tidak perlu lagi mencari di memori utama.


Jika isi cache penuh, data yang paling lama akan dibuang dan digantikan oleh data yang baru diproses oleh prosesor. Proses ini dapat menghemat waktu dalam proses mengakses data yang sama, dibandingkan jika prosesor berulang-ulang harus mencari data ke memori utama.

Secara logika, kapasitas cache memory yang lebih besar dapat membantu memperbaiki kinerja prosesor, setidak-tidaknya mempersingkat waktu yang diperlukan dalam proses mengakses data.

referensi dari : gpinkom.wordpress.com

Mikroprosesor adalah suatu komponen (biasanya wujud fisiknya berupa chip) yang terdapat dalam suatu sistem komputer yang berfungsi sebagai unit pusat pemroses atau pengolah data dan istruksi. Dalam bahasa kasar sering diistilahkan sebagai ‘otak’ komputer. Mikroprosesor ini umumnya terpasang pada motherboard. Penulisan kata mikroprosesor sering disingkat µP atau uP. Istilah mikroprosesor juga disebut dengan nama prosesor atau CPU (central processing unit).

Prosesor ini terbuat dari chip silikon yang di dalamnya mengandung jutaan transistor mini dan sirkuit lainnya di atas sirkuit terintegrasi semikonduktor. Selama ini, perkembangan mikroprosesor diketahui mengikuti hukum Moore. Hukum ini dilontarkan oleh Gordon Moore pada tahun 1965. Saat itu Moore memprediksi bahwa jumlah transistor yang ada pada IC (Integrated Circuit) akan berlipat ganda setiap tahunnya, dan merumuskan bahwa daya penghitungan akan berlipat ganda setiap 18 bulan. Pernyataan ini diperbaharui oleh Moore pada tahun 1995, berdasar hasil penelitian bahwa kelipatan ganda jumlah transistor akan terjadi setiap dua tahun sekali. Hukum tersebut memang benar-benar terjadi dan terbukti sejak awal tahun 1970-an. Sehingga performa komputerpun terus meningkat dari tahun ke tahun.

Hukum Moore tersebut mungkin tidak akan berlaku seterusnya, kalau mengamati perkembangan prosesor saat ini tampaknya hukum tersebut hanya berlaku untuk waktu yang terbatas.

Komponen Prosesor

Prosesor golongan x86 yang digunakan untuk PC, biasanya terdiri dari beberapa komponen penting, antara lain:

o Unit kontrol, yaitu bagian yang bertugas mengatur jalannya program.

o Unit eksekusi, yaitu bagian yang melakukan operasi terhadap data yang terdiri dari:

§ ALU (Arithmetic Logical Unit = Unit Logika dan Aritmatika). Komponen ini berfungsi sebagai tempat memproses data dengan cara memanipulasi informasi dan mengevaluasi hasilnya. ALU dapat melakukan operasi-operasi tertentu, misalnya penjumlahan, perkalian, pengurangan, dan lainnya.

Ø ALU sendiri terdiri dari device-device memori kecil yang dikenal dengan nama register. Pada register inilah informasi-informasi disimpan selama pemrosesan data sedang berlangsung.

Ø ALU juga terdiri dari sirkuit-sirkuit untuk mengevaluasi informasi. Misalnya adder dan comparator, yang memanipulasi data sesuai instruksi yang terprogram

§ FPU (Floating Point Unit). Komponen ini berfungsi untuk memproses data berupa bilangan floating point.

o Sekumpulan daftar yang dapat digunakan untuk menampung data maupun hasil perhitungan yang belum selesai dengan sempurna. Komponen ini terkadang terdapat dalam CPU, tetapi tidak semuanya.

Memori internal CPU, biasanya berupa cache, seringkali disebut dengan istilah cache memori. Sekarang ini, prosesor-prosesor modern sudah dilengkapi komponen ini. Sedangkan prosesor-prosesor lama, banyak yang tidak memilikinya.

Cara kerja Prosesor

Prosesor berfungsi seperti kalkulator, hanya saja dengan kemampuan pemrosesan data yang jauh lebih besar. Fungsi utamanya adalah melakukan operasi aritmatika dan logika terhadap data.

Data tersebut diambil dari memori atau diperoleh dari alat input yang dioperasikan oleh operator seperti papan ketik (keyboard), mouse dan lainnya. Kerja prosesor ini dikontrol oleh sekumpulan instruksi software. Software tersebut diperoleh atau dibaca dari media penyimpan seperti harddisk, disket, CD, dan lainnya. Kemudian instruksi-instruksi tadi disimpan dalam RAM. Setiap instruksi diberi alamat unik yang disebut alamat memori. Untuk selanjutnya, prosesor akan mengakses data-data yang ada pada RAM, dengan cara menentukan alamat data yang dikehendaki.

Prosesor dan RAM dihubungkan oleh unit yang disebut bus. Saat sebuah program dijalankan, data akan mengalir dari RAM melalui bus, menuju ke prosesor. Di dalam prosesor, data ini di-dekode, kemudian berjalan ke ALU yang bertugas melakukan kalkulasi dan perbandingan. Kadang-kadang data disimpan sementara di register agar dapat diambil kembali dengan cepat untuk diolah. Setelah selesai, hasil pemrosesannya mengalir kembali ke RAM atau ke media penyimpan. Apabila data hasil perosesan tadi akan diolah lagi, maka data tersebut akan disimpan dalam register. Demikian seterusnya.

Bilangan yang ditangani oleh prosesor

Terdapat dua macam bilangan yang ditangani oleh prosesor, yaitu bilangan fixed point dan bilangan floating point.

Bilangan fixed point adalah bilang yang memiliki nilai digit spesifik pada salah satu titik desimalnya, Hal ini akan membatasi jangkauan nilai yang mungkin untuk angka-angka tersebut, namun, hal ini justru dapat dihitung oleh prosesor.

Sedangkan bilangan floating point, adalah bilangan yang diwujudkan dalam notasi ilmiah, yaitu berupa angka pecahan desimal dikalikan dengan angka 10 pangkat bilangan tertentu. Misalnya: 705,2944 x 109, atau 4,3 x 10-7. Cara penulisan angka seperti ini merupakan cara singkat untuk menuliskan angka yang nilainya sangat besar maupun sangat kecil. Bilangan seperti ini banyak digunakan dalam pemrosesan grafik dan kerja ilmiah. Proses aritmatika bilangan floating point memang lebih rumit dan prosesor membutuhkan waktu yang lebih lama untuk mengerjakannya, karena mungkin akan menggunakan beberapa siklus detak (clock cycle) prosesor.

Oleh karena itu, beberapa jenis komputer menggunakan prosesor sendiri untuk menangani bilangan floating point. Prosesor yang khusus menangani bilangan floating point disebut Floating Point Unit (FPU) atau disebut juga dengan nama math co-processor. FPU dapat bekerja secara paralel dengan prosesor. Dengan demikian proses penghitungan bilangan floating point dapat berjalan lebih cepat. Keberadaan FPU integrated (bersatu dengan prosesor) sudah menjadi kebutuhan standart komputer masa kini, karena banyak sekali aplikasi-aplikasi yang beroperasi menggunakan bilangan floating point.

referensi dari : gpinkom.wordpress.com

FSB (Front Side Bus) yang sering juga disebut sebagai system bus adalah jalur (bus) yang secara fisik menghubungkan prosesor dengan chipset northbridge pada motherboard. Jalur ini sebagai tempat lintasan data/informasi yang diwujudkan dalam bentuk sinyal-sinyal elektronis. Jalur ini merupakan jalur dua arah, artinya aliran data/informasi bisa berjalan dari prosesor menuju motherboard atau sebaliknya. FSB juga menghubungkan processor dengan memori utama.

Bandwidth maksimum FSB ditentukan lebar FSB (wide FSB), frekuensi FSB, dan jumlah transfer per detik (transfer/tick). Misalkan lebar FSB 32 bit (setara 4 byte) dengan frekuensi 200 MHz dan 4 transfer per detik. Bandwith maksimumnya adalah:


Lebar FSB x frekuensi FSB x jumlah transfer per detik

= 4 x 200 x 4

= 3200 Mega Byte perdetik


Maknanya adalah jumlah data maksimum yang bisa dialirkan oleh FSB adalah 3200 MB per detik. Makin besar bandwidth FSB makin cepat komputer bekerja. Namun, hal ini juga bergantung pada kemampuan komponen-komponen lain dalam mendukung kerja komputer (prosesor), misalnya cache memory, memori utama, teknologi-teknologi lain yang terkandung dalam prosesor itu sendiri.



Bandwidth adalah jumlah data maksimum yang dapat dipindahkan dalam satuan waktu tertentu. Biasanya diukur dengan satuan byte per detik, bit per detik atau tingkatan satuan yang lebih besar, misalnya mega byte per detik, giga bit per detik. Satuan ini tergantung besar data atau sesuai keperluan pemakai/ penghitungnya.




Kemampuan transfer per detik yang dimiliki FSB tergantung teknologi yang digunakan pada prosesor tersebut. Misalnya teknologi GTL+ mampu melakukan 2 transfer per detik, EV6 melakukan 4 transfer per detik, sedangkan teknologi AGTL+ mampu mencapai 8 transfer per detik.

FSB merupakan ‘tulang punggung’ hubungan antara prosesor dengan chipset pada motherboard, karena melalui FSB inilah keduanya saling mengirim dan menerima data/informasi. Melalui system bus chipset berhubungan ke komponen lain yang terhubung pada motherboard. FSB digunakan untuk mengomunikasikan antara motherboard dengan komponen lainnya.

Patut dicatat bahwa semua sistem bus (PCI, AGP, memory) pada motherboard terhubung ke chipset, sehingga dapat dikatakan bahwa chipset menjadi titik sentral koneksi sistem bus pada motherboard. Dengan demikian tidaklah salah bila disebutkan bahwa FSB menghubungkan prosesor dengan komponen (device) lain dalam satu sistem komputer melalui chipset yang ada pada motherboard.


FSB merupakan jalur penghubung antara prosesor dengan memori utama, juga penghubung antara prosesor dengan chipset (northbridge) pada motherboard.




Kecepatan bus AGP, PCI, ISA, dan memori, berbeda-beda seperti diilustrasikan pada gambar 2.

referensi dari : gpinkom.wordpress.com

ROM kependekan dari Read Only Memory, yaitu perangkat keras pada komputer berupa chip memori semikonduktor yang isinya hanya dapat dibaca. ROM tidak dapat digolongkan sebagai RAM, walaupun keduanya memiliki kesamaan yaitu dapat diakses secara acak (random). ROM berbeda dengan RAM.
Perbedaan diantara keduanya antara lain:
1.ROM tidak dapat diisi atau ditulisi data sewaktu-waktu seperti RAM. Pengisian atau penulisan data, informasi, ataupun program pada ROM memerlukan proses khusus yang tidak semudah dan se-fleksibel cara penulisan pada RAM. Biasanya, data atau program yang tertulis pada ROM diisi oleh pabrik yang membuatnya. Umumnya ROM digunakan untuk menyimpan firmware, yaitu perangkat lunak yang berhubungan dengan perangkat keras. Contoh ROM semacam ini adalah ROM BIOS. ROM BIOS berisi program dasar sistem komputer yang berfungsi untuk mengatur dan menyiapkan semua peralatan atau komponen yang ada atau yang terpasang pada komputer saat komputer ‘dinyalakan/dihidupkan’.
2.Informasi/data/program yang tertulis pada ROM (isi ROM) bersifat permanen dan tidak mudah hilang dan tidak mudah berubah walaupun komputer ‘dimatikan’ atau dalam keadaan mati (off). Sedangkan pada RAM, semua isinya (baik berupa data, program atau informasi) akan hilang dengan sendirinya jika komputer ‘dimatikan’ (dalam keadaan off).
3.ROM dapat menyimpan data tanpa membutuhkan daya. Itulah sebabnya data dalam ROM tidak akan hilang walaupun komputer mati. Sedangkan RAM membutuhkan daya agar dapat menyimpan data, jika RAM tidak mendapatkan daya, dengan sendirinya tidak akan dapat menyimpan data. Hal inilah yang menyebabkan data yang terdapat dalam RAM secara otomatis akan hilang bila komputer mati (off).
4.ROM modern sering ditemukan dalam bentuk IC (Integrated Circuit), sama seperti RAM yag wujudnya kebanyakan juga berupa IC. Teks atau kode yang tertulis pada kedua jenis IC ini berbeda. IC ROM biasanya memiliki kode tulisan (teks) 27xxx. Angka 27 menunjukkan kode untuk ROM, sedangkan xxx menjunjukkan kapasitas ROM dalan satuan kilo bit.


Fungsi ROM
Seperti telah diungkapkan sebelumnya bahwa umumnya ROM digunakan untuk menyimpan firmware. Pada perangkat komputer, sering ditemukan untuk menyimpan BIOS. Pada saat sebuah komputer dinyalakan, BIOS tersebut dapat langsung dieksekusi dengan cepat, tanpa harus menunggu untuk menyalakan perangkat media penyimpan lebih dahulu seperti yang umum terjadi pada alat penyimpan lain selain ROM.
Umumnya, pada media simpan lain, jika dieksekusi untuk dibaca isi atau datanya, media simpan tersebut harus dinyalakan lebih dahulu sebelum dibaca, yang tentu saja membutuhkan waktu agak lama. Hal seperti ini tidak terjadi pada ROM.
Pada komputer (PC) modern, BIOS disimpan dalam chip ROM yang dapat ditulisi ulang secara elektrik yang dikenal dengan nama Flash ROM. Itulah sebabnya istilah flash BIOS lebih populer daripada ROM BIOS.

Jenis ROM
Sampai sekarang dikenal beberapa jenis ROM yang pernah beredar dan terpasang pada komputer, antara lain Mask ROM, PROM, EPROM, EAROM, EEPROM, dan Flash Memory. Berikut ini disajikan uraian singkat dari masing-masing jenis ROM tersebut.

PROM
PROM kependekan dari Programmable Read Only Memory. PROM adalah salah satu jenis ROM, merupakan alat penyimpan berupa memori (memory device) yang hanya bisa dibaca isinya. PROM memang tergolong memori non-volatile, artinya program yang tersimpan di dalamnya tidak akan hilang walaupun komputer dimatikan (tidak mendapatkan daya listrik). Program yang tersimpan di dalamnya bersifat permanen. Biasanya digunakan untuk menyimpan program bahasa mesin yang sudah menjadi bagian hardware (perangkat keras) komputer. Contohnya adalah program yang men-start komputer ketika komputer baru dinyalakan (di-on-kan).
Program yang ada di dalam PROM diisi oleh pabrik pembuatnya. Pengisian program ke dalam PROM menggunakan alat khusus bernama PROM burner, atau PROM Writer Program atau informasi yang telah diisikan atau direkamkan ke dalam PROM, tidak dapat dihapus lagi.

EPROM
EPROM kependekan dari Erasable Programmable Read Only Memory. EPROM berbeda dengan PROM. EPROM adalah jenis chip memori yang dapat ditulisi program secara elektris. Program atau informasi yang tersimpan di dalam EPROM dapat dihapus bila terkena sinar ultraviolet dan dapat ditulisi kembali. Kesamaannya dengan PROM adalah keduanya merupakan jenis ROM, termasuk memori non-volatile, data yang tersimpan di dalamnya tidak bisa hilang walaupun komputer dimatikan, tidak membutuhkan daya listrik untuk mempertahankan atau menjaga informasi atau program yang tersimpan di dalamnya.
Alat yang dapat digunakan untuk menghapus isi chip EPROM adalah UV PROM eraser. Alat ini akan menyinarkan sinar ultraviolet ke memori tempat data disimpan dalam chip EPROM (disinarkan tepat pada lubang kuarsa bening). Dengan demikian, chip EPROM dapat digunakan kembali dan dapat diisikan informasi/program baru ke dalamnya. Informasi lain menyebutkan bahwa alat yang dapat digunakan untuk menghapus isi EPROM adalah EPROM Rewriter.

EEPROM
EEPROM kependekan dari Electrically Erasable Programmable Read Only Memory. Seperti halnya PROM dan EPROM, EEPROM merupakan memori non-volatile. Informasi, data atau program yang tersimpan di dalamnya tidak akan hilang walaupun komputer dimatikan, dan tidak membutuhkan daya listrik untuk mempertahankan atau menjaga informasi atau program yang tersimpan di dalamnya.
EEPROM adalah komponen yang banyak digunakan dalam komputer dan peralatan elektronik lain untuk menyimpan konfigurasi data pada peralatan elektronik tersebut. Kapasitas atau daya tampung simpan datanya sangat terbatas. Pada sistem hardware komputer, chip EEPROM umumnya digunakan untuk menyimpan data konfigurasi BIOS dan pengaturan (setting) sistem yang berhubungan dengannya.
EEPROM memiliki kelebihan tersendiri dibandingkan EPROM. EEPROM dapat dihapus secara elektris menggunakan sinar ultraviolet, sehingga proses penghapusannya lebih cepat dibandingkan EPROM. Penghapusan juga dapat dilakukan secara elektrik dari papan circuit dengan menggunakan perangkat lunak EEPROM Programmer. Alat yang dapat digunakan untuk menghapus isi EEPROM disebut EEPROM Rewriter. Produk EEPROM versi awal, hanya dapat dihapus dan diisi ulang kurang lebih sebanyak 100 kali. Sedangkan produk-produk terbaru dapat dihapus dan diisi ulang (erase-rewrite) sampai ribuan kali (bahkan beberapa informasi menyebutkan mampu sampai 100 ribu kali)

Flash Memory
Flash memory yang dikenal pula dengan sebutan memori flash, adalah memori sejenis EEPROM yang memberikan banyak lokasi memori untuk dihapus atau ditulisi dalam suatu operasi pemrograman. Flash memory tetap dapat menyimpan data tanpa memerlukan penyediaan listrik. Penulisan ke dalam flash memori dapat dilakukan dengan menggunakan alat yang disebut EEPROM Writer atau software yang dapat menulisi Flash ROM. Sedangkan penghapusan datanya dapat dilakukan dengan menggunakan alat yang disebut EEPROM Writer, atau langsung secara elektrik dari papan sirkuit dengan menggunakan software Flash BIOS Programmer.
Memori jenis ini banyak digunakan dalam kartu memori, drive flash USB, kamera digital, pemutar MP3, hingga telepon genggam.

BIOS dan ROM
BIOS memang berkaitan erat dengan ROM, sebab sebagian besar BIOS yang terdapat di dalam perangkat keras komputer disimpan di dalam ROM, baik PROM, EPROM, EEPROM, Flash ROM, ataupun jenis ROM lainnya. Namun, setelah tahun 1995, EEPROM dan Flash Memory lebih banyak digunakan daripada jenis ROM lainnya karena BIOS yang terdapat pada kedua jenis ROM ini mudah dihapus dan ditulisi lagi sehingga membuka kemungkinan dilakukannya update BIOS. Update BIOS seringkali diperlukan oleh para pengguna komputer karena beberapa alasan, antara lain:
Untuk mendukung prosesor yang lebih baru, sebab pengguna komputer baru saja mengganti prosesor yang lama dengan prosesor tipe baru untuk mendapatkan kinerja yang lebih baik.
Untuk mendukung perangkat lain yang baru dipasangkan karena BIOS yang lama belum memberikan dukungan pada perangkat tipe baru tersebut.
Adanya bug yang mengganggu pada BIOS yang lama.
Atau berbagai alasan lainnya.

Para produsen motherboard sering menyediakan BIOS versi baru untuk meningkatkan kemampuan produk mereka atau untuk membuang bug-bug yang mengganggu. Adanya bug-bug pada BIOS biasanya baru diketahui setelah BIOS tersebut dirilis. Oleh karena itu BIOS yang ber-bug harus di-update dengan BIOS versi yang lebih baru yang merupakan edisi perbaikan dari BIOS yang lama.
Proses update BIOS harus dilakukan dengan cermat dan hati-hati. Proses update yang tidak benar dapat mengakibatkan tidak berfungsinya motherboard (motherboard mati), karena firmware yang digunakan untuk membantu proses booting (BIOS) tidak dapat berfungsi. Kerusakan yang terjadi bukan kerusakan fisik komponen motherboard, tetapi kerusakan software BIOS (firmware) yang ada pada EEPROM atau Flash Memory.
Kebanyakan BIOS pada saat ini, memiliki sebuah region (lokasi) di dalam EEPROM atau Flash Memory yang disebut dengan istilah Boot Block yang sengaja ‘dilindungi’ dan tidak dapat di-upgrade. Ketika komputer dinyalakan, Boot Block tersebut selalu dieksekusi pertamakali. Kode dari Boot Block akan mem-verifikasi BIOS untuk mengetahui apakah BIOS dalam kondisi normal atau rusak. Apabila BIOS dalam kondisi normal (tidak rusak), komputer segera mengeksekusi BIOS itu sendiri. Sebaliknya, bila ternyata BIOS mengalami kerusakan, maka boot block akan menampilkan pesan di layar monitor agar pengguna komputer melakukan pemrograman (pengisian) BIOS lagi dengan menggunakan versi BIOS yang sama atau di-update dengan versi BIOS yang lebih baik. Program BIOS yang digunakan untuk meng-update biasanya disimpan di dalam disket, di dalamnya tersimpan flash memory programmer dan image BIOS.

referensi dari : gpinkom.wordpress.com