Selamat bergabung di blog kami

This is default featured post 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

JARINGAN KOMPUTER

Bagi mereka yang sekolah pada jurusan jaringan komputer pastinya dijelaskan mengenai materi mengenai Jaringan Komputer, baik itu jaringan lokal (intranet) atau pun jaringan internasional (internet). di bawah ini akan diulas mengenai pengenalan LAN atau Local Area Network

kita awali dengan mengulas apa itu TCP/IP, TCP/IP yang mempunyai kepanjangan Transmission Control Protocol/Internet Protocol adalah sekelompok protokol yang mengatur komunikasi data komputer pada jaringan komputer. Komputer-komputer yang terhubung ke jaringan berkomunikasi dengan protokol TCP/IP, karena menggunakan bahasa yang sama perbedaan jenis komputer dan sistem operasi tidak menjadi masalah. Komputer PC dengan sistem operasi Windows dapat berkomunikasi dengan komputer Macintosh atau dengan Sun SPARC yang menjalankan solaris. Jadi, jika sebuah komputer menggunakan protokol TCP/IP dan terhubung langsung ke jaringan, maka komputer tersebut dapat berhubungan dengan komputer di belahan dunia mana pun yang juga terhubung ke jaringan tersebut.

Ciri-ciri jaringan komputer:

1. dapat berbagi perangkat keras (hardware).
2. dapat berbagi perangkat lunak (software).
3. dapat berbagi saluran komunikasi (internet).
4. dapat berbagi data dengan mudah.
5. memudahkan komunikasi antar pemakai jaringan.

Local Area Network (LAN) adalah sejumlah komputer yang saling dihubungkan bersama di dalam satu areal tertentu yang tidak begitu luas, seperti di dalam satu kantor atau gedung. Secara garis besar terdapat dua tipe jaringan atau LAN, yaitu jaringan Peer to Peer dan jaringan Client-Server.

Pada jaringan peer to peer, setiap komputer yang terhubung ke jaringan dapat bertindak baik sebagai workstation maupun server. Sedangkan pada jaringan Client-Server, hanya satu komputer yang bertugas sebagai server dan komputer lain berperan sebagai workstation. Antara dua tipe jaringan tersebut masing-masing memiliki keunggulan dan kelemahan, di mana masing-masing akan dijelaskan.

LAN tersusun dari beberapa elemen dasar yang meliputi komponen hardware dan software, yaitu :

1. Komponen Fisik

Personal Computer (PC), Network Interface Card (NIC), Kabel, Topologi jaringan

2. Komponen Software

Sistem Operasi Jaringan, Network Adapter Driver, Protokol Jaringan.

—–

Komponen Fisik (hardware)

Personal Komputer (PC)

Tipe personal komputer yang digunakan di dalam jaringan akan sangat menentukan unjuk kerja dari jaringan tersebut. Komputer dengan unjuk kerja tinggi akan mampu mengirim dan mengakses data dalam jaringan dengan cepat. Di dalam jaringan tipe Client-Server, komputer yang difungsikan sebagai server mutlak harus memiliki unjuk kerja yang lebih tinggi dibandingkan komputer-komputer lain sebagai workstation-nya, karena server akan bertugas menyediakan fasilitas dan mengelola operasional jaringan tersebut.

gambar lan card - kartu jaringan PCI

Network Interface Card (NIC)
Berdasarkan tipe bus, ada beberapa tipe network interface card (nic) atau network card, yaitu ISA dan PCI.
Saat ini terdapat jenis network card yang banyak digunakan, yaitu PCI

Tipe Pengkabelan
dalam jaringan komputer ada beberapa tipe pengkabelan yang biasa digunakan dan dapat digunakan untuk mengaplikasikan Jaringan, yaitu:

1. Thin Ethernet (Thinnet)
pada tipe pengkabelan Thin Ethernet atau Thinnet mempunyai kelebihan pada biaya yang relatif lebih murah dibandingkan dengan tipe pengkabelan lain, juga teknik pemasangan komponennya lebih mudah. Panjang kabel thin coaxial/RG-58 antara 0.5 – 185 m dan maksimum 30 komputer terhubung.



2. Thick Ethernet (Thicknet)
pada tipe pengkabelan thick Ethernet atau thicknet, jika dibandingkan dengan Thinnet jumlah komputer yang dapat dihubungkan dalam jaringan akan lebih banyak dan jarak antara komputer dapat diperbesar, tetapi biaya pengadaan pengkabelan ini lebih mahal serta pemasangannya relatif lebih sulit. Pada Thicknet digunakan transceiver untuk menghubungkan setiap komputer dengan sistem jaringan dan konektor yang digunakan adalah konektor tipe DIX. Panjang kabel transceiver maksimum 50 m, panjang kabel Thick Ethernet maksimum 500 m dengan maksimum 100 transceiver terhubung.


3. Twisted Pair Ethernet
pada jenis pengkabelan Twisted Pair terbagi menjadi dua jenis yaitu shielded dan unshielded. jenis kabel Shielded merupakan jenis kabel yang memiliki selubung pembungkus sedangkan jenis kabel unshielded tidak mempunyai selubung pembungkus. Untuk koneksinya kabel jenis ini menggunakan konektor RJ-11 atau RJ-45. Pada twisted pair (10 BaseT) network, komputer disusun membentuk suatu pola star atau tipologi bintang. Setiap PC memiliki satu kabel twisted pair yang tersentral pada HUB. Twisted pair umumnya lebih handal (reliable) dibandingkan dengan thin coax karena HUB mempunyai kemampuan data error correction dan meningkatkan kecepatan transmisi.


Saat ini ada beberapa grade, atau kategori dari kabel twisted pair. Kategori 5 adalah yang paling reliable dan memiliki kompabilitas yang tinggi, dan yang paling disarankan. Berjalan baik pada 10Mbps dan Fast Ethernet (100Mbps). Kabel kategori 5 dapat dibuat straight-through atau crossed.

Kabel straight through digunakan untuk menghubungkan komputer ke HUB. Kabel crossed digunakan untuk menghubungkan HUB ke HUB, Modem Broadband lansung ke PC (tanpa HUB), bisa juga menghubungkan dua komputer tanpa HUB. Panjang kabel maksimum kabel Twisted-Pair adalah 100 m.

3. Fiber Optic

Jaringan yang menggunakan Fiber Optic (FO) biasanya perusahaan besar, dikarenakan harga dan proses pemasangannya lebih sulit. Namun demikian, jaringan yang menggunakan FO dari segi kehandalan dan kecepatan tidak diragukan. Kecepatan pengiriman data dengan media FO lebih dari 100Mbps dan bebas pengaruh lingkungan.


Komponen Software

Protokol TCP/IP
Karena penting peranannya pada sistem operasi Windows dan juga karena protokol TCP/IP merupakan protokol pilihan (default) dari Windows. Protokol TCP berada pada lapisan Transport model OSI (Open System Interconnection), sedangkan IP berada pada lapisan Network mode OSI

IP Address
IP address adalah alamat yang diberikan pada jaringan komputer dan peralatan jaringan yang menggunakan protokol TCP/IP. IP address terdiri atas 32 bit angka biner yang dapat dituliskan sebagai empat kelompok angka desimal yang dipisahkan oleh tanda titik seperti 192.168.0.1.

Network ID Host ID
IP address terdiri atas dua bagian yaitu network ID dan host ID, dimana network ID menentukan alamat jaringan komputer, sedangkan host ID menentukan alamat host (komputer, router, switch). Oleh sebab itu IP address memberikan alamat lengkap suatu host beserta alamat jaringan di mana host itu berada.

Kelas-kelas IP Address
Untuk mempermudah pemakaian, bergantung pada kebutuhan pemakai, IP address dibagi dalam tiga kelas seperti diperlihatkan pada tabel 1.2.

Kelas Network ID Host ID Default Subnet Mask

A. xxx.0.0.1 s/d xxx.255.255.254 – Defaul subnet mask : 255.0.0.0
B. xxx.xxx.0.1 s/d xxx.xxx.255.254 – Defaul subnet mask : 255.255.0.0
C. xxx.xxx.xxx.1 s/d xxx.xxx.xxx.254 – Defaul subnet mask : 255.255.255.0

IP address kelas A diberikan untuk jaringan dengan jumlah host yang sangat besar. Range IP 1.xxx.xxx.xxx. – 126.xxx.xxx.xxx, terdapat 16.777.214 (16 juta) IP address pada tiap kelas A. IP address kelas A diberikan untuk jaringan dengan jumlah host yang sangat besar. Pada IP address kelas A, network ID ialah 8 bit pertama, sedangkan host ID ialah 24 bit berikutnya.
jadi, cara membaca IP address kelas A, misalnya 113.46.5.6 ialah:
Network ID = 113
Host ID = 46.5.6
Sehingga IP address diatas berarti host nomor 46.5.6 pada network nomor 113.

IP address kelas B biasanya dialokasikan untuk jaringan berukuran sedang dan besar. Pada IP address kelas B, network ID ialah 16 bit pertama, sedangkan host ID ialah 16 bit berikutnya.

Dengan demikian, cara membaca IP address kelas B, misalnya 132.92.121.1
Network ID = 132.92
Host ID = 121.1
Sehingga IP address di atas berarti host nomor 121.1 pada network nomor 132.92. dengan panjang host ID 16 bit, network dengan IP address kelas B dapat menampung sekitar 65000 host. Range IP 128.0.xxx.xxx – 191.255.xxx.xxx

IP address kelas C awalnya digunakan untuk jaringan berukuran kecil (LAN). Host ID ialah 8 bit terakhir. Dengan konfigurasi ini, bisa dibentuk sekitar 2 juta network dengan masing-masing network memiliki 256 IP address. Range IP 192.0.0.xxx – 223.255.255.x.

Pengalokasian IP address pada dasarnya ialah proses memilih network Id dan host ID yang tepat untuk suatu jaringan. Tepat atau tidaknya konfigurasi ini tergantung dari tujuan yang hendak dicapai, yaitu mengalokasikan IP address seefisien mungkin.

Domain Name System (DNS)
Domain Name System (DNS) adalah suatu sistem yang memungkinkan nama suatu host pada jaringan komputer atau internet ditranslasikan menjadi IP address. Dalam pemberian nama, DNS menggunakan arsitektur hierarki.

1. Root-level domain: merupakan tingkat teratas yang ditampilkan sebagai tanda titik (.).
2. Top level domain: kode kategori organisasi atau negara misalnya: .com untuk dipakai oleh perusahaan; .edu untuk dipakai oleh perguruan tinggi; .gov untuk dipakai oleh badan pemerintahan. Selain itu untuk membedakan pemakaian nama oleh suatu negara dengan negara lain digunakan tanda misalnya .id untuk Indonesia atau .au untuk australia.
3. Second level domain: merupakan nama untuk organisasi atau perusahaan, misalnya : microsoft.com; yahoo.com, dan lain-lain.

DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol)
IP address dan subnet mask dapat diberikan secara otomatis menggunakan Dynamic Host
Configuration Protocol atau diisi secara manual. DHCP berfungsi untuk memberikan IP address secara otomatis pada komputer yang menggunakan protokol TCP/IP. DHCP bekerja dengan relasi client-server, dimana DHCP server menyediakan suatu kelompok IP address yang dapat diberikan pada DHCP client. Dalam memberikan IP address ini, DHCP hanya meminjamkan IP address tersebut. Jadi pemberian IP address ini berlangsung secara dinamis.

Tipologi Jaringan
Topologi Jaringan adalah gambaran secara fisik dari pola hubungan antara komponen-komponen jaringan, yang meliputi server, workstation, hub dan pengkabelannnya. Terdapat tiga macam topologi jaringan umum digunakan, yaitu Bus, Star dan Ring.

1. Topologi Bus
Pada topologi Bus digunakan sebuah kabel tunggal atau kabel pusat di mana seluruh workstation dan server dihubungkan. Keunggulan topologi Bus adalah pengembangan jaringan atau penambahan workstation baru dapat dilakukan dengan mudah tanpa mengganggu workstation lain. Kelemahan dari topologi ini adalah bila terdapat gangguan di sepanjang kabel pusat maka keseluruhan jaringan akan mengalami gangguan.


2. Topologi Star
Pada topologi Star, masing-masing workstation dihubungkan secara langsung ke server atau hub. Keunggulan dari topologi tipe Star ini adalah bahwa dengan adanya kabel tersendiri untuk setiap workstation ke server, maka bandwidth atau lebar jalur komunikasi dalam kabel akan semakin lebar sehingga akan meningkatkan unjuk kerja jaringan secara keseluruhan. Dan juga bila terdapat gangguan di suatu jalur kabel maka gangguan hanya akan terjadi dalam komunikasi antara workstation yang bersangkutan dengan server, jaringan secara keseluruhan tidak mengalami gangguan. Kelemahan dari topologi Star adalah kebutuhan kabel yang lebih besar dibandingkan dengan topologi lainnya.

3. Topologi Ring

Di dalam topologi Ring semua workstation dan server dihubungkan sehingga terbentuk suatu pola lingkaran atau cincin. Tiap workstation ataupun server akan menerima dan melewatkan informasi dari satu komputer ke komputer lain, bila alamat- alamat yang dimaksud sesuai maka informasi diterima dan bila tidak informasi akan dilewatkan.

Kelemahan dari topologi ini adalah setiap node dalam jaringan akan selalu ikut serta mengelola informasi yang dilewatkan dalam jaringan, sehingga bila terdapat gangguan di suatu node maka seluruh jaringan akan terganggu.

Keunggulan topologi Ring adalah tidak terjadinya collision atau tabrakan pengiriman data seperti pada topologi Bus, karena hanya satu node dapat mengirimkan data pada suatu saat.


Network Adapter Card (LAN Card)

Setiap network card akan memiliki driver atau program yang berfungsi untuk mengaktifkan dan mengkonfigurasi network adapter tersebut disesuaikan dengan lingkungan dimana network card tersebut dipasang agar dapat digunakan untuk melakukan komunikasi data.

Sistem Operasi Jaringan

Untuk mengelola suatu jaringan diperlukan adanya sistem operasi jaringan. Sistem operasi jaringan dibedakan menjadi dua berdasarkan tipe jaringannnya, yaitu sistem operasi client-server dan system operasi jaringan peer to peer.

1. Jaringan Client-Server

Pengertian Server adalah komputer yang menyediakan fasilitas bagi komputer-komputer lain didalam jaringan dan client adalah komputer-komputer yang menerima atau menggunakan fasilitas yang disediakan oleh server. Server dijaringan tipe client-server disebut dengan Dedicated Server karena murni berperan sebagai server yang menyediakan fasilitas kepada workstation dan server tersebut tidak dapat berperan sebagai workstation.

Keunggulan

1. Kecepatan akses lebih tinggi karena penyediaan fasilitas jaringan dan pengelolaannya dilakukan secara khusus oleh satu komputer (server) yang tidak dibebani dengan tugas lain sebagai workstation.
2. Sistem keamanan dan administrasi jaringan lebih baik, karena terdapat seorang pemakai yang bertugas sebagai administrator jaringan, yang mengelola administrasi dan sistem keamanan jaringan.
3. Sistem backup data lebih baik, karena pada jaringan client-server backup dilakukan terpusat di server, yang akan membackup seluruh data yang digunakan di dalam jaringan.

Kelemahan

1. Biaya operasional relatif lebih mahal.

2. Diperlukan adanya satu komputer khusus yang berkemampuan lebih untuk ditugaskan sebagai server.

3. Kelangsungan jaringan sangat tergantung pada server. Bila server mengalami gangguan maka secara keseluruhan jaringan akan terganggu.

itulah sedikit ulasan mengencai jaringan komputer, semoga bermanfaat bagi kamu yang membutuhkan. entah itu untuk tugas membuat artikel, atau sekedar ingin tahu mengenai pengenal jaringan komputer

referensi : aaeza.wordpress.com, gambar : worpdress.com

Tipe koneksi (pin) prosesor dengan soket pada motherboard

Terdapat beberapa desain tipe pin pada prosesor. Pin-pin yang ada pada prosesor (sering disebut kaki-kaki prosesor), adalah jalur-jalur yang berfungsi sebagai konektor yang menghubungkan prosesor dengan motherboard. Tipe-tipe pin tersebut antara lain:

o PGA (Pin Grid Array) yang terdiri dari:

§ PPGA (plastic pin grid array)

§ FCPGA (flip-chip pin grid array

§ CPGA (Ceramic pin grid array)

§ OPGA (Organic pin grid array).

LGA (Land Grid Array)

1. PGA (Pin grid array)

PGA kependekan dari Pin Grid Array, adalah tipe koneksi (pada prosesor) yang secara fisik berupa deretan pin yang tersusun teratur sedemikian rupa, yang didesainkan pada prosesor untuk dipasangkan pada soket yang ada pada motherboard. Soket yang dimaksud adalah soket yang kompatibel dengannya, dengan kata lain soket yang menjadi pasangannya. Pin-pin tersebut berupa deretan semacam ‘jarum pendek dan tumpul atau semacam kawat pendek terbuat dari logam’ seperti terlihat pada gambar berikut.

Hingga kini, terdapat beberapa varian (jenis/macam/versi) PGA, antara lain PPGA (plastic pin grid array) dan FCPGA (flip-chip pin grid array). Kedua varian atau versi PGA tersebut dibuat oleh perusahaan Intel yang diaplikasikan pada produk prosesornya, yaitu Pentium. Varian yang lain adalah CPGA (Ceramic pin grid array) dan OPGA (Organic pin grid array). Kedua varian tersebut banyak digunakan oleh perusahaan AMD yang diaplikasikan pada produk prosesornya, yaitu AMD Athlon Thunderbird dan AMD Duron yang keduanya bertipe CPGA dan didesain menggunakan soket A, serta Athlon XP yang bertipe OPGA.



2. CPGA

Prosesor yang didesain menggunakan sistem koneksi CPGA umumnya berbentuk lempengan persegi. Salah satu permukaannya terbuat dari bahan keramik (ceramic) tempat terpasangnya atau tertancapnya pin-pin prosesor. Bila prosesor dipasang pada soket yang ada di motherboard, pin-pin itulah yang masuk atau menyelip ke lubang soket yang tersedia. Lubang-lubang soket didesain kompatibel dengan pin-pin prosesor baik jarak maupun ukuran lubangnya, sehingga setiap pin bisa tepat terpasang masuk ke setiap lubang soket yang menjadi pasangannya. Jumlah pin pada setiap jenis prosesor belum tentu sama, bergantung varian prosesor dan pabrik pembuatnya. Begitu pula jenis soketnya.

3. OPGA

Prosesor yang didesain menggunakan sistem koneksi OPGA umumnya berbentuk lempengan persegi, mirip seperti bentuk prosesor CPGA Salah satu permukaannya terbuat dari bahan plastik organik (organic plastic) tempat terpasangnya atau tertancapnya pin-pin prosesor.

4. LGA

Tidak seperti prosesor tipe PGA, prosesor tipe LGA tidak memiliki pin sama sekali, tetapi memiliki tempat landasan untuk sentuhan atau koneksi dengan pin-pin berupa tonjolan-tonjolan yang ada pada soket di motherboard.

Di sisi lain, dudukan prosesor type LGA sebenarnya tidak cocok disebut dengan istilah soket, sebab istilah soket mengandung arti dudukan prosesor (tempat tertancapnya prosesor pada motherboard) yang pada dudukan itu terdapat lubang-lubang kecil berjajar membentuk deretan matriks. Lubang-lubang tersebut tempat tertancapnya pin-pin (kaki-kaki) prosesor. Sedangkan dudukan prosesor type LGA tidak memiliki lubang-lubang pin seperti pada socket, sebaliknya memiliki tonjolan-tonjolan yang akan melekat atau menyentuh titik-titik yang tepat pada permukaan bagian bawah prosesor jika prosesor diletakkan pada dudukan tersebut.

Desain model LGA mampu memberikan distribusi power yang lebih bagus ke prosesor dibandingkan desain PGA. Secara elektris, LGA memberikan performa yang lebih baik..

Bentuk pin-pin pada desain PGA bisa menghasilkan koneksi yang tak sempurna antara prosesor dengan motherboard, hal ini dikarenakan lubang-lubang pada soket tempat pin tertancap kurang menjamin sistem kontak (sentuhan/perekatan) yang sempurna (akurat) antara permukaan pin itu sendiri dengan jalur-jalurnya di motherboard. Koneksi tidak sempurna ini bisa terjadi karena posisi pin sedikit membengkok atau tidak lurus lagi. Bengkoknya pin (tidak lurusnya pin) bisa dikarenakan sistem pemasangan yang agak ceroboh (kurang profesionalnya teknisi), seringnya lepas pasang prosesor dari/ke soketnya, sentuhan/tekanan jari ke pin yang terlalu keras, atau sebab-sebab lainnya. Pada dudukan tipe LGA, resiko seperti tadi dapat dikurangi. Model LGA menjamin akurasi perekatan antara titik pin pada motherboard dengan titik koneksi (titik pin) di permukaan prosesornya. Sehingga koneksi antara motherboard dengan prosesor terjadi lebih sempurna.

Prosesor tipe LGA diberitakan memiliki sistem transfer panas/ penyebaran panas yang lebih baik dari pada prosesor PGA. Prosesor AMD yang menggunakan desain LGA antara lain prosesor server AMD Opteron (Barcelona dan Santa Rosa) yang menggunakan soket F (soket 1207), dan prosesor dual core Athlon 64 FX Windsor stepping F3 yang menggunakan soket 1207FX.

AMD memilih menggunakan soket tipe LGA karena tipe ini mampu menyediakan desain titik koneksi yang lebih banyak dan lebih padat (soket F memiliki 1207 titik koneksi). Bila digunakan desain PGA akan memerlukan ruang yang lebih besar.

referensi dari : gpinkom.wordpress.com

Tabel Lengkap Intel Prosesor

Berikut ini kami sajikan tabel lengkap Intel prosesor secara keseluruhan molai dari code name,teknologi yang didukung prosesor,frekuensi,mikroarsitektur,L2 cache dll..Karena keterbatasan ruang maka kami tampilkan previewnya saja untuk memperjelas gambar bisa di-klik info yang ada dibawah gambar.


referensi dari : gpinkom.wordpress.com

Perkembangan prosesor Itanium 2

Kalau diperhatikan dengan seksama data/fitur prosesor Itanium dan Itanium 2 yang telah dibahas terdahulu, tampak terdapat perkembangan atau kemajuan teknologi, baik dalam teknik fabrikasi (teknologi manufaktur) peningkatan kapasitas Cache memory, FSB maupun frekuensi prosesor.

a.Perkembangan teknik fabrikasi
Semula prosesor Itanium dan Itanium 2 diproduksi menggunakan teknik fabrikasi 180 nm. Pada perkembangan selanjutnya, prosesor Itanium 2 diproduksi menggunakan tenik fabrikasi yang lebih kecil, yaitu 130 nm (prosesor Madison, Deerfield, Hondo dan Madison 9 M) dan 90 nm (Montecito). Seperti halnya prosesor Desktop dan mobile, ukuran sub komponen transistor yang terkandung dalam chip silikon sebuah prosesor, semakin diperkecil, sehingga dalam satuan luasan (volume) yang sama, kandungan transistor dalam sebuah prosesor semakin banyak. Sebagaimana diketahui, untuk meningkatkan kinerja sebuah prosesor diperlukan peningkatan jumlah transistor dalam chip prosesor. Dengan demikian, semakin banyak kandungan transistor dalam chip silikon prosesor, semakin meningkat kinerja prosesor.
Itanium 2 Montecito diproduksi menggunakan teknik fabrikasi 90 nm. Prosesor ini dikenal memiliki kinerja yang lebih bagus dari pada prosesor Itanium 2 pendahulunya dan lebih hemat terhadap penggunaan energi listrik.

b.Perkembangan frekuensi prosesor
Frekuensi (clock speed) prosesor Itanium yang telah diproduksi berkisar 733 MHz hingga 900 MHz. Sedangkan untuk Itanium 2 sampai dengan bulan Juli 2006 berkisar 900 MHz hingga 1670 MHz. Prosesor ini tertinggal jauh dalam hal kemajuan clock speed dibandingkan Intel Xeon (versi high end-nya) yang pada saat itu clock speednya sudah mencapai 3000 MHz, yaitu Intel Xeon Woocrest. Namun, hal ini tidak bisa dibandingkan begitu saja, karena Intel Xeon memang sangat berbeda dengan Itanium. Pembandingan demikian ini bukan pembandingan yang setara. Hanya saja, yang perlu diperhatikan disini adalah kemajuan di bidang clock speed-nya saja tanpa memperhatikan yang lain.
c.Perkembangan FSB (Front Side Bus)
Pada awalnya, prosesor Itanium dibangun dengan FSB 266 MHz (Itanium bernama sandi Merced). Sejak dirilisnya Itanium 2, besar FSB ini ditingkatkan menjadi 400 MHz, kemudian meningkat lagi menjadi 533 MHz, bahkan sebagian varian prosesor Itanium 2 diproduksi dengan FSB 667 MHz (prosesor Itanium 2, Madison 9 M). Sampai dengan bulan Juli 2006 belum ada prosesor Itanium 2 yang dibangun dengan FSB melebihi 667 MHz.
Pada awalnya, bus Itanium 2 disebut dengan nama bus McKinley, namun sekarang ini dikenal dengan nama Scalability Port (penulis tidak tahu nama terjemahan dalam bahasa Indonesia). Kecepatan bus dalam men-transfer data terus meningkat sejalan dengan kemajuan atau perkembangan prosesor Itanium 2 yang diproduksi. Bus prosesor Itanium 2 mampu men-transfer 2 x 128 bit per clock cycle (256 bit atau setara 32 byte per clock cycle). Dengan demikian, untuk bus prosesor Madison 400 MHz mampu mentransfer data sebanyak 12,8 GB per detik dengan perhitungan:

Besar bus adalah 400 MHz = 400.000.000 Herz
Kemampuan transfer per Herz adalah 32 byte
Jadi, kemampuan transfer untuk bus 400 MHz adalah 400.000.000 x 32 byte
= 12.800.000.000 byte
= 12,8 GB

Sedangkan untuk bus prosesor Montecito 533 MHz mampu mentransfer data sebanyak 17,056 GB per detik dengan perhitungan:

Besar bus adalah 533 MHz = 533.000.000 Herz
Kemampuan transfer per Herz adalah 32 byte
Jadi, kemampuan transfer untuk bus 533 MHz adalah 533.000.000 x 32 byte
= 17.056.000.000 byte
= 17,056 GB

d.Perkembangan Cache Memory
Dalam hal Cache Memory, prosesor Itanium ini berbeda dengan prosesor produk Intel lainnya. Seluruh prosesor Itanium dan Itanium 2 dilengkapi L3 Cache, bahkan ada yang dilengkapi L4 Cache (prosesor Itanium 2 Hondo). Sedangkan pada prosesor produk Intel lainnya seperti versi desktop maupun mobile ataupun versi server (Intel Xeon), hanya sebagian kecil yang dilengkapi L3 Cache dan tidak ada yang memiliki L4 Cache.
Sejak tahun 2002 hingga 2006, prosesor Itanium 2 mempunyai L1 Cache sebesar 32 KB yang terdiri dari 16 KB untuk cache Instruksi dan 16 KB untuk cache data. Itanium 2 Merced McKinley, Madison, Deerfield, Hondo, Fanwood dan Madiso 9 M, memiliki L2 Cache sebesar 256 KB yang dipakai bersama-sama untuk cache instruksi dan cache data. Sedangkan Itanium 2 Montecito (dual core) memiliki L2 Cache 256 KB +1024 KB per core. Besar L3 Cache prosesor Itanium 2 bervariasi, mulai 1,5 MB hingga 12 MB untuk setiap core-nya
Perkembangan kapasitas L3 Cache yang terus meningkat membuat performa dan kinerja prosesor Itanium 2 tampak jauh lebih bagus dari pendahulunya.

Sumber : gpinkom.wordpress.com

Jenis Prosesor Intel Xeon (bag.3)

3.Prosesor Xeon berbasis arsitektur mikro Pentium M
Perusahaan Intel akhirnya meninggalkan pembuatan prosesor Xeon berbasis arsitektur NetBurst. Di sisi lain mulai giat memproduksi prosesor Xeon berbasis arsitektur mikro Pentium M (Yonah). Arsitektur ini dikembangkan dari arsitektur mikro Intel P6 yang pernah dipakai sebelumnya. Arsitektur Pentium M inilah yang kemudian dikembangkan lagi yang akhirnya menghasilkan arsitektur baru yang disebut arsitektur mikro Intel Core.
Prosesor Xeon yang diproduksi dengan menggunakan arsitektur mikro Pentium M ini diberi nama sandi Sossaman. Terdapat dua versi prosesor Xeon Sossaman, yaitu versi low voltage dan ultra low voltage. Versi ultra low voltage memiliki core voltage dan TDP yang lebih rendah sehingga memerlukan konsumsi daya yang lebih sedikit dan lebih hemat (efisien energi) dibandingkan versi low voltage. Untuk membedakan kedua prosesor ini, maka pada nama prosesor versi low voltage dicantumkan identitas LV, sedangkan pada nama prosesor versi ultra low voltage dicantumkan identitas ULV.
Kedua versi prosesor Xeon Sossaman tersebut diproduksi menggunakan teknik fabrikasi 65 nm dengan fitur L2 Cache 2048 KB, FSB 667 MHz (133 MHz, quad pumped), menggunakan dudukan prosesor tipe soket M, dan diperlengkapi dukungan teknologi MMX, SSE, SSE2, SSE3, Intel’s Server EIST, Virtualization Technology dan XD bit (implementasi NX bit). Chip silikon yang ada dalam prosesor Xeon berukuran 90,3 mm2. Kedua versi prosesor ini mendukung konfigurasi dual-processor (DP). Pertama kali dirilis pada tanggal 14 Maret 2006.
Jika dibandingkan dengan prosesor Intel Xeon lainnya, tampak bahwa prosesor Sossaman ini termasuk prosesor yang memerlukan konsumsi daya yang paling kecil. Walaupun demikian prosesor ini mampu menampilkan kinerja yang tidak mengecewakan. Perlu pula diketahui bahwa prosesor ini adalah prosesor 32 bit, dengan sendirinya tidak dapat digunakan untuk menjalankan perangkat lunak (software) 64 bit.
Berikut ini disajikan daftar variannya.


4.Prosesor Xeon berbasis arsitektur mikro Intel Core
Mikroarsitektur Intel Core merupakan mikroarsitektur baru yang digunakan oleh perusahaan Intel sebagai pondasi pembuatan jajaran prosesor terbarunya, yang mengarah pada pembuatan prosesor multi core. Teknologi mikroarsitektur ini mampu menghasilkan prosesor yang hemat energi dan secara keseluruhan menghasilkan peningkatan performa yang tidak mengecewakan. Mikroarsitektur Intel Core diaplikasikan pada prosesor desktop, mobile maupun server dan workstation.
Prosesor Xeon (UP/DP) yang berbasis arsitektur mikro Intel Core antara lain prosesor Dual-Core Xeon bernama sandi Allendale, Conroe, Woodcrest, dan prosesor Quad-Core Xeon bernama sandi Kensfield dan Clovertown. Seluruh prosesor Xeon berbasis arsitektur mikro Intel Core, baik versi dual core maupun quad core, diproduksi dengan menggunakan teknik fabrikasi 65 nm.
4.1.Xeon (UP/DP) versi dual core
a.Prosesor Xeon bernama sandi Allendale
Prosesor Dual-Core Xeon Allendale mendukung konfigurasi uni-processor. Prosesor yang menggunakan soket LGA 775 ini dirilis pertama kali pada bulan Januari 2007. Dibangun dengan fitur L2 Cache sebesar 2048 KB, FSB 1066 MHz, core voltage 1.225 Volt hingga 1.325 Volt, dan TDP 65 Watt. Ukuran chip silikon dalam prosesor (die size) 111 mm2. Fitur-fitur teknologi yang terkandung dalam prosesor ini antara lain MMX, SSE, SSE2, SSE3, SSSE3, Intel 64 (implementasi intel x86-64), Virtualization Technology dan XD bit (implementasi NX bit). Tabel berikut menyajikan spesifikasi varian prosesor Xeon Allendale.


b.Prosesor Xeon bernama sandi Conroe
Sama seperti prosesor Allendale, prosesor Dual-Core Xeon Conroe mendukung konfigurasi uni-processor. Prosesor yang menggunakan soket LGA 775 ini dirilis pertama kali pada bulan Oktober 2006, lebih awal dibandingkan Xeon Conroe. Dibangun dengan fitur L2 Cache sebesar 2048 KB hingga 4096 KB, FSB 1066 MHz dan TDP 65 Watt. Ukuran chip silikon dalam prosesor (die size) 143 mm2. Fitur-fitur teknologi yang terkandung dalam prosesor ini antara lain MMX, SSE, SSE2, SSE3, SSSE3, Intel 64 (implementasi intel x86-64), Virtualization Technology dan XD bit (implementasi NX bit). Tampak fitur-fitur tersebut tak jauh berbeda dengan prosesor Xeon Allendale. Spesifikasi selengkapnya dapat dilihat pada tabel berikut.


c.Prosesor Xeon bernama sandi Woodcrest
Prosesor Dual-Core Xeon Woodcrest adalah prosesor 64 bit, mendukung konfigurasi dual-processor. Prosesor yang menggunakan soket LGA 771 ini dirilis pertama kali pada bulan Juni 2006, lebih awal dibandingkan Xeon Allendale maupun Conroe. Dibangun dengan fitur L2 Cache sebesar 4096 KB berlaku share, FSB 1066 MHz hingga 1333 MHz, dan TDP 65 Watt hingga 80 Watt. Ukuran chip silikon dalam prosesor (die size) 143 mm2. Fitur-fitur teknologi yang terkandung dalam prosesor ini antara lain MMX, SSE, SSE2, SSE3, SSSE3, Intel 64 (implementasi intel x86-64), Virtualization Technology dan XD bit (implementasi NX bit). Sebagian varian prosesornya bahkan dilengkapi fitur Intel’s Server EIST. Berikut ini data beberapa variannya.


d.Prosesor Xeon bernama sandi Woodcrest (low voltage)
Sama seperti prosesor Woodcrest pendahulunya, prosesor Dual-Core Xeon Woodcrest versi low voltage ini juga prosesor 64 bit, mendukung konfigurasi dual-processor. Soket yang digunakan juga sama, yaitu LGA 771. Begitu juga L2 Cache dan FSB, dibangun dengan range yang sama, yaitu L2 Cache sebesar 4096 KB, FSB 1066 MHz hingga 1333 MHz. Ukuran chip silikon dalam prosesor (die size) 143 mm2. Fitur-fitur teknologi yang terkandung dalam prosesor ini antara lain MMX, SSE, SSE2, SSE3, SSSE3, Intel 64 (implementasi intel x86-64), Intel’s Server EIST, Virtualization Technology dan XD bit (implementasi NX bit).
Prosesor Dual-Core Xeon Woodcrest versi low voltage memiliki core voltage dan TDP yang lebih rendah dibandingkan prosesor Woodcrest versi pendahulunya. Berikut ini disajikan spesifikasi varian-varian prosesor Dual-Core Xeon Woodcrest versi low voltage.


4.2.Xeon (UP/DP) versi quad core
Prosesor Xeon (UP/DP) versi quad core yang sudah dirilis hingga buku ini ditulis adalah prosesor yang bernama sandi Kensfield, Clovertown, dan Clovertown (low voltage). Ukuran chip silikon (die size) ketiganya sama, yaitu 2 x 143 mm2, diproduksi menggunakan arsitektur mikro Intel Core.
a.Prosesor Xeon bernama sandi Kentsfield
Prosesor Quad-Core Xeon bernama sandi Kentsfield mendukung konfigurasi uni-processor. Prosesor ini menggunakan dudukan soket LGA775. Dibangun dengan fitur L2 Cache sebesar 2 x 4096 KB, FSB 1066 MHz, core voltage 1.100 Volt hingga 1.372 Volt dan TDP 100 Watt hingga 105 Watt. Teknologi yang disertakan pada prosesor ini antara lain MMX, SSE, SSE2, SSE3, SSSE3, Intel 64 (implementasi intel x86-64), Intel’s Server EIST, Virtualization Technology dan XD bit (implementasi NX bit). Dirilis pertama kali pada tanggal 7 Januari 2007. Berikut ini spesifikasi varian prosesornya.


b.Prosesor Xeon bernama sandi Clovertown
Prosesor Quad-Core Xeon Clovertown adalah prosesor 64 bit, mendukung konfigurasi dual-processor. Prosesor ini menggunakan dudukan soket LGA771. Dibangun dengan fitur L2 Cache sebesar 2 x 4096 KB, FSB 1066 MHz hingga 1333 MHz, core voltage 1.162 Volt hingga 1.5 Volt dan TDP 80 Watt hingga 150 Watt. Teknologi yang disertakan pada prosesor ini antara lain MMX, SSE, SSE2, SSE3, SSSE3, Intel 64 (implementasi intel x86-64, Virtualization Technology dan XD bit (implementasi NX bit). Dirilis pertama kali pada tanggal 7 Januari 2007. Sebagian varian prosesornya bahkan dilengkapi fitur Intel’s Server EIST. Tabel berikut ini menampilkan varian-varian prosesor Quad-Core Xeon Clovertown.


c.Prosesor Xeon bernama sandi Clovertown (low voltage)
Sama seperti prosesor Clovertown pendahulunya, prosesor Quad-Core Xeon Clovertown versi low voltage ini juga prosesor 64 bit, mendukung konfigurasi dual-processor. Soket yang digunakan juga sama, yaitu LGA771. Begitu juga L2 Cache dan FSB, dibangun dengan range yang sama, yaitu L2 Cache sebesar 2 x 4096 KB, FSB 1066 MHz hingga 1333 MHz. Fitur-fitur teknologi yang terkandung dalam prosesor ini antara lain MMX, SSE, SSE2, SSE3, SSSE3, Intel 64 (implementasi intel x86-64), Virtualization Technology dan XD bit (implementasi NX bit). Sebagian varian prosesornya bahkan dilengkapi fitur Intel’s Server EIST. Dirilis pertama kali pada tanggal 12 Maret 2007
Prosesor Dual-Core Xeon Clovertown versi low voltage memiliki core voltage dan TDP yang lebih rendah dibandingkan prosesor Woodcrest versi pendahulunya. Berikut ini disajikan spesifikasi varian-varian prosesor Dual-Core Xeon Clovertown versi low voltage.


Sumber : gpinkom.wordpress.com